@laidaily255: Lần đầu tiên làm "vê lốc" của tui 😁😁 Tone cam nâu này hợp với tui không mấy bà? #laidaily #makeupcanhan

Lài Daily
Lài Daily
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 30 August 2026 14:56:16 GMT
81047
1921
34
79

Music

Download

Comments

fbphanhang1
HangPhan(aff) :
Ngày t đợi bả đi học cũng tới
2026-08-30 15:03:30
29
zhu.jin.zhu
Zhu Jin Zhu :
Học ở đâu cưng
2026-09-26 06:42:46
0
huynie306
huynie à :
Buổi 1 đâu
2026-08-31 13:03:51
2
nhudang.review
Như Đặng ✨🙋🏻‍♀️ :
Xinh quá bà ui
2026-10-01 11:37:51
0
thuyduyen927
Diên Diên :
Khúc này xinh lắm nè 😍
2026-08-31 18:29:49
2
betem193
Mia🍓👀 :
C học phối đồ theo dáng người của c đi c
2026-08-30 18:05:27
3
pipi240801
Tâm Đoan :
Chỗ nika lúc trc e cũng chụp hình cưới á
2026-10-08 05:05:57
0
yne.changie
𝒀𝒆̂́𝒏 𝑻𝒓𝒂𝒏𝒈 🎀 :
nhiêu 1 khoá c
2026-08-30 15:22:23
1
psilocybin.ft
Như Bình Xinh :
C ơi review về khoá makeup cá nhân vs c
2026-08-31 05:01:16
2
tietphtrinh.97____
Bamby Trinh 💜 :
Bà học Nika nè , chỗ tui chụp ảnh cưới
2026-09-27 23:58:38
0
nguyenkimi
Nguyên nè!☘️ :
Em ở RG hả
2026-08-31 04:23:27
1
nganle454
Ngânn Ngân 🙂👌🎧📱 :
💓💓💓💓
2026-09-01 17:16:56
0
mebekendt
❤ Diễm Trang - Mẹ bé Ken ❤ :
xinh quá b
2026-08-30 16:01:47
1
nguyenem555
Shop nguyên kem 19 :
❤️
2026-08-31 08:27:42
0
hen101198
Happy Hen :
C ở rạch giá hả này nikka nè
2026-08-30 15:06:50
1
tien100615
_tien_ :
cj ơi cj cs phải đóng phim trái cấm kh dọ
2026-08-31 08:34:27
2
thu.thao98888
Pé Thảo :
sao nhìn bả ra Dương Ái Vy ta😆😆
2026-08-31 02:11:32
1
To see more videos from user @laidaily255, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Seonghyeon bukan tipe laki-laki yang gampang jatuh cinta. Setidaknya, itu yang dia pikirkan sebelum mengenalmu. Sebelum ada kamu, dia bahkan sering menertawakan orang-orang yang rela melakukan hal bodoh hanya demi seseorang. Menurutnya, cinta itu cuma perasaan sementara yang bikin manusia kehilangan logika. Sampai akhirnya dia sendiri yang kehilangan logika itu. Sejak menyukaimu, Seonghyeon berubah menjadi manusia paling aneh yang pernah kamu kenal. Kamu baru membalas chat lima menit kemudian, dia sudah mengirim pesan kedua. “Lama.” “Lagi ngapain?” “Jangan bilang sama orang lain.” Padahal kamu cuma sedang mandi. Kalau ada laki-laki yang terlalu lama ngobrol denganmu, Seonghyeon akan muncul entah dari mana. Berdiri di sampingmu dengan wajah datar, lalu tiba-tiba ikut masuk ke percakapan seolah dia memang bagian dari obrolan. “Dia dicariin.” Kamu menoleh. “Sama siapa?” “Sama gue.” “Kenapa?” Seonghyeon diam sebentar. “Lupa.” Asbun. Tapi anehnya, dia selalu berhasil membawamu pergi. Yang paling menyebalkan, Seonghyeon sama sekali nggak merasa dirinya posesif. Saat teman-temannya bilang dia cemburuan, dia malah santai. “Gue cuma menjaga aset.” “Aset apaan?” Seonghyeon menunjukmu yang sedang makan di kejauhan. “Itu.” Kamu hampir tersedak. Hari demi hari, kebiasaan itu terus berlanjut. Dia selalu tahu jadwalmu. Tahu makanan yang kamu suka. Tahu minuman yang biasanya kamu beli. Bahkan tahu kalau kamu sedang bad mood hanya dari cara kamu mengetik. Dan setiap kali kamu bertanya kenapa dia begitu perhatian, jawabannya selalu sama. “Biar nanti kalau kita