@forever0404_: Yêu sai người là ta tự giet ta vì mù quán…#capcut #capcutpioneer #pioneertemplate #motngaybuon

𝑴𝒐̣̂𝒕 𝑵𝒈𝒂̀𝒚 𝑩𝒖𝒐̂̀𝒏
𝑴𝒐̣̂𝒕 𝑵𝒈𝒂̀𝒚 𝑩𝒖𝒐̂̀𝒏
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 30 August 2026 07:36:07 GMT
218398
18613
40
2021

Music

Download

Comments

siiii7810
nhi :
mấy bạn ơi , kiên trì uống 1 cốc nước ấm vào buổi sáng, không bỏ bữa sáng nha, nhớ ngủ trước 11h và ngủ đủ 8 tiếng nha , buổi trưa phải ngủ 15-30p nha , ăn uống ăn nhiều rau hơn, đừng ăn đồ ăn quá cay hoặc quá ngọt quá hay chua nha , tập thể dục 10p-20p mỗi ngày , uống ít nhất 1,5 lít nước 1 ngày , yêu thương bản thân nhiều hơn và nhớ đi xe cẩn thận.
2026-08-31 16:40:31
55
joe_2k0
Hoa rơi cửa phật :
2026-08-30 08:55:28
6
tramkyuc_9x
𝕋𝕣𝕒̣𝕞 𝕂𝕪́ 𝕌̛́𝕔 🎼 :
Nhạc hay
2026-08-30 07:54:30
1
thanhtruccc12345
🎀꧁Trúc꧂🎀 :
2026-08-30 15:11:22
1
khanhhhvyyy
Khánh Vy🧸🎀 :
2026-08-31 19:50:57
1
trongphuc20034
thântrọngphúc🐣 :
2026-09-01 03:07:01
0
metmoithatsu13
Diễm Hằng 🫧 :
2026-09-01 00:22:40
0
honggam13007
Đọc Vị Lòng Người :
2026-08-31 00:56:07
0
kuadangiuu
Thảo :
2026-08-31 03:37:09
0
kitty061107
The Kitty :
2026-08-30 16:13:46
9
cm.d_07
Nờ Tờ Cờ Đờ :
@người đẹp bị khờ 🐠 ê ha upp đi
2026-08-31 06:17:38
0
ductincc.sosadcucmanh
𝚜𝚘 𝚜𝚊𝚍 𝚌𝚞̛̣𝚌 𝚖𝚊̣𝚗𝚑 :
🥰🥰🥰
2026-08-30 16:52:36
2
libra.2k2
𝑳𝒊𝒃𝒓𝒂 ♪ :
❤️🥺
2026-08-30 16:13:08
2
tlong.2303_
ng tl? :
😅
2026-08-30 16:04:44
1
qanh.uocmauc
QAnh UocMauC ⚜️ :
🥰
2026-08-30 16:39:38
1
_anhduc_07
ㅤ𝐴𝑛ℎ 𝐷𝑢𝑐 ? :
😂😂
2026-08-31 12:49:00
0
taochamhoi
T Á O ? :
😳😳😳
2026-08-31 04:02:25
1
dg_bin1
𝑹𝒖𝒂̌𝒏𝒅𝒆́𝒋𝒊𝒂̄𝒏𝒈 :
🥰
2026-08-30 09:29:20
0
To see more videos from user @forever0404_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dalam tradisi tasawuf, Sultanul Auliya, Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله, menekankan bahwa kewalian bukanlah kesaktian atau pengalaman mistis. Waliyullah adalah hamba yang memiliki iman, ilmu, akhlak, dan kebersihan hatinya sempurna. Jalan kewalian tidak boleh dipisahkan dari Al-Qur’an, Sunnah, dan syariat. Dalam karya-karya beliau, seperti Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haq dan Futuhul Ghaib, gambaran wali tampak melalui ketaatan lahir dan kesucian batin.  Berikut pokok-pokoknya: 1. MEMILIKI 12 KARAKTER Berikut 12 karakter: •Dari sifat Allah: 1. Sattar — menutup aib orang lain. 2. Ghaffar — luas memaafkan kesalahan. •Dari karakter Rasulullah ﷺ: 3. Penyayang — menyayangi makhluk. 4. Lemah lembut — lembut membimbing sesama. •Dari karakter Abu Bakar ash-Shiddiq : 5. Jujur — jujur dalam ucapan dan tindakan. 6. Amanah — dapat dipercaya. Dari karakter Umar bin Khattab : 7. Amar ma’ruf — tegas menegakkan kebaikan. 8. Nahi munkar — tegas mencegah kemungkaran. Dari karakter Utsman bin Affan : 9. Dermawan — bersedekah dan membantu yang lemah. 10. Rajin beribadah malam — menghidupkan malam dengan ibadah. Dari karakter Ali bin Abi Thalib : 11. Alim — memahami agama dengan kuat. 12. Pemberani — berani membela kebenaran. Dua belas sifat ini menunjukkan kewalian dalam akhlak, ilmu, ibadah, amanah, keberanian, dan kepedulian sosial. 