@tesfish5711:

ተስፋዬ@775
ተስፋዬ@775
Open In TikTok:
Region: ET
Sunday 30 August 2026 09:50:20 GMT
208552
11612
247
11500

Music

Download

Comments

m.s478952
m & s maye love :
ብእሀኑ ነጋ አሲስት ለ ብርሀኑ ጁላ
2026-08-31 07:01:08
52
tell.dem21
@rayan :
Goal birhanu jula what a goal ..Assist Birhanu nega
2026-08-31 09:21:39
1
menga086
#COACH ,M :
ማታ ብቻየን ስስቅ ማዘር ደንግጣ
2026-08-31 05:46:53
15
user16100366004874
⏳⏳⏳⏳⏳⌛⏳ :
best editing of the year 2018
2026-08-31 04:51:58
13
debebeteklye0
Debebe Teklye :
እንደዛሬ ስቄ አላውቅም
2026-08-31 08:08:12
5
jehoiachino
ⒿⒺⒽⓄⒾⒶⒸⒽⒾⓃ :
ቀልዱ ውስጥ ያለው ቁምነገር ... ወጣቱ ትምህርት ምን ያደርግለታል ጦርሜዳ ሔዶ ከገዛ ወገኑ ጋር ተዋግቶ ይሙት ነው...😔
2026-08-30 20:51:15
18
habtshethio
habtsh የ ጊዮን :
ዘንድሮ ድሮኑ በሳቅም እየተተኮሰብን ነው😏
2026-08-30 20:10:39
6
belaynehmesele779
13/23 :
ኸረ ሳቄ
2026-08-30 17:51:23
6
abuyedegifew
ካልታማህ ተረስተሀል👎👎👎 :
የሳቄ ምንጭ 😁😁😁😁😁
2026-08-31 05:31:12
2
user6322737776527
Hana :
አይቅንብር
2026-08-31 07:47:40
1
belyu92
Bb...mkys :
😂
2026-08-30 12:45:07
1
abdubakiabdusemed
abdubakiabdusemed :
2018 ምርጥ ጭዌ
2026-08-31 07:32:30
1
user1497706670162
one day😁 :
ኧኦረ እየሳቅሁ አለቅቅሁ
2026-08-31 07:13:06
1
865d68
ዛሬስ ምንአሉ? :
እያጨበጨብን ነው
2026-08-31 06:14:46
1
user41921021054077
ጸሰኘከሠጨቀገየ መሀከሸነየ :
አረወይኔ
2026-08-30 16:50:28
1
fecklife8
👉⚔️ዝM⚔️ስትል!!!!!! :
አረ እነብርሀኑ ይመቻቹ😁😁😁😁
2026-08-30 19:15:52
1
zena4825
Zena4825 :
kkkkkkk
2026-08-30 17:30:06
2
mesganw6
mesganw :
ዉyአንችአገር
2026-08-30 20:06:16
1
guna_yewondoch_guday_cr7
ጉና (የወንዶች ጉዳይ) CR7👈 :
አረ ውው😂😂
2026-08-30 17:43:09
3
amyemelu
አምሳያ የdtwa🩷🧡💛 @21# :
ከአካውንት ወደ አካውንት ትራንስፈር 😁😁😁
2026-08-31 05:09:00
2
mak39753
የታመመን ለማከም አካሚዉ ይታከም :
😂😂😂😂
2026-08-30 18:46:44
1
my184109
ፀጋየ የቦረናው :
ተመቸኸኝ አቦ
2026-08-30 23:11:30
1
To see more videos from user @tesfish5711, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Estafet Tongkat Komando Dari Syaikhona Kholil hingga Gus Kikin: Momen penyerahan kembali simbol spiritual Nahdlatul Ulama oleh Dzurriyah Kiai As’ad Syamsul Arifin merawat sanad sejarah yang berusia seabad. SUASANA dalam arena Muktamar mendadak hening ketika gulungan kain pembungkus barang bersejarah itu dibuka. Di atas panggung utama, dua sosok berdiri berhadapan dalam ketakziman yang dalam. KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo menyerahkan sebuah tongkat kayu dan seuntai tasbih tua kepada KH. Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, Ketua Tanfidziyah PBNU. Peristiwa itu bukan sekadar seremoni perantian tampuk kepemimpinan jam'iyyah. Bagi warga nahdliyin, momen tersebut adalah pementasan ulang (reenactment) salah satu episode paling sakral dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama seratus tahun silam. Sebilah tongkat dan tasbih itu adalah warisan legendaris Syaikhona Kholil Bangkalan yang dahulu dikirimkan kepada KH. Hasyim Asy'ari melalui Kiai As'ad Syamsul Arifin pada kurun 1924–1925.
