@uniiixx0: 『24時間テレビ49-愛は地球を救う-」わたしの家族の話〜あなたは誰を想う?〜 FANTASTICS ① 佐藤大樹 八木勇征 中島颯太 澤本夏輝 瀬口黎弥 堀夏喜 木村慧人 中尾翔太 #FANTASTICS #24時間テレビ #中尾翔太

uniiixx0
uniiixx0
Open In TikTok:
Region: JP
Sunday 30 August 2026 08:15:15 GMT
200090
5667
4
170

Music

Download

Comments

kunimaman
くにママ :
沖縄は、やらなかった💦
2026-08-30 10:42:45
1
thun10sai
☻ちゅん :
4!?
2026-08-30 12:07:11
0
user541852107529ha
harumama :
🥰🥰🥰
2026-08-30 10:14:31
2
wpmpwtdg
wpmpwtdg :
😳😳😳
2026-08-30 10:30:23
0
To see more videos from user @uniiixx0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada banyak manusia yang hidup dengan beban masa lalu yang tidak pernah benar-benar selesai. Mereka berjalan, bekerja, tersenyum, bahkan tertawa di hadapan banyak orang, tetapi di dalam dirinya tersimpan luka, penyesalan, dan rasa bersalah yang terus berbicara. Tidak sedikit yang akhirnya percaya bahwa dirinya sudah terlalu jauh tersesat. Mereka merasa noda dalam hidupnya sudah begitu pekat hingga tidak ada lagi jalan untuk kembali menjadi baik. Perasaan ini perlahan membentuk cara pandang terhadap diri sendiri. Seseorang tidak lagi melihat dirinya sebagai manusia yang sedang berjuang, melainkan sebagai manusia yang telah gagal sepenuhnya. Dari sinilah keputusasaan sering tumbuh, bukan karena dosa itu sendiri, melainkan karena keyakinan bahwa dirinya sudah tidak pantas menerima kebaikan. Padahal salah satu kesalahan terbesar manusia adalah mengukur rahmat Tuhan dengan ukuran logikanya sendiri. Manusia sering melihat kesalahan dari sudut pandang keterbatasan, sedangkan Tuhan melihat hamba-Nya dari sudut pandang kasih sayang yang tidak terbatas. Secara psikologis, rasa bersalah memang penting karena dapat membangunkan kesadaran. Namun ketika rasa bersalah berubah menjadi putus asa, ia justru menjadi penjara yang menghalangi seseorang untuk berubah. Dalam kehidupan sosial pun kita sering melihat bagaimana manusia begitu mudah menghakimi masa lalu orang lain, sementara Tuhan justru membuka pintu yang tidak pernah tertutup bagi siapa pun yang ingin kembali. Di sinilah letak keagungan rahmat. Ia tidak hanya mengampuni, tetapi juga mampu mengubah seseorang yang paling gelap menjadi pribadi yang memancarkan cahaya. 1. Tidak Ada Noda yang Lebih Besar dari Rahmat Tuhan Sering kali manusia menganggap dosanya begitu besar sehingga merasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal yang terbatas adalah dosa manusia, sedangkan rahmat Tuhan tidak memiliki batas yang dapat dijangkau akal. Ketika seseorang mulai memahami hal ini, ia akan menyadari bahwa masalah terbesar bukanlah banyaknya kesalahan, melainkan hilangnya harapan untuk kembali. Selama hati masih hidup dan kesadaran masih ada, selalu ada kesempatan untuk membersihkan diri dan memulai lembaran baru. 2. Masa Lalu Tidak Selalu Menentukan Masa Depan Banyak orang hidup sebagai tawanan kenangan buruk. Mereka terus mengingat siapa dirinya dahulu hingga lupa bahwa manusia diciptakan dengan kemampuan untuk berubah. Pohon yang hari ini rindang pernah berupa biji kecil yang tertanam dalam tanah gelap. Begitu pula manusia. Masa lalu hanyalah bagian dari perjalanan, bukan identitas yang harus dibawa selamanya. Tuhan mampu menjadikan seseorang yang dahulu penuh kesalahan menjadi pribadi yang menginspirasi banyak orang. 3. Kesadaran Adalah Awal dari Pemurnian Jiwa Perubahan tidak dimulai ketika seseorang menjadi sempurna. Perubahan dimulai ketika seseorang menyadari ketidaksempurnaannya. Saat hati mulai merasa gelisah terhadap kesalahan yang dilakukan, sebenarnya cahaya kesadaran sedang masuk ke dalam jiwa. Kegelisahan itu bukan tanda kehancuran, melainkan tanda bahwa hati masih hidup dan belum sepenuhnya mati oleh dosa. 4. Tuhan Melihat Arah Langkahmu, Bukan Hanya Masa Lalumu Manusia sering terjebak melihat ke belakang. Mereka terus menghitung kesalahan yang sudah terjadi. Namun Tuhan tidak hanya melihat apa yang telah dilakukan hamba-Nya. Rahmat Tuhan memiliki cara yang tidak selalu dipahami manusia. Ia mampu mengubah penyesalan menjadi kekuatan, mengubah luka menjadi hikmah, dan mengubah seseorang yang dahulu dipenuhi noda menjadi pribadi yang memancarkan cahaya. Karena itu, jika hari ini engkau masih merasa kotor, jangan sibuk menghitung banyaknya noda. Mulailah melangkah menuju Tuhan, sebab satu langkah yang tulus menuju-Nya sering kali lebih kuat daripada seribu alasan untuk menyerah. #seduhsufi  #katafilsafat  #fypシ゚viral🖤tiktok  #fyopppppppppppppppppppp
