@benavidesmasonry_inc: #viralvideo #comedia

El patron de chumpe y chele503
El patron de chumpe y chele503
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 29 August 2026 23:03:18 GMT
100072
4250
116
77

Music

Download

Comments

user986774650
Roninho Gonzalez :
2026-08-30 00:03:25
10
armandomartinez2001
Armando martinez :
Buen actor don chele
2026-08-30 02:00:10
1
dubon.w.gmez.504
Dubon W Gómez 504 :
2026-08-30 00:32:34
3
elaneliteroof
Grayson :
Ese mero
2026-08-30 01:36:56
1
vargas1616536161447
Vargas :
jajajaja corralo hombre patrón 😅 nole aguante nada
2026-08-30 00:15:54
4
olman.zepeda0
Olman Zepeda :
mentira eyo pueden ganar más a yi
2026-08-30 01:07:18
0
alsierra27
Al sierra :
Dejelo se vaalla 😁😁😂😂😂😂
2026-08-30 02:29:19
0
deivyelinresistible
deivy :
como chele hay muchos.
2026-08-29 23:35:18
2
eltoy_
eltoy_ :
Mr trump Benavides
2026-08-30 00:49:11
1
angel.jelo
Angel Jelo :
Jajaja bravo el tuyo
2026-08-30 02:28:44
0
lpez86595
López :
Hasi. es. de. huevos
2026-08-30 02:24:30
0
serio4793
serio :
así son todo los jefes y no asen nada
2026-08-30 02:07:45
0
eguardado91
EMJ DRYWALL :
Oh haciendo en vivos 😂
2026-08-29 23:16:23
0
ervin.pariilla45
Ervin parrilla :
2026-08-30 02:05:15
0
anibaltorres695
anibaltorres695 :
porque cuando le dan el cheke le da la mano el chele i un reclamó leda primero la mano al suegro chumpe
2026-08-30 01:48:57
0
josehernan182
Hernan :
es correcto ban al baño asta una hora se estan
2026-08-30 01:34:28
0
manuelpineda82
Manuel pineda :
si no yole contará dice si todo le contó de broma en broma
2026-08-30 01:52:33
0
chicosexy31
♻️❇️PRÍNCIPE AZUL ❇️♻️ :
Los dueños haces muchos negocias y les queda más o menos ,pero hay temporadas que el patrón saca de su bolsa para pagar a todos y realmente ser patrón no es fácil lo digo por experiencia .
2026-08-30 01:43:25
0
cordon108
Inmer Castañeda :
Jajajaja que paciencia Patron!!! Saludos
2026-08-29 23:25:15
0
To see more videos from user @benavidesmasonry_inc, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About