@h_putra09: Kepala Desa tidak harus unggul secara akademik Seorang Kepala Desa memang tidak harus menjadi orang yang paling tinggi pendidikan atau paling pintar secara akademik. Yang lebih penting adalah memiliki: Kemampuan memimpin — mampu mengarahkan perangkat desa dan mengajak masyarakat bekerja bersama. Integritas dan kejujuran — dapat dipercaya dalam menjalankan pemerintahan dan mengelola keuangan desa. Kemampuan mengambil keputusan — mampu menyelesaikan persoalan masyarakat secara adil dan bijaksana. Kemampuan berkomunikasi — mau mendengar aspirasi masyarakat dan menjelaskan kebijakan dengan baik. Pemahaman pemerintahan desa — memahami tugas, kewenangan, aturan, serta mau terus belajar. Kepedulian kepada masyarakat — hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan dan penyelesaian masalah. Kemampuan bekerja sama — membangun hubungan yang baik dengan BPD, perangkat desa, kecamatan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Pendidikan tinggi adalah nilai tambah, tetapi bukan satu-satunya ukuran kualitas seorang Kepala Desa. Orang yang secara akademik biasa saja dapat menjadi pemimpin yang baik apabila memiliki pengalaman, kemauan belajar, integritas, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian mengambil keputusan. Sebaliknya, pendidikan tinggi juga tidak otomatis membuat seseorang menjadi pemimpin yang baik apabila tidak memiliki kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat. Jika untuk menjawab kritik masyarakat Bisa disampaikan secara elegan: “Menjadi Kepala Desa bukanlah perlombaan siapa yang paling tinggi gelar akademiknya. Kepala Desa adalah pemimpin masyarakat. Yang dibutuhkan bukan hanya kepandaian di atas kertas, tetapi juga kejujuran, kemampuan mendengar, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta kemauan untuk terus belajar. Jika ada hal yang belum saya kuasai, saya tidak malu untuk belajar dan meminta pendapat kepada orang yang lebih ahli. Karena membangun desa bukan pekerjaan seorang Kepala Desa seorang diri, tetapi pekerjaan kita bersama.” Kalimat ini cocok digunakan dalam kampanye/dialog Pilkades, karena tidak merendahkan pendidikan akademik tetapi menekankan bahwa kepemimpinan, integritas, pengalaman, dan kemampuan bekerja bersama masyarakat juga sangat penting.

Bang HP
Bang HP
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 30 August 2026 01:13:07 GMT
16341
304
11
277

Music

Download

Comments

mas.jo881
MAS JO :
alah uang yang di cari hahhah
2026-08-31 14:08:31
0
user2581129461946
user2581129461946 :
kepemimpinan jg perlu pinter perlu ilmu
2026-08-31 10:14:39
0
menunggu.124
kutunggu jandamu :
yg pinter kebanyakan pinter nyimpen uang rakyatnya
2026-08-31 08:10:01
0
saul.kosay
Saul Kosay :
pemahaman keliru, salah total. pemimpin wajib punya kemampuan. kondisi setiap daerah berbedah2.
2026-08-31 07:17:53
0
kampungwaejombang
PAKDE TANI WONOSAALAM :
2026-08-31 00:22:21
0
jalu.mahardika0
Elan heryandi :
mantap
2026-08-31 03:24:21
0
xynrit
T🤍🤍 :
betul
2026-08-31 04:24:57
0
budigunawan1984
budi gunawan :
kata siapa sekrag bukan di poli rakyat tapi memohon di pili rakyat karna dia ambisi .sampek menyogok pkek uwag biyar msarakt memili dia
2026-08-31 03:53:15
2
kangtiktok10
User71 :
perangkat tidak wajib pintar karena kadesnya dungu asal mau bayar jadi. sama dengan kades biar dungu asal amplopnya lebih tebal ya dipilih. semua diuji dengan cara licik seperti hukum rimba. dizaman spt ini melakukan segala cara untuk kepentingan pribadi. aturan dibuat hanya untuk yg lemah 😁
2026-08-31 03:55:37
1
ahmadjoni3625
ahmad :
👍
2026-08-31 08:31:17
0
To see more videos from user @h_putra09, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About