Estafet Tongkat Komando Dari Syaikhona Kholil hingga Gus Kikin: Momen penyerahan kembali simbol spiritual Nahdlatul Ulama oleh Dzurriyah Kiai As’ad Syamsul Arifin merawat sanad sejarah yang berusia seabad. SUASANA dalam arena Muktamar mendadak hening ketika gulungan kain pembungkus barang bersejarah itu dibuka. Di atas panggung utama, dua sosok berdiri berhadapan dalam ketakziman yang dalam. KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo menyerahkan sebuah tongkat kayu dan seuntai tasbih tua kepada KH. Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, Ketua Tanfidziyah PBNU. Peristiwa itu bukan sekadar seremoni perantian tampuk kepemimpinan jam'iyyah. Bagi warga nahdliyin, momen tersebut adalah pementasan ulang (reenactment) salah satu episode paling sakral dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama seratus tahun silam. Sebilah tongkat dan tasbih itu adalah warisan legendaris Syaikhona Kholil Bangkalan yang dahulu dikirimkan kepada KH. Hasyim Asy'ari melalui Kiai As'ad Syamsul Arifin pada kurun 1924–1925. "Tongkat dan tasbih ini adalah sanad isyarah spiritual. Menyerahkannya kembali kepada pemegang mandat kepemimpinan NU hari ini adalah pesan agar jam'iyyah ini tidak pernah lepas dari akar sejarah dan spiritualitas para pendirinya," ujar KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy saat menyerahkan pusaka spiritual tersebut. Dua Tiang Kepemimpinan: Syariat dan Tasawuf Secara historis, penyerahan tongkat dan tasbih memiliki bobot puitis sekaligus politis-keagamaan yang amat kuat. Pada akhir 1924, Kiai As'ad yang saat itu masih menjadi santri muda diutus oleh Syaikhona Kholil Bangkalan untuk berjalan kaki menuju Tebuireng, Jombang. Ia membawa sebatang tongkat untuk diserahkan kepada KH. Hasyim Asy'ari. Saat menyerahkan tongkat tersebut, As'ad muda membacakan ayat Al-Qur'an dari Surah Thaha ayat 17-23—kisah tentang Tongkat Nabi Musa AS. KH. Hasyim Asy'ari menangis haru menerima isyarah tersebut; ia paham betul gurunya telah memberikan restu mutlak (idzn) untuk mendirikan wadah perjuangan ulama. Tak berhenti di situ, pada pertengahan 1925, Syaikhona Kholil kembali mengutus As'ad untuk mengantarkan seuntai tasbih beserta amalan zikir Asmaul Husna: "Ya Jabbar, Ya Qohhar". As'ad berjalan puluhan kilometer dengan tasbih terkalung di lehernya tanpa berani menyentuhnya dengan tangan, sebuah bentuk kepatuhan (sami'na wa ata'na) dan kesucian niat santri terhadap gurunya. ISYARAH SPIRITUAL PENDIRIAN NU 1. TONGKAT KAYU (1924): Simbol komando, ketegasan syariat, serta penopang perjuangan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah. 2. TASBIH & ZIKIR (1925): Simbol kedalaman tasawuf, benteng keheningan batin, dan ketahanan spiritual menghadapi gejolak zaman. Menjaga Sanad di Abad Kedua Kini, di tangan KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy cucu dari Kiai As'ad Syamsul Arifin tradisi penyerahan isyarah tersebut dihidupkan kembali di hadapan ribuan muktamirin. Kehadiran Gus Kikin sebagai penerima amanah tersebut mempertegas kesinambungan nasab ilmu dan kepemimpinan Tebuireng-Sukorejo-Bangkalan. "Tongkat adalah simbol ketegasan syariat dan kepemimpinan, sedangkan tasbih adalah pondasi zikir dan keheningan batin. Tanpa keduanya, NU hanya akan menjadi jam'iyyah yang kehilangan ruh spiritualnya." Bagi Nahdlatul Ulama yang kini melangkah di abad keduanya, prosesi ini menjadi pengingat keras di tengah modernisasi dan dinamika organisasi: bahwa kmelangkah di abad keduanya, prosesi ini menjadi pengingat keras di tengah modernisasi dan dinamika organisasi: bahwa kekuasaan jam'iyyah tak pernah boleh terpisah dari sanad zikir dan perintah guru. Tongkat telah diserahkan, tasbih telah dikalungkan tugas kepemimpinan baru kini diuji di ranah nyata.

About