@eirval: còn nháp

anhtuyet
anhtuyet
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 30 August 2026 13:35:57 GMT
58748
6662
9
493

Music

Download

Comments

botngone1
🌽ngô bá khí :
xinh nó vừa thui bà
2026-09-12 19:58:41
4
truongho976
Truongnehehe :
Đẹp chanh sã
2026-10-03 12:03:25
0
chanceux.pour.moi
ew ew :
đẹp gi mà đẹp quá z troy
2026-10-03 10:31:04
0
imdagoated369
🅓🅗 ᵈᵉ :
baddiee
2026-08-31 00:59:25
3
aiphoncupits
hưn ăn bột nở :
sieu sớm
2026-08-30 13:45:25
0
trucly13.9
trly. :
2026-08-31 15:11:04
0
ud.lxdudoo
VềThấy NỗiBuồn HômNay GhéChơi☂ :
2026-08-30 13:44:41
0
kazuhayeudang
ln :
đừng quay mặt đi nha chị
2026-10-03 07:16:00
0
iembe2409
• :
🥰🥰🥰
2026-08-30 13:38:36
0
To see more videos from user @eirval, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Penjelasan 👇🏻  - Kutipan dari Hubert Reeves ini mengandung kritik mendalam terhadap ironi, paradoks, dan ketidakkonsistenan perilaku manusia dalam menjaga kelestarian bumi. Berikut adalah penjelasan poin-poin penting dari kutipan tersebut: 1. Manusia sebagai
Penjelasan 👇🏻 - Kutipan dari Hubert Reeves ini mengandung kritik mendalam terhadap ironi, paradoks, dan ketidakkonsistenan perilaku manusia dalam menjaga kelestarian bumi. Berikut adalah penjelasan poin-poin penting dari kutipan tersebut: 1. Manusia sebagai "Spesies Paling Gila" Hubert Reeves, yang merupakan seorang astrofisikawan sekaligus aktivis lingkungan, menggunakan kata "gila" bukan dalam arti klinis, melainkan sebagai satir atau sindiran atas ketidaklogisan perilaku manusia. Manusia dianugerahi akal budi tinggi, namun sering kali mengambil keputusan jangka pendek yang merusak masa depan dan ruang hidupnya sendiri. 2. Paradoks Menyembah yang Tak Terlihat tapi Merusak yang Terlihat Ada kontradiksi besar dalam cara manusia menaruh rasa hormat: Menyembah Tuhan yang tidak terlihat: Manusia membangun tempat ibadah, berdoa, dan mengaku sangat mencintai serta takut kepada Sang Pencipta. Menghancurkan alam yang terlihat: Di saat yang sama, manusia secara nyata mengeksploitasi hutan, mencemari lautan, dan merusak ekosistem demi keserakahan ekonomi. Manusia dengan mudah mengabaikan mahakarya visual yang ada langsung di depan mata mereka. 3. Ketidaksadaran akan Kesatuan Penciptaan Poin utama dari kutipan ini adalah kelalaian spiritual dan ekologis. Reeves ingin mengingatkan bahwa jika seseorang benar-benar beriman dan menghormati Tuhan, ia seharusnya juga menjaga dan menghormati alam semesta. Merusak alam ciptaan-Nya sama saja dengan menghina atau menodai keagungan Pencipta itu sendiri. Secara keseluruhan, kutipan ini menjadi refleksi kuat agar manusia mengubah cara pandangnya terhadap lingkungan, beralih dari sikap eksploitatif menjadi menjaga bumi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual yang nyata. - Siapa itu Hubert Reeves ? Hubert Reeves adalah seorang astrofikawan, kosmolog, pemopuler sains, dan aktivis lingkungan terkemuka berkebangsaan Prancis-Kanada. Ia dikenal luas karena kemampuannya yang luar biasa dalam menerjemahkan konsep-konsep alam semesta yang rumit menjadi bahasa yang puitis dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.Berikut adalah beberapa poin penting mengenai kehidupan dan kariernya: Latar Belakang Akademik: Lahir di Montreal, Kanada pada 13 Juli 1932, Reeves menempuh pendidikan fisika di Université de Montréal dan McGill University, sebelum akhirnya meraih gelar Ph.D. dari Cornell University pada tahun 1960. Kontribusi Ilmiah & NASA: Ia pernah bekerja sebagai penasihat ilmiah untuk NASA pada awal tahun 1960-an dan menjadi Direktur Penelitian di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) sejak tahun 1965. Penelitian utamanya berfokus pada nukleosintesis bintang (bagaimana elemen kimia terbentuk di dalam bintang). Penyuluh Sains Populer: Reeves menjadi tokoh ikonik di media berbahasa Prancis karena buku-buku populernya yang laris, seperti "Patience dans l'azur" (Kesabaran di Langit Biru) dan "Poussières d'étoiles" (Debu-Debu Bintang). Ia sering dijuluki sebagai "penyair alam semesta". Aktivisme Lingkungan: Di paruh kedua hidupnya, ia mendedikasikan diri untuk menyuarakan perlindungan keanekaragaman hayati dan melawan perubahan iklim. Ia menjabat sebagai presiden asosiasi "Humanité et Biodiversité" (Kemanusiaan dan Keanekaragaman Hayati) di Prancis. Penghargaan Tinggi: Atas jasa-jasanya bagi dunia ilmu pengetahuan, ia dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Medali Albert Einstein pada tahun 2001 dan penghargaan Legion of Honour dari pemerintah Prancis. Hubert Reeves meninggal dunia di Paris pada 13 Oktober 2023 di usia 91 tahun, meninggalkan warisan pemikiran yang menjembatani keindahan kosmos dengan urgensi menjaga bumi. #tokoh #sejarah #sains #hubertreeves

About