@laura.valentina90: #feid#bucaramanga #ryancastro #fyp El mejor concierto ❤️‍🔥🫠. @RYAN CASTRO

laura.valentina90
laura.valentina90
Open In TikTok:
Region: CO
Sunday 30 August 2026 17:57:29 GMT
139967
21804
60
640

Music

Download

Comments

marisj1963
Marisj1963 :
el awoo y el wow se juntó el ganao mis chicos 🥰🥰💚♥️💚♥️💚♥️💚
2026-08-31 18:45:27
73
datoanonimo
datoanonimo :
Es idea mía o el video no tiene nada que ver con la canción?
2026-09-02 18:22:26
17
babyfannyy
Fannybaby :
ufff🔥😈💖✨️que chimba verlos juntos
2026-08-31 05:47:20
16
negritaramirez27
Vero Rmz 🖤✨ :
mi novio y mi esposo juntos
2026-09-04 03:03:31
9
kx.renn
k 🪷. :
omggg que envidia
2026-08-31 20:56:58
4
ambarita1552
ambarita1# :
me emcanta esta cancion para bandida d karol😂😂
2026-09-09 00:58:11
1
violetamiryanugaldeespi2
violeta mirryan :
que bellos 💚💚💚💚💚
2026-08-31 16:00:30
3
servipatas
Ysabel Liza ✨🪽 :
se la viven ambos 😂
2026-09-10 06:48:41
1
jnarvaez9
J O R G E :
wowww
2026-09-01 19:06:57
1
usuario.no.encontr4055
usuario desconocido :
como un romance de infancia 💚🎧
2026-09-01 04:24:04
1
saritarodrguez70
sara :
Me encantan éstos dos 😻 qu vibra
2026-09-08 20:01:14
0
bradastejr6
bradastejr :
🥰🥰 esonferid no se deje y sigala rompiendo🥰🥰
2026-09-08 07:08:04
0
To see more videos from user @laura.valentina90, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di depan gerbang dunia bawah yang menjulang seperti rahang raksasa, Hades tidak lagi duduk di singgasananya. Ia berdiri. Tepat di ambang batas antara kegelapan dan kehampaan. Tubuhnya tegak, jubah hitamnya jatuh berat menyentuh lantai batu yang dingin. Aura kekuasaannya terasa lebih nyata di sini—bukan sebagai hakim yang jauh, tetapi sebagai penjaga gerbang yang tak bisa ditawar. Matanya menyala redup, mengawasi setiap jiwa yang datang dengan ketenangan yang mengintimidasi. Di sampingnya, berdiri makhluk penjaga yang jauh lebih mengerikan. Cerberus. Tubuhnya besar seperti bayangan gunung, bulunya gelap kusam seperti arang mati. Tiga kepalanya bergerak berbeda arah—satu menggeram pelan ke arah kegelapan luar, satu mengendus jiwa yang baru datang, dan satu lagi menatap lurus ke dalam gerbang, memastikan tak ada yang lolos. Air liur menetes dari taring-taringnya, jatuh ke tanah dan menguap menjadi asap tipis. Setiap napasnya berat, seperti gema dari dalam perut bumi. Ketika sebuah jiwa digiring mendekat, langkahnya langsung terhenti. Bukan oleh perintah. Tapi oleh rasa takut yang mencekik. Cerberus mendekat perlahan, salah satu kepalanya menunduk hingga hampir menyentuh wajah jiwa itu. Ia mengendus dalam-dalam—seolah membaca seluruh riwayat hidup hanya dari aroma keberadaan. Kepala lainnya mulai menggeram, suara rendah yang bergetar seperti gempa kecil. Hades tidak bergerak. Namun kehadirannya sendiri sudah cukup untuk menghakimi. Satu gerakan kecil dari tangannya— Cerberus langsung mundur setengah langkah, tapi tetap siaga. Gerbang di belakang mereka terbuka sedikit lebih lebar, mengeluarkan hembusan udara dingin yang membawa suara jeritan jauh di dalam sana. Ini bukan sekadar pintu masuk. Ini adalah titik tanpa kembali. Hades menatap jiwa itu untuk terakhir kalinya—tatapan yang bukan marah, bukan iba, tapi mutlak. Keputusan sudah pasti. Cerberus bergeser, memberi jalan… hanya untuk masuk. Tak pernah untuk keluar. #horrormedia #horrortiktok #cerberus #hades #grimreaper
Di depan gerbang dunia bawah yang menjulang seperti rahang raksasa, Hades tidak lagi duduk di singgasananya. Ia berdiri. Tepat di ambang batas antara kegelapan dan kehampaan. Tubuhnya tegak, jubah hitamnya jatuh berat menyentuh lantai batu yang dingin. Aura kekuasaannya terasa lebih nyata di sini—bukan sebagai hakim yang jauh, tetapi sebagai penjaga gerbang yang tak bisa ditawar. Matanya menyala redup, mengawasi setiap jiwa yang datang dengan ketenangan yang mengintimidasi. Di sampingnya, berdiri makhluk penjaga yang jauh lebih mengerikan. Cerberus. Tubuhnya besar seperti bayangan gunung, bulunya gelap kusam seperti arang mati. Tiga kepalanya bergerak berbeda arah—satu menggeram pelan ke arah kegelapan luar, satu mengendus jiwa yang baru datang, dan satu lagi menatap lurus ke dalam gerbang, memastikan tak ada yang lolos. Air liur menetes dari taring-taringnya, jatuh ke tanah dan menguap menjadi asap tipis. Setiap napasnya berat, seperti gema dari dalam perut bumi. Ketika sebuah jiwa digiring mendekat, langkahnya langsung terhenti. Bukan oleh perintah. Tapi oleh rasa takut yang mencekik. Cerberus mendekat perlahan, salah satu kepalanya menunduk hingga hampir menyentuh wajah jiwa itu. Ia mengendus dalam-dalam—seolah membaca seluruh riwayat hidup hanya dari aroma keberadaan. Kepala lainnya mulai menggeram, suara rendah yang bergetar seperti gempa kecil. Hades tidak bergerak. Namun kehadirannya sendiri sudah cukup untuk menghakimi. Satu gerakan kecil dari tangannya— Cerberus langsung mundur setengah langkah, tapi tetap siaga. Gerbang di belakang mereka terbuka sedikit lebih lebar, mengeluarkan hembusan udara dingin yang membawa suara jeritan jauh di dalam sana. Ini bukan sekadar pintu masuk. Ini adalah titik tanpa kembali. Hades menatap jiwa itu untuk terakhir kalinya—tatapan yang bukan marah, bukan iba, tapi mutlak. Keputusan sudah pasti. Cerberus bergeser, memberi jalan… hanya untuk masuk. Tak pernah untuk keluar. #horrormedia #horrortiktok #cerberus #hades #grimreaper

About