2. TEGUH MEMEGANG SYARIAT DAN HAKIKAT Seorang salik tidak cukup berbicara tentang hakikat. Ia harus memahami syariat: - Memahami halal dan haram. - Mengetahui kewajiban dan larangan. - Memahami adab dan batas agama. - Memperbaiki hati dan mendekat kepada Allah dengan ma’rifat - Menghormati tamu dan ramah kepada siapa saja. - Menyayangi orang miskin dan yang lemah. - Memperhatikan muridnya. - Merasa selalu diawasi Allah (muraqabah). 3. AL-QUR’AN DAN SUNNAH MENJADI UKURAN Syekh Abdul Qadir al-Jailani menekankan bahwa pengalaman spiritual tidak boleh menjadi alasan meninggalkan syariat. Beliau berkata dalam Futuhul Ghaib: «اتَّبِعُوا وَلَا تَبْتَدِعُوا، وَأَطِيعُوا وَلَا تَمْرُقُوا، وَوَحِّدُوا وَلَا تُشْرِكُوا، وَنَزِّهُوا الْحَقَّ وَلَا تَتَّهِمُوا، وَصَدِّقُوا وَلَا تَشُكُّوا» “Ikuti tuntunan dan jangan membuat-buat perkara agama; taatilah dan jangan menyimpang; tauhidkan Allah dan jangan menyekutukan-Nya; sucikan Allah dan jangan menuduh-Nya; benarkan dan jangan ragu.” Ukuran kewalian bukan: - Terbang. - Berjalan di atas air. - Mengetahui perkara gaib. - Memiliki kesaktian. Melainkan istiqamah dalam ketaatan; perkara luar biasa tidak boleh mengalahkan syariat. 4. FANA’ DARI KETERGANTUNGAN KEPADA MAKHLUK Dalam Futuhul Ghaib, perjalanan menuju Allah berkaitan dengan keluarnya hati dari: - Makhluk. - Hawa nafsu. - Kehendak diri. - Angan-angan. Beliau berkata: «وَمَعْنَى الْوُصُولِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: خُرُوجُكَ عَنِ الْخَلْقِ وَالْهَوَى وَالْإِرَادَةِ وَالْمُنَى، وَالثُّبُوتُ مَعَ فِعْلِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ مِنْكَ حَرَكَةٌ» “Makna sampai kepada Allah adalah keluarnya dirimu dari makhluk, hawa nafsu, kehendak dan angan-angan, serta tetap bersama ketetapan-Nya.” Beliau juga menegaskan: «افْنَ عَنِ الْخَلْقِ بِحُكْمِ اللَّهِ، وَعَنْ هَوَاكَ بِأَمْرِهِ، وَعَنْ إِرَادَتِكَ بِفِعْلِهِ» “Lenyapkan ketergantunganmu kepada makhluk dengan hukum Allah, hawa nafsumu dengan perintah-Nya, dan kehendak pribadimu dengan perbuatan-Nya.” Fana’ bukan hilangnya jasad atau akal, tetapi berkurangnya ketergantungan hati kepada makhluk dan hawa nafsu. Ia tetap bekerja dengan sebab yang dibenarkan syariat, namun hatinya tidak menggantungkan ketenangan kepada dunia. Wali Allah bukan orang yang mencari pengakuan sebagai wali. Ia rendah hati, kuat beribadah, berpegang pada syariat, berakhlak, bersih dari kesombongan, dan menyerahkan urusannya kepada Allah. Kewalian adalah buah iman dan istiqamah, bukan panggung memamerkan karamah. Rujukan: Futuhul Ghaib #islam #islamic_video #ulama #sufi #aceh
Dalam tradisi tasawuf, Sultanul Auliya, Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله, menekankan bahwa kewalian bukanlah kesaktian atau pengalaman mistis. Waliyullah adalah hamba yang memiliki iman, ilmu, akhlak, dan kebersihan hatinya sempurna. Jalan kewalian tidak boleh dipisahkan dari Al-Qur’an, Sunnah, dan syariat. Dalam karya-karya beliau, seperti Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haq dan Futuhul Ghaib, gambaran wali tampak melalui ketaatan lahir dan kesucian batin. Berikut pokok-pokoknya: 1. MEMILIKI 12 KARAKTER Berikut 12 karakter: •Dari sifat Allah: 1. Sattar — menutup aib orang lain. 2. Ghaffar — luas memaafkan kesalahan. •Dari karakter Rasulullah ﷺ: 3. Penyayang — menyayangi makhluk. 