nikah, gue nggak kaget.” “SIAPA YANG MAU NIKAH SAMA LO?!” “Ya kamu.” “Siapa bilang?” “Belum ada.” “Terus?” “Kan bisa diusahakan.” Seolah menikah denganmu adalah proyek kelompok yang tinggal menunggu persetujuan. Awalnya kamu menganggap semuanya bercanda. Sampai suatu hari seseorang menyatakan perasaannya padamu. Kamu belum sempat memberikan jawaban ketika Seonghyeon tiba-tiba datang. Dia tidak marah. Tidak membuat keributan. Bahkan wajahnya tetap tenang. Dia hanya berdiri di sampingmu dan berkata, “Kalau mau deketin dia, antre.” Kamu melotot. “Seonghyeon!” “Apa?” “Gue bukan barang!” “Iya. Makanya gue nggak bilang lo barang.” “Terus kenapa ngomong kayak gitu?” Dia menatapmu lama. Kali ini tidak ada senyum jahil. Tidak ada asbun. “Karena gue serius.” Untuk pertama kalinya, kamu benar-benar diam. Seonghyeon menarik napas pelan. “Gue tahu gue nyebelin. Gue tahu gue terlalu ikut campur. Tapi gue juga tahu satu hal.” Dia menatapmu tepat di mata. “Gue nggak mau cuma jadi orang yang selalu ada di samping lo sementara orang lain yang akhirnya dapetin lo.” Jantungmu mendadak berantakan. “Terus lo mau apa?” Seonghyeon tersenyum kecil. “Lo.” Jawabannya sederhana. Terlalu sederhana untuk semua kekacauan yang sudah dia buat. Dan mungkin karena selama ini kamu memang sudah terbiasa dengan keberadaannya, kamu baru sadar bahwa setiap kali kamu membutuhkan seseorang, nama pertama yang muncul di kepalamu selalu Seonghyeon. Bahkan tanpa sadar, kamu selalu mencari wajahnya di tengah keramaian. Menunggu chat darinya. Mencari alasan untuk tetap bersamanya lebih lama. Mungkin kamu hanya terlalu lama menganggap semua perhatian itu sebagai kebiasaan. Padahal jauh di dalam hati, kamu sudah nyaman menjadi seseorang yang selalu dia cari. Jadi ketika akhirnya kamu mengangguk, dia malah terdiam. “Serius?” Kamu mengangguk lagi. Seonghyeon langsung tersenyum lebar. “Anjir. Berhasil juga.” “Kok kayak menang taruhan?” “Bukan.” Dia menahan tawa, lalu menggenggam tanganmu. “Ini lebih penting.” Sejak hari itu, tidak ada lagi yang perlu dia rebut. Karena untuk pertama kalinya, kamu memang memilihnya. Dan Seonghyeon? Dia tetap posesif. Bedanya, sekarang dia punya alasan resmi. “Jangan jauh-jauh.” “Kenapa?” “Pacar gue soalnya.” Untuk pertama kalinya, kalimat yang selama ini cuma jadi asbun itu benar-benar menjadi kenyataan. (oneshot).  #pov #seonghyeon #cortis #fyp #foryoupage
POV: Seonghyeon bukan tipe laki-laki yang gampang jatuh cinta. Setidaknya, itu yang dia pikirkan sebelum mengenalmu. Sebelum ada kamu, dia bahkan sering menertawakan orang-orang yang rela melakukan hal bodoh hanya demi seseorang. Menurutnya, cinta itu cuma perasaan sementara yang bikin manusia kehilangan logika. Sampai akhirnya dia sendiri yang kehilangan logika itu. Sejak menyukaimu, Seonghyeon berubah menjadi manusia paling aneh yang pernah kamu kenal. Kamu baru membalas chat lima menit kemudian, dia sudah mengirim pesan kedua. “Lama.” “Lagi ngapain?” “Jangan bilang sama orang lain.” Padahal kamu cuma sedang mandi. Kalau ada laki-laki yang terlalu lama ngobrol denganmu, Seonghyeon akan muncul entah dari mana. Berdiri di sampingmu dengan wajah datar, lalu tiba-tiba ikut masuk ke