@o.liveirayzz:

𝒹𝓊𝒹𝒶
𝒹𝓊𝒹𝒶
Open In TikTok:
Region: BR
Monday 31 August 2026 01:28:41 GMT
31046
4320
13
23

Music

Download

Comments

elbermarinhooff
unknown :
2026-09-02 00:50:04
0
mlk_gmt016
Guilherme Torres🎭 :
🥰🥰
2026-09-01 08:54:03
0
djdossantos89
Ari🍀 :
🙂
2026-09-01 00:02:55
0
vitoreduardodasil52
Vitor. :
🥰🥰
2026-08-31 18:13:27
1
To see more videos from user @o.liveirayzz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Televisi menjadi satu-satunya suara yang mengisi keheningan. Malam yang dingin, dengan suasana lebih gelap dari biasanya. Rembulan bundar sempurna, tampak dari kaca yang kamu buka sedikit di ruang tengah. Satu berita memenuhi layar, dan kamu menatap fokus. Datar, tanpa ekspresi apa pun.
POV: Televisi menjadi satu-satunya suara yang mengisi keheningan. Malam yang dingin, dengan suasana lebih gelap dari biasanya. Rembulan bundar sempurna, tampak dari kaca yang kamu buka sedikit di ruang tengah. Satu berita memenuhi layar, dan kamu menatap fokus. Datar, tanpa ekspresi apa pun. "Kembali ditemukan korban dengan alasan kem*tian yang sama dari Universitas Exetry. Pisau menancap di dada serta tusukan di beberapa tempat." Berita utama dikutip dari berbagai channel televisi. Kamu memejamkan mata sejenak, menarik napas dalam, lalu mematikan layar. Jaket jeans tipis kamu ambil, jendela kamu tutup, kemudian bergegas keluar. ** "Univ ditutup sementara. Dicurigai pelakunya dari kampus, karena korbannya anak dalam semua." Rita—teman dari fakultas yang sama denganmu berucap di cafe tempat kalian bertemu—bersama yang lain. Desas-desus ini sudah menyebar sejak lama, dan tentunya menimbulkan rasa penasaran yang makin kuat. Janggal, juga sudah terlalu lama dibiarkan. "Yang dicurigai jadi tiga orang itu?" tanyamu membuat semua mata tertuju ke arahmu. "Iya. Jay anak teknik yang katanya nggak beres mulai jadi maba. Jungwon, anak hukum yang dicurigai karena terlalu banyak tau. Dan Pak Jake—dosen muda, dicurigai karena punya hubungan dengan keempat korban," jelas yang lain seraya membaca berita dari layar ponsel. "Kayaknya rasa penasaran kita harus berhenti di sini, sebelum semuanya makin bahaya dan jadi bumerang untuk diri sendiri." Matamu mulai menatap mereka satu per satu. Langsung dapat anggukan setuju dari semua orang. Kalian anak hukum, yang entah mengapa begitu tertarik dengan semua spekulasi kasus ini sejak awal. Yang katanya pembunuhan atas dasar hasrat—karena korbannya semua perempuan. Sampai pembalasan dendam karena koneksi kuat yang dimiliki keempat korban dengan 'petinggi' kampus. Semua kalian bahas, melegakan rasa penasaran yang makin kuat. Dan hari ini dengan korban keempat yang baru ditemukan, kalian memutuskan untuk menyerah. Memilih untuk tidak lagi terlibat dalam hal yang terlalu berisiko. ** Korban ke-lima. Mahasiswi fakultas ekonomi, dengan tusukan di dada dan sayatan di tangan kanan. Lagi. Dicurigai pelaku yang sama. Karena simbol "J" yang sebelumnya selalu ditinggalkan sebagai 'tanda pengenal' juga ada di sana—di rumah korban ditemukan. Kamu menyilangkan kaki di sofa, dengan tatapan yang sama. Fokus ke televisi tanpa ekspresi. Hanya helaan napas panjang yang terdengar. Pintu diketuk keras. Memaksa untuk dibuka segera. Kamu berjalan santai ke arah depan. Rita di sana. Wajah pucat, napas terengah, dan raut gelisah. "Kenapa?" tanyamu santai. "Nyawa gue dalam bahaya, (y/n)!" balasnya terlihat ketakutan. Kamu membuka pintu lebih lebar, membiarkannya masuk lebih dulu. Kalian duduk di sofa, kamu tuangkan segelas air untuknya, menenangkan temanmu sebelum bercerita lebih lanjut. "Vanya—yang baru meninggal itu habis ngomongin tentang 'petinggi' sama gue! Dia sepupu gue, dan dia meninggal setelah ketahuan sebagai anak haram dosen informatika selama ini." Suaranya gelagapan, dengan wajah yang makin gelisah. "Petinggi? Jadi, lo selama ini juga...?" ucapanmu menggantung. "Iya! Gue selalu rahasia in identitas orang tua gue. Papa gue itu orang yang disanjung semua orang sebagai donatur utama (y/n). Dan kita dalam bahaya karena pengkhianatan papa lima belas tahun lalu bakal terbongkar." Kamu mencerna sejenak. Donatur umum dengan citra paling baik di kampus selama ini ternyata seorang pengkhianat? Lebih kagetnya lagi, Rita anak semata mayang yang selalu disembunyikan itu. "Satu lagi. Pak Jake—dosen itu pelakunya! Sumpah demi Tuhan gue lihat sendiri dia pergi dari apart Vanya..." Kamu diam, menatap wajahnya lebih dalam. Sudut bibirmu terangkat, menampakkan senyum miring ke arah gadis itu. "Jadi... kamu udah tau, ya?" Suara berat terdengar dari belakang. Jake berdiri di sana. Langkahnya pasti, maju perlahan ke arah kalian. Tersenyum simpul, senyum ramah yang selalu ia tujukan kepada semua orang. (Lanjut di part dua ya, agak panjang) #jake #enhypen #pov #fyp

About