@simomontesano_:

simo
simo
Open In TikTok:
Region: AR
Monday 31 August 2026 03:57:52 GMT
57
10
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @simomontesano_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lahir di Medan pada tahun 1949, Sukanto Tanoto mengawali perjalanan bisnisnya ketika dia harus mengambilalih tanggung jawab dalam menjalankan bisnis suplai suku cadang milik keluarga karena ayahnya yang sakit.  Sebagai anak tertua dengan enam orang adik yang menjadi tanggung jawabnya, Sukanto Tanoto menyadari begitu besarnya tanggung jawab yang ada dipundaknya. Dengan ketekunan dan kegigihannya, Sukanto Tanoto secara perlahan mulai mampu mendiversikan bisnisnya, dengan mendapatkan kontrak membangun jaringan pipa untuk perusahaan minyak dan gas nasional, Pertamina. Pada awal tahun 1970-an, Sukanto menyadari potensi besar di industri kayu lapis Indonesia. Pada saat itu, Indonesia dikenal sebagai salah satu pengekspor terbesar kayu gelondongan di dunia, namun ironisnya, negara ini hampir tidak memproduksi kayu lapis sama sekali. Sukanto melihat hal ini sebagai anomali yang besar. Dia bertanya pada dirinya sendiri,
Lahir di Medan pada tahun 1949, Sukanto Tanoto mengawali perjalanan bisnisnya ketika dia harus mengambilalih tanggung jawab dalam menjalankan bisnis suplai suku cadang milik keluarga karena ayahnya yang sakit. Sebagai anak tertua dengan enam orang adik yang menjadi tanggung jawabnya, Sukanto Tanoto menyadari begitu besarnya tanggung jawab yang ada dipundaknya. Dengan ketekunan dan kegigihannya, Sukanto Tanoto secara perlahan mulai mampu mendiversikan bisnisnya, dengan mendapatkan kontrak membangun jaringan pipa untuk perusahaan minyak dan gas nasional, Pertamina. Pada awal tahun 1970-an, Sukanto menyadari potensi besar di industri kayu lapis Indonesia. Pada saat itu, Indonesia dikenal sebagai salah satu pengekspor terbesar kayu gelondongan di dunia, namun ironisnya, negara ini hampir tidak memproduksi kayu lapis sama sekali. Sukanto melihat hal ini sebagai anomali yang besar. Dia bertanya pada dirinya sendiri, "Mengapa kita mengekspor kayu gelondongan, tetapi tidak memproduksi kayu lapis sendiri?" Kebanyakan pengusaha pada saat itu lebih memilih menjual kayu gelondongan karena lebih mudah dan cepat menghasilkan uang. Namun, Sukanto berpikir jauh ke depan. Dia menyadari bahwa dengan mengolah kayu gelondongan menjadi produk bernilai tambah seperti kayu lapis, Indonesia bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Dari sinilah, PT RGE (Royal Golden Eagle) lahir, sebuah perusahaan yang kini berkembang menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Asia, dengan operasi di berbagai sektor termasuk pulp dan kertas, kelapa sawit, energi, dan serat viscose. #sukantotanoto #royalgoldeneagle #bisnis #entrepreneur

About