Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@1one2283: #рекомендации #dota2 #страж #рейтинг
1one
Open In TikTok:
Region: UA
Saturday 29 August 2026 19:15:31 GMT
695
32
1
18
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Yabuki Joe :
2026-08-29 19:21:49
1
To see more videos from user @1one2283, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
beach dayyy @toriii
QUANDO EU PEGO A KILL DO MEU AMIGO NA PARTIDA#FreeFire #FreFireBrasil #freefirememe #memespratropa #meme
Sepiring nasi menjadi harapan terbesar bagi Darmi (63) dan suaminya, Dayat (77), warga Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Hampir setahun terakhir, pasangan lansia yang hidup dalam keterbatasan itu harus bertahan setelah bantuan sosial (bansos) yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pangan mereka mendadak tidak lagi cair akibat terindikasi judi online. Keluarga Dayat tercatat sebagai penerima bansos yang dicoret karena diduga menggunakan bantuan untuk aktivitas judi online. Padahal, berdasarkan data pemerintah desa, keluarga tersebut masuk desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Kondisi itu memunculkan tanda tanya besar. Dayat yang kini berusia 77 tahun disebut tidak memiliki telepon genggam, tidak pernah mengenyam pendidikan formal, serta tidak bisa membaca maupun menulis. Perangkat Desa Kayugeritan, Neli Setyowati, mengatakan terdapat sekitar 18 penerima bansos di desanya yang dicoret karena terindikasi judi online. Namun, pihak desa secara khusus mengajukan sanggahan terhadap status keluarga Dayat karena dinilai benar-benar layak menerima bantuan. "Kami sanggah, Pak Dayat, karena memang betul-betul orang tidak mampu. Kebetulan kita cek juga desilnya 1," ujar Neli saat mengunjungi rumah Dayat bersama pendamping PKH desa, Jumat (28/8/2026). Menurut Neli, kondisi Dayat semakin menguatkan keraguan atas indikasi tersebut. "Beliau itu SDM rendah, ngapunten, untuk pendidikan saja tidak bersekolah, membaca tulis saja tidak bisa." Ia juga menegaskan bahwa Dayat tidak memiliki telepon genggam. "HP saja tidak memegang," tegasnya. Karena itu, pemerintah desa meminta agar kondisi riil di lapangan menjadi pertimbangan dalam proses verifikasi sebelum hak bantuan keluarga tersebut benar-benar hilang. KTP Pernah Dipinjam Orang Dalam proses klarifikasi, muncul pengakuan dari Dayat bahwa kartu tanda penduduk (KTP) miliknya pernah dipinjam seseorang. Namun, ia mengaku tidak mengetahui untuk keperluan apa identitas tersebut digunakan. "Pernah mengaku dipinjam oleh seseorang. Tapi entah digunakan untuk apa kita juga tidak tahu, pokoknya yang penting pernah dipinjam oleh seseorang," jelas Neli. Pemerintah desa kemudian membuat surat pernyataan dan mengajukan sanggahan melalui aplikasi DTSEN. Dalam dokumen itu dijelaskan bahwa Dayat tidak menggunakan bansos untuk aktivitas judi online. Meski demikian, proses sanggahan berjalan cukup lama. Menurut Neli, pengajuan telah dilakukan sejak awal tahun, tetapi hingga kini bantuan tersebut belum kembali dicairkan. "Prosesnya lama. Sampai sekarang saya berarti unggah itu dari awal tahun, Mas. Sampai sekarang belum keluar lagi pencairan bansosnya," katanya. Bertahan dengan Upah Rp3 Ribu Seminggu Sembari menunggu kejelasan, kehidupan pasangan lansia itu terus berjalan dengan segala keterbatasan. Darmi mengerjakan pekerjaan sederhana berupa membersihkan sisa benang pakaian atau ngrimbas dari rumah. Upah yang diterimanya hanya Rp3.000 dalam satu minggu. Saat ditanya apakah penghasilan tersebut cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, Darmi menggeleng. "Ya tidak cukup," ujarnya. Dayat sendiri sudah tidak lagi mampu bekerja seperti dulu. Di masa mudanya ia dikenal sebagai buruh tani dan buruh serabutan, bahkan sempat mencari kayu bakar untuk dijual. Kini usia dan kondisi fisik membuatnya lebih banyak berada di rumah. Menurut Neli, pekerjaan ngrimbas yang dilakukan keluarga itu pun hanya menghasilkan sekitar Rp3.000 setiap pekan. "Ya Tidak Makan" Potret paling memilukan terlihat saat Darmi ditanya bagaimana keluarganya bertahan ketika tidak memiliki uang. "Ya tidak makan. Laper." Baca selengkapnya di infonanggroe.com
Găng tay tắm tẩy tế bào chết LACOON
Landscaping Satisfying Videos 🌲 #oddlysatisfying #satisfyingvideo #satisfying #asmr #asmrvideo #landscape #landscaping #garden #gardening
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy