@cheetungshop: รองเท้าวิ่งผู้ชาย ANTA กันลื่น ทนทาน น้ำ หนักเบา สำหรับเดินป่า ทำงาน#รองเท้าวิ่งออกกำลังกาย #รองเท้ากีฬา #anta

TRI REVIEW ,ไตรรีวิว
TRI REVIEW ,ไตรรีวิว
Open In TikTok:
Region: TH
Sunday 30 August 2026 07:58:08 GMT
28
3
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @cheetungshop, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jangan remehkan orang berdosa. Jangan sombong karena merasa saleh. Seorang pemabuk menghadang rombongan Syekh Abdul Qodir al-Jaelani... Ia menanyakan sesuatu yang mengguncang langit dan membuat sang wali menangis tersungkur. Ternyata… bahkan para kekasih Allah pun tak pernah merasa aman dari takdir-Nya.
Jangan remehkan orang berdosa. Jangan sombong karena merasa saleh. Seorang pemabuk menghadang rombongan Syekh Abdul Qodir al-Jaelani... Ia menanyakan sesuatu yang mengguncang langit dan membuat sang wali menangis tersungkur. Ternyata… bahkan para kekasih Allah pun tak pernah merasa aman dari takdir-Nya. "Ya Allah, jangan biarkan aku terpedaya oleh amal. Teguhkan hatiku dalam iman." 🕊️ Hikmah: Siapa pun bisa berubah. Naik… atau jatuh. Maka mintalah selalu perlindungan dari-Nya. Langit memerah keemasan. Di kejauhan, rombongan sufi berjalan perlahan melewati padang berdebu. Di barisan terdepan, tampak sosok mulia: Syekh Abdul Qodir al-Jaelani, berjubah putih, wajahnya memancarkan cahaya kebeningan hati. Para murid mengiringi, tertunduk dalam dzikir. Tiba-tiba— Dari arah berlawanan, muncul seorang lelaki compang-camping. Tubuhnya limbung. Wajahnya merah karena anggur. Matanya merah, tapi sorotnya… tajam, menembus. Pemabuk (suara berat, tapi jujur): “Wahai Syekh... bolehkah aku bertanya?” Langkah rombongan terhenti. Para murid saling pandang—heran, waspada. Tapi Syekh Abdul Qodir hanya tersenyum, lalu mengangguk pelan. Pemabuk (dengan suara getir): “Apakah... Tuhanmu mampu mengubah seorang pemabuk seperti aku... menjadi ahli ibadah?” Syekh menatap matanya dalam-dalam. Syekh Abdul Qodir (tenang): “Tentu mampu. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Pemabuk (lebih lirih, namun menusuk): “Lalu... apakah Tuhanmu mampu mengubah ahli maksiat seperti aku... menjadi ahli taat sepertimu?” Syekh Abdul Qodir tersenyum lembut, tapi matanya mulai berkaca. Syekh: “Sangat mampu. Allah bisa menjadikan siapa saja mulia… dalam sekejap.” Dan kemudian— Pemabuk menatap langsung ke mata sang wali. Matanya berkaca-kaca. Pemabuk (dengan suara yang nyaris pecah): “Kalau begitu… apakah Tuhanmu juga mampu mengubahmu… menjadi ahli maksiat sepertiku?” --- Seluruh padang pasir terdiam. Bahkan burung-burung pun berhenti berkicau. Dan tiba-tiba… Syekh Abdul Qodir al-Jaelani jatuh bersujud. Tubuhnya bergetar. Tangisnya pecah, tak tertahankan. Murid-murid panik. Mereka mendekat, bingung, takut, tak mengerti. Murid 1 (pelan): “Wahai guru… apa yang membuatmu menangis?” Syekh Abdul Qodir perlahan mengangkat wajah dari sujudnya. Matanya basah, janggutnya basah oleh air mata. Syekh (dengan suara yang bergetar, namun penuh kebeningan): “Pertanyaannya… yang ketiga itu... telah mengetuk hatiku. Siapa yang bisa menjamin diriku akan tetap berada di jalan ini? Siapa yang bisa memastikan bahwa aku akan mati dalam husnul khotimah? Allah... Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati. Tiada jaminan… bagi siapapun. Bahkan aku.” (Hening sejenak. Matahari senja mulai menghilang di balik bukit pasir.) Syekh Abdul Qodir memandang langit. Lalu berdoa dengan suara lirih tapi dalam: “Ya Muqallibal Qulub… tsabbit qalbi ‘ala dinik. Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati… teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu…” --- “Dan begitulah… pemabuk itu pergi, tak diketahui ke mana. Tapi kata-katanya tertinggal, menampar mereka yang merasa sudah aman. Sebab... bahkan seorang wali pun tidak pernah merasa aman dari tipu daya takdir. Maka siapa kita… yang berani merasa telah cukup amal?” 🌙 “Jangan pernah merasa aman dari rencana Allah.” “Bersujudlah… sebelum disujudkan.” 🌙 #SyekhAbdulQodir #KisahHikmah #IslamicShorts #KisahSufi #HikmahHariIni #Pemabuk #Tausiyah #ShortsIslam

About