@tribunpekanbaru: 900 Ha Gambut Hangus, 287 Personel Gabungan Masih Berjuang Padamkan Karhutla Rantau Baru Pelalawan Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru JOHANNES WOWOR TANJUNG 900 Ha Gambut Hangus, 287 Personel Gabungan Masih Berjuang Padamkan Karhutla Rantau Baru Pelalawan TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Sebanyak 287 personel gabungan masih berjuang memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Api Karhutla belum padam total hingga Minggu (30/8/2026). Proses pemadaman sudah berlangsung selama tujuh hari hingga Sabtu (29/8/2026). Operasi pemadaman darat dipimpin Kabag Ren Polres Pelalawan Kompol Akhmad Rofiqi, didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton, dan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Tengku Zulfan. Sebanyak 287 personel gabungan dikerahkan dalam pemadaman api Karhutla di Desa Rantau Baru. Di antaranya Polri 54 personel, TNI 45 personel, BPBD 12 personel, Damkar 20 personel, RPK perusahaan 146 personel, serta MPA dan masyarakat setempat 10 personel. "Operasi pemadaman difokuskan pada penyekatan dan pendinginan di ujung lahan. Tim terus berjuang di lokasi Karhutla," kata Bupati Pelalawan H Zukri Minggu (30/8/2026). Ia menyebutkan, operasi pemadaman dan pendinginan masih berlanjut. Kemudian tim juga melakukan pembuatan sekat kanal dan embung untuk penyekatan. Selain itu, Pemda melalui Bupati Pelalawan H Zukri meminta penambahan bantuan helikopter Water Bombing (WB), agar pemadaman kepala api yang tersebar di beberapa titik bisa ditangani lebih cepat. Jenis lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan sebagian tanaman kelapa sawit milik warga. Luas lahan yang terbakar hingga hari ketujuh kemarin, diperkirakan mencapai 900 hektare. "Data penambahan luas masih menunggu konfirmasi dari Tim GIS Pemkab Pelalawan. Titik api masih aktif di beberapa lokasi di ujung lahan," tambah Zukri. Peralatan yang digunakan tim gabungan dalam operasi pemadaman dan pendinginan di antaranya 1 unit helikopter Water Bombing BPBD Riau, 6 unit alat berat dari perusahaan, 18 unit mesin mini striker dengan puluhan rol selang. Kemudian 1 unit pompa induk 25 HP, dua unit mesin maxi tree, dua unit mesin sibahura, dan satu unit drone surveillance untuk pemantauan udara. Kendala yang dihadapi personel gabungan di lapangan yakni minimnya sumber air akibat kemarau. Hampir semua kanal maupun parit sekitar lokasi Karhutla mengalami kekeringan. Ditambah dengan akses jalan menuju titik api yang sulit dilalui, serta angin kencang yang menyebabkan api cepat merambat ke arah utara dan selatan. "Kondisi terakhir, pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dengan fokus di perbatasan antara Desa Rantau Baru dengan Desa Kuala Terusan," tandasnya. Kalaksa BPBD Pelalawan, Tengku Zulfan menyampaikan penanggulangan Karhutla di Rantau Baru melibatkan seluruh sumber daya yang ada, baik di Pelalawan maupun dari Provinsi Riau. Personel gabungan yang sebelumnya melakukan pemadaman di Kecamatan Kerumutan, digeser ke Rantau Baru untuk penambahan kekuatan pemadaman darat. "Ada juga bantuan dari TNI Angkatan Udara, Basarnas, Polda Riau, Satpol PP dan BPBD Riau. Karena titik api terbanyak di Riau ada di Rantau Baru," kata Zulfan. Ia menyebutkan masih ada beberapa kepala api yang belum padam sepenuhnya. Personel gabungan berupaya menembus lokasi itu, termasuk menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara dari Pekanbaru.(*)
Tribun Pekanbaru
Region: ID
Monday 31 August 2026 11:05:12 GMT
Music
Download
Comments
DEDET :
Sebaiknya bupati usut dan tindak pemilik lahan , lahan yg dibakar itu dibuka untuk di tanam lagi apakah saeit atau tanaman lain .
2026-08-31 11:18:51
1
naaaaaaaaa🫧 :
kk...notice kmi di akun yg inii dongg @rinnaaa🫧 di vt terbaruu🙏🏻
2026-08-31 11:16:34
2
To see more videos from user @tribunpekanbaru, please go to the Tikwm
homepage.