@maliqhiu: Dari sebuah buku yang berpindah tangan, lahir percakapan, dari percakapan lahir kesadaran, dan dari kesadaran lahir keberanian untuk mengubah keadaan. Kita perlu tahu, republik ini dulu pernah lahir dari keberanian semacam itu, dari imajinasi para pembaca buku. Dari sana pula kita bisa ikut melanjutkan keberanian untuk membayangkan Indonesia dalam alam pikiran founding parents kita. Bahkan, yang lebih mungkin lagi, petani yang membaca politik dan sejarah di malam hari, ibu-ibu warung yang menulis kritik ekonomi politik setelah menghitung uang receh, pekerja yang membaca dan menggugat kontrak kerja yang zalim, atau anak-anak yang baru belajar membaca namun sudah berani menulis surat protes kepada presiden yang tantrum "menye-menye" di atas pesawat. Selama ada pembaca buku, selama itu pula republik ini masih bisa dibayangkan dan dibentuk kembali. Karena kalau perlu, dan memang perlu, rakyatlah yang mencerdaskan kehidupan negara dengan membaca, lalu mengubah pengetahuan menjadi kritik, kritik menjadi protes, dan protes menjadi keberanian untuk melawan kekuasaan yang zalim, bodoh akut, dan takut terhadap buku.

maliqhiu
maliqhiu
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 31 August 2026 07:31:30 GMT
11633
1566
8
75

Music

Download

Comments

mitra.plompong
adalah doa :
Banyak founding father/mother kita yang punya latar belakang sebagai wartawan, jurnalis, penulis, atau kontributor surat kabar. Sekarang profesi itu justru dicap sebagai londo ireng, ironis. Wartawan dan rekanannya justru jadi penggerak dan penyambung ide dari mereka yang beruntung berpendidikan tinggi dengan rakyat. Dan sebaliknya, mereka memotret kondisi rakyat senyata mungkin sebagai bahan bakar perjuangan, menyusun strategi, hingga diplomasi. Dulu pendidikan (membebaskan buta huruf) masif digencarkan. Semua orang bisa membaca, semua orang bisa tahu sendiri beritanya. Menjadi guru amatlah mulia. Siswa berebut menuntun sepeda gurunya, orang tua mendukung didikan keras guru anaknya, pemerintah menjamin kehidupan guru dengan tunjangan pangan di tengah krisis awal kemerdekaan. Tapi, bacaan yang "tidak sesuai" dengan pemerintah kemudian dilarang. Diskusi-diskusi dibatasi. Guru "dipaksa" tanpa tanda jasa. Didikannya dianggap kekerasan. Sebagai warga negara, adab terhadap orang yang mendidik saja kita gagal. Semoga Tuhan mengangkat derajat mereka yang beradab lagi berilmu.
2026-09-01 17:31:15
2
ramadhan_m_hamdi
Hamdi_95 :
Pendahulu negeri ini adalah orang² karismatik, mereka bukan sekedar pembaca kelas berat tetapi mereka juga melahirkan buku² yg spektakuler. Gagasan dan ideologi bangsa ini di lahirkan melalui pikiran² sang negarawan sejati, mereka bekerja tanpa pambri. Integritas mereka tak bisa di tawar bahkan di beli.
2026-09-01 03:53:23
4
de.locomotief
De Locomotief :
Dibangun oleh Pembaca Kelas Berat, Dirusak oleh Scrollers Kelas Berat
2026-08-31 23:39:09
3
roepa.roepa
ROEPA.ROEPA :
Gue cuma ga bisa ngomong, bukan ga bisa mikir.. 🤣
2026-08-31 21:47:38
0
youngthugg255
youngthugg255 :
😳😳😳
2026-09-01 06:05:03
0
To see more videos from user @maliqhiu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About