@caacaaajaaa:

caacaaa
caacaaa
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 31 August 2026 04:50:09 GMT
1168
38
0
5

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @caacaaajaaa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#deeppurple #blind #70s #80s #nostalgia  Lagu
#deeppurple #blind #70s #80s #nostalgia Lagu "When a Blind Man Cries" milik Deep Purple adalah salah satu lagu ballad blues-rock paling emosional dan melankolis dalam sejarah musik rock. Di balik keindahan melodinya, terdapat kisah unik, ketegangan antar-personel, serta makna mendalam yang jarang diketahui orang. Fakta menarik di balik lagu "When a Blind Man Cries": 1. Dibuang dari Album Utama karena Ego GitarisMeskipun direkam pada Desember 1971 selama sesi pembuatan album mahakarya mereka, Machine Head, lagu ini tidak dimasukkan ke dalam album tersebut. Alasan utamanya adalah karena sang gitaris legendaris, Ritchie Blackmore, sangat tidak menyukai lagu ini. Akibatnya, lagu ini "dibuang" dan hanya dirilis sebagai Sisi-B (B-side) dari singel "Never Before" pada Maret 1972.2. Dilarang Dimainkan secara Live selama 21 Tahun Ritchie Blackmore memiliki kendali yang sangat kuat dalam band. Karena ketidaksukaannya, ia menolak keras untuk memainkan lagu ini di atas panggung selama ia berada di Deep Purple. Selama era 1970-an hingga awal 1990-an, lagu ini hampir tidak pernah dibawakan secara langsung. Pengecualian langka terjadi pada 6 April 1972 di Quebec, Kanada, ketika Blackmore jatuh sakit dan posisinya digantikan sementara oleh gitaris band Spirit, Randy California. Baru pada tahun 1993, setelah Blackmore resmi keluar dari band dan digantikan sementara oleh Joe Satriani (lalu secara permanen oleh Steve Morse), lagu ini akhirnya bebas masuk ke dalam daftar lagu konser (setlist) utama Deep Purple. 3. Makna Metafora tentang "Penderitaan yang Sunyi"Menurut sang vokalis, Ian Gillan, frasa "When a blind man cries" (ketika seorang tunanetra menangis) adalah sebuah metafora yang sangat menyedihkan. Gillan menjelaskan bahwa orang-orang yang memiliki keterbatasan atau bernasib malang justru cenderung jarang mengeluh dibandingkan mereka yang sehat dan beruntung. Jadi, ketika seorang tunanetra sampai menangis, itu berarti penderitaan atau rasa sakit yang dialaminya sudah benar-benar berada di titik puncak terdalam.

About