percakapan seolah dia memang bagian dari obrolan. “Dia dicariin.” Kamu menoleh. “Sama siapa?” “Sama gue.” “Kenapa?” Seonghyeon diam sebentar. “Lupa.” Asbun. Tapi anehnya, dia selalu berhasil membawamu pergi. Yang paling menyebalkan, Seonghyeon sama sekali nggak merasa dirinya posesif. Saat teman-temannya bilang dia cemburuan, dia malah santai. “Gue cuma menjaga aset.” “Aset apaan?” Seonghyeon menunjukmu yang sedang makan di kejauhan. “Itu.” Kamu hampir tersedak. Hari demi hari, kebiasaan itu terus berlanjut. Dia selalu tahu jadwalmu. Tahu makanan yang kamu suka. Tahu minuman yang biasanya kamu beli. Bahkan tahu kalau kamu sedang bad mood hanya dari cara kamu mengetik. Dan setiap kali kamu bertanya kenapa dia begitu perhatian, jawabannya selalu sama. “Biar nanti kalau kita nikah, gue nggak kaget.” “SIAPA YANG MAU NIKAH SAMA LO?!” “Ya kamu.” “Siapa bilang?” “Belum ada.” “Terus?” “Kan bisa diusahakan.” Seolah menikah denganmu adalah proyek kelompok yang tinggal menunggu persetujuan. Awalnya kamu menganggap semuanya bercanda. Sampai suatu hari seseorang menyatakan perasaannya padamu. Kamu belum sempat memberikan jawaban ketika Seonghyeon tiba-tiba datang. Dia tidak marah. Tidak membuat keributan. Bahkan wajahnya tetap tenang. Dia hanya berdiri di sampingmu dan berkata, “Kalau mau deketin dia, antre.” Kamu melotot. “Seonghyeon!” “Apa?” “Gue bukan barang!” “Iya. Makanya gue nggak bilang lo barang.” “Terus kenapa ngomong kayak gitu?” Dia menatapmu lama. Kali ini tidak ada senyum jahil. Tidak ada asbun. “Karena gue serius.” Untuk pertama kalinya, kamu benar-benar diam. Seonghyeon menarik napas pelan. “Gue tahu gue nyebelin. Gue tahu gue terlalu ikut campur. Tapi gue juga tahu satu hal.” Dia menatapmu tepat di mata. “Gue nggak mau cuma jadi orang yang selalu ada di samping lo sementara orang lain yang akhirnya dapetin lo.” Jantungmu mendadak berantakan. “Terus lo mau apa?” Seonghyeon tersenyum kecil. “Lo.” Jawabannya sederhana. Terlalu sederhana untuk semua kekacauan yang sudah dia buat. Dan mungkin karena selama ini kamu memang sudah terbiasa dengan keberadaannya, kamu baru sadar bahwa setiap kali kamu membutuhkan seseorang, nama pertama yang muncul di kepalamu selalu Seonghyeon. Bahkan tanpa sadar, kamu selalu mencari wajahnya di tengah keramaian. Menunggu chat darinya. Mencari alasan untuk tetap bersamanya lebih lama. Mungkin kamu hanya terlalu lama menganggap semua perhatian itu sebagai kebiasaan. Padahal jauh di dalam hati, kamu sudah nyaman menjadi seseorang yang selalu dia cari. Jadi ketika akhirnya kamu mengangguk, dia malah terdiam. “Serius?” Kamu mengangguk lagi. Seonghyeon langsung tersenyum lebar. “Anjir. Berhasil juga.” “Kok kayak menang taruhan?” “Bukan.” Dia menahan tawa, lalu menggenggam tanganmu. “Ini lebih penting.” Sejak hari itu, tidak ada lagi yang perlu dia rebut. Karena untuk pertama kalinya, kamu memang memilihnya. Dan Seonghyeon? Dia tetap posesif. Bedanya, sekarang dia punya alasan resmi. “Jangan jauh-jauh.” “Kenapa?” “Pacar gue soalnya.” Untuk pertama kalinya, kalimat yang selama ini cuma jadi asbun itu benar-benar menjadi kenyataan. (oneshot). #pov #seonghyeon #cortis #fyp #foryoupage

About