@tng.n5227: Tui cần trọng tài , rút thẻ đỏ cho mấy ông cố chủ thầu đuổi ra dùm tui 🤣

Tuấn Hay Đi 😎
Tuấn Hay Đi 😎
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 30 August 2026 14:41:26 GMT
128
3
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tng.n5227, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suara Letusan Krakatau 1883 yang Terdengar Hingga Alice Springs, Australia Pada pagi hari 27 Agustus 1883, ledakan puncak letusan Krakatau di Selat Sunda menghasilkan suara yang diperkirakan mencapai 310 desibel di sumbernya, menjadikannya suara terkeras yang pernah tercatat di permukaan Bumi, dengan gelombang bunyinya terdengar hingga sejauh 3.600 kilometer di Alice Springs, Australia tengah, tempat para penggembala domba melaporkan mendengar dentuman menyerupai dua kali tembakan senapan dari jarak jauh, sementara dentuman susulan turut terdengar hingga Perth di pantai barat Australia dan sejauh 4.780 kilometer di Pulau Rodrigues dekat Mauritius, sebagaimana penduduk setempat menggambarkannya sebagai suara tembakan meriam dari kapal terdekat. Perjalanan panjang gelombang suara ini dimungkinkan karena letusan menghasilkan gelombang infrasonik berfrekuensi sangat rendah, di bawah ambang pendengaran manusia normal, yang mampu merambat melalui atmosfer dengan kehilangan energi jauh lebih kecil dibandingkan suara berfrekuensi tinggi. Peristiwa ini turut tercatat oleh lebih dari lima puluh stasiun barograf, alat pengukur tekanan udara kontinu, di seluruh dunia yang dikumpulkan Royal Society London, menunjukkan gelombang tekanan udara akibat letusan tersebut mengelilingi Bumi sedikitnya tiga setengah kali dalam lima hari, sebuah rekaman ilmiah yang hingga kini masih menjadi rujukan utama para peneliti dalam mempelajari perambatan gelombang atmosfer berskala planet, termasuk untuk menginterpretasikan peristiwa serupa seperti letusan Hunga Tonga pada 2022.
Suara Letusan Krakatau 1883 yang Terdengar Hingga Alice Springs, Australia Pada pagi hari 27 Agustus 1883, ledakan puncak letusan Krakatau di Selat Sunda menghasilkan suara yang diperkirakan mencapai 310 desibel di sumbernya, menjadikannya suara terkeras yang pernah tercatat di permukaan Bumi, dengan gelombang bunyinya terdengar hingga sejauh 3.600 kilometer di Alice Springs, Australia tengah, tempat para penggembala domba melaporkan mendengar dentuman menyerupai dua kali tembakan senapan dari jarak jauh, sementara dentuman susulan turut terdengar hingga Perth di pantai barat Australia dan sejauh 4.780 kilometer di Pulau Rodrigues dekat Mauritius, sebagaimana penduduk setempat menggambarkannya sebagai suara tembakan meriam dari kapal terdekat. Perjalanan panjang gelombang suara ini dimungkinkan karena letusan menghasilkan gelombang infrasonik berfrekuensi sangat rendah, di bawah ambang pendengaran manusia normal, yang mampu merambat melalui atmosfer dengan kehilangan energi jauh lebih kecil dibandingkan suara berfrekuensi tinggi. Peristiwa ini turut tercatat oleh lebih dari lima puluh stasiun barograf, alat pengukur tekanan udara kontinu, di seluruh dunia yang dikumpulkan Royal Society London, menunjukkan gelombang tekanan udara akibat letusan tersebut mengelilingi Bumi sedikitnya tiga setengah kali dalam lima hari, sebuah rekaman ilmiah yang hingga kini masih menjadi rujukan utama para peneliti dalam mempelajari perambatan gelombang atmosfer berskala planet, termasuk untuk menginterpretasikan peristiwa serupa seperti letusan Hunga Tonga pada 2022.

About