Ada banyak manusia yang hidup dengan beban masa lalu yang tidak pernah benar-benar selesai. Mereka berjalan, bekerja, tersenyum, bahkan tertawa di hadapan banyak orang, tetapi di dalam dirinya tersimpan luka, penyesalan, dan rasa bersalah yang terus berbicara. Tidak sedikit yang akhirnya percaya bahwa dirinya sudah terlalu jauh tersesat. Mereka merasa noda dalam hidupnya sudah begitu pekat hingga tidak ada lagi jalan untuk kembali menjadi baik. Perasaan ini perlahan membentuk cara pandang terhadap diri sendiri. Seseorang tidak lagi melihat dirinya sebagai manusia yang sedang berjuang, melainkan sebagai manusia yang telah gagal sepenuhnya. Dari sinilah keputusasaan sering tumbuh, bukan karena dosa itu sendiri, melainkan karena keyakinan bahwa dirinya sudah tidak pantas menerima kebaikan. Padahal salah satu kesalahan terbesar manusia adalah mengukur rahmat Tuhan dengan ukuran logikanya sendiri. Manusia sering melihat kesalahan dari sudut pandang keterbatasan, sedangkan Tuhan melihat hamba-Nya dari sudut pandang kasih sayang yang tidak terbatas. Secara psikologis, rasa bersalah memang penting karena dapat membangunkan kesadaran. Namun ketika rasa bersalah berubah menjadi putus asa, ia justru menjadi penjara yang menghalangi seseorang untuk berubah. Dalam kehidupan sosial pun kita sering melihat bagaimana manusia begitu mudah menghakimi masa lalu orang lain, sementara Tuhan justru membuka pintu yang tidak pernah tertutup bagi siapa pun yang ingin kembali. Di sinilah letak keagungan rahmat. Ia tidak hanya mengampuni, tetapi juga mampu mengubah seseorang yang paling gelap menjadi pribadi yang memancarkan cahaya. 1. Tidak Ada Noda yang Lebih Besar dari Rahmat Tuhan Sering kali manusia menganggap dosanya begitu besar sehingga merasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal yang terbatas adalah dosa manusia, sedangkan rahmat Tuhan tidak memiliki batas yang dapat dijangkau akal. Ketika seseorang mulai memahami hal ini, ia akan menyadari bahwa masalah terbesar bukanlah banyaknya kesalahan, melainkan hilangnya harapan untuk kembali. Selama hati masih hidup dan kesadaran masih ada, selalu ada kesempatan untuk membersihkan diri dan memulai lembaran baru. 2. Masa Lalu Tidak Selalu Menentukan Masa Depan Banyak orang hidup sebagai tawanan kenangan buruk. Mereka terus mengingat siapa dirinya dahulu hingga lupa bahwa manusia diciptakan dengan kemampuan untuk berubah. Pohon yang hari ini rindang pernah berupa biji kecil yang tertanam dalam tanah gelap. Begitu pula manusia. Masa lalu hanyalah bagian dari perjalanan, bukan identitas yang harus dibawa selamanya. Tuhan mampu menjadikan seseorang yang dahulu penuh kesalahan menjadi pribadi yang menginspirasi banyak orang. 3. Kesadaran Adalah Awal dari Pemurnian Jiwa Perubahan tidak dimulai ketika seseorang menjadi sempurna. Perubahan dimulai ketika seseorang menyadari ketidaksempurnaannya. Saat hati mulai merasa gelisah terhadap kesalahan yang dilakukan, sebenarnya cahaya kesadaran sedang masuk ke dalam jiwa. Kegelisahan itu bukan tanda kehancuran, melainkan tanda bahwa hati masih hidup dan belum sepenuhnya mati oleh dosa. 4. Tuhan Melihat Arah Langkahmu, Bukan Hanya Masa Lalumu Manusia sering terjebak melihat ke belakang. Mereka terus menghitung kesalahan yang sudah terjadi. Namun Tuhan tidak hanya melihat apa yang telah dilakukan hamba-Nya. Rahmat Tuhan memiliki cara yang tidak selalu dipahami manusia. Ia mampu mengubah penyesalan menjadi kekuatan, mengubah luka menjadi hikmah, dan mengubah seseorang yang dahulu dipenuhi noda menjadi pribadi yang memancarkan cahaya. Karena itu, jika hari ini engkau masih merasa kotor, jangan sibuk menghitung banyaknya noda. Mulailah melangkah menuju Tuhan, sebab satu langkah yang tulus menuju-Nya sering kali lebih kuat daripada seribu alasan untuk menyerah. #seduhsufi #katafilsafat #fypシ゚viral🖤tiktok #fyopppppppppppppppppppp

About