4. Lemah lembut — lembut membimbing sesama. •Dari karakter Abu Bakar ash-Shiddiq : 5. Jujur — jujur dalam ucapan dan tindakan. 6. Amanah — dapat dipercaya. Dari karakter Umar bin Khattab : 7. Amar ma’ruf — tegas menegakkan kebaikan. 8. Nahi munkar — tegas mencegah kemungkaran. Dari karakter Utsman bin Affan : 9. Dermawan — bersedekah dan membantu yang lemah. 10. Rajin beribadah malam — menghidupkan malam dengan ibadah. Dari karakter Ali bin Abi Thalib : 11. Alim — memahami agama dengan kuat. 12. Pemberani — berani membela kebenaran. Dua belas sifat ini menunjukkan kewalian dalam akhlak, ilmu, ibadah, amanah, keberanian, dan kepedulian sosial. 2. TEGUH MEMEGANG SYARIAT DAN HAKIKAT Seorang salik tidak cukup berbicara tentang hakikat. Ia harus memahami syariat: - Memahami halal dan haram. - Mengetahui kewajiban dan larangan. - Memahami adab dan batas agama. - Memperbaiki hati dan mendekat kepada Allah dengan ma’rifat - Menghormati tamu dan ramah kepada siapa saja. - Menyayangi orang miskin dan yang lemah. - Memperhatikan muridnya. - Merasa selalu diawasi Allah (muraqabah). 3. AL-QUR’AN DAN SUNNAH MENJADI UKURAN Syekh Abdul Qadir al-Jailani menekankan bahwa pengalaman spiritual tidak boleh menjadi alasan meninggalkan syariat. Beliau berkata dalam Futuhul Ghaib: «اتَّبِعُوا وَلَا تَبْتَدِعُوا، وَأَطِيعُوا وَلَا تَمْرُقُوا، وَوَحِّدُوا وَلَا تُشْرِكُوا، وَنَزِّهُوا الْحَقَّ وَلَا تَتَّهِمُوا، وَصَدِّقُوا وَلَا تَشُكُّوا» “Ikuti tuntunan dan jangan membuat-buat perkara agama; taatilah dan jangan menyimpang; tauhidkan Allah dan jangan menyekutukan-Nya; sucikan Allah dan jangan menuduh-Nya; benarkan dan jangan ragu.” Ukuran kewalian bukan: - Terbang. - Berjalan di atas air. - Mengetahui perkara gaib. - Memiliki kesaktian. Melainkan istiqamah dalam ketaatan; perkara luar biasa tidak boleh mengalahkan syariat. 4. FANA’ DARI KETERGANTUNGAN KEPADA MAKHLUK Dalam Futuhul Ghaib, perjalanan menuju Allah berkaitan dengan keluarnya hati dari: - Makhluk. - Hawa nafsu. - Kehendak diri. - Angan-angan. Beliau berkata: «وَمَعْنَى الْوُصُولِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: خُرُوجُكَ عَنِ الْخَلْقِ وَالْهَوَى وَالْإِرَادَةِ وَالْمُنَى، وَالثُّبُوتُ مَعَ فِعْلِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ مِنْكَ حَرَكَةٌ» “Makna sampai kepada Allah adalah keluarnya dirimu dari makhluk, hawa nafsu, kehendak dan angan-angan, serta tetap bersama ketetapan-Nya.” Beliau juga menegaskan: «افْنَ عَنِ الْخَلْقِ بِحُكْمِ اللَّهِ، وَعَنْ هَوَاكَ بِأَمْرِهِ، وَعَنْ إِرَادَتِكَ بِفِعْلِهِ» “Lenyapkan ketergantunganmu kepada makhluk dengan hukum Allah, hawa nafsumu dengan perintah-Nya, dan kehendak pribadimu dengan perbuatan-Nya.” Fana’ bukan hilangnya jasad atau akal, tetapi berkurangnya ketergantungan hati kepada makhluk dan hawa nafsu. Ia tetap bekerja dengan sebab yang dibenarkan syariat, namun hatinya tidak menggantungkan ketenangan kepada dunia. Wali Allah bukan orang yang mencari pengakuan sebagai wali. Ia rendah hati, kuat beribadah, berpegang pada syariat, berakhlak, bersih dari kesombongan, dan menyerahkan urusannya kepada Allah. Kewalian adalah buah iman dan istiqamah, bukan panggung memamerkan karamah. Rujukan: Futuhul Ghaib #islam #islamic_video #ulama #sufi #aceh

About