@islamicswahilinet: VITU HIVI UTAVIPATA PALE TU UTAKAPO MSAIDIA MTU KWA MOYO MMMOJA "Mwenye kujenga msikiti kwa ajili ya kumtukuza Allah, Mwenyezi Mungu atamjengea nyumba ya dhahabu peponi." Huu ni wakati wa kuwekeza kwenye nyumba yako ya milele.​" Kila Tofali, mfuko wa saruji, na kila shilingi unayotoa katika kukamilisha ujenzi wa Nyumba ya Allah UTENGULE, WILAYA YA KILOLO MKOANI IRINGA ni sauti itakayokutetea mbele ya Allah.​Usikubali fursa hii ikupite. Inunue pepo yako leo kwa kile kidogo ulichonacho kupitia: 📱 M-PESA: 0769 756 490 📱 YAS | MIX: 0715 868 990 📱 HALOPESA: 0619 115 190 JINA: MUDATHIR ISSA YOYOTA #islamicswahilinet

Islamic Swahili NET
Islamic Swahili NET
Open In TikTok:
Region: TZ
Monday 31 August 2026 16:23:28 GMT
5099
861
12
17

Music

Download

Comments

user3458000982924
Yusra🎀 :
Allahu Akbar
2026-08-31 17:22:30
0
user6516337180807
Pretty 🦋 Lolo🦋❤️ :
🥰🥰🥰
2026-08-31 16:27:03
0
maguta42
Maguta :
mungu atupe mwisho mwema
2026-08-31 17:16:23
0
maedaleah.mussa
Maedaleah Mussa :
😂😂😂
2026-08-31 17:22:31
0
fatmayoungg
who kiddiy :
🥰🥰🥰
2026-08-31 17:30:50
0
user1279218274888
Uhkty Ruqayyah💜 :
🥰
2026-08-31 17:32:17
0
hakeemmlola
hakeem :
allah akbar
2026-08-31 17:32:34
0
park26094
park :
🥰🥰 Mungu Wangu ni mwema cku zote
2026-08-31 17:43:36
0
maryamsheha626
Sweety :
inshaallah
2026-08-31 18:00:32
0
user7258076973061
Sharifa :
inshaallaah
2026-08-31 18:07:45
0
waswahussien
hussein p🇹🇿🇹🇿🇹🇿 :
😢😢😢
2026-08-31 18:12:27
0
zainabpaso
Zainab Paso :
amiin
2026-08-31 19:16:47
0
To see more videos from user @islamicswahilinet, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

uang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas:
uang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas: "Indonesia harus lepas dari cap negara konsumen." Beliau sedang memosisikan diri sebagai visioner yang membongkar jalan makroekonomi kita. Jika kita mau berpikir kritis dan analitis, kurs Rp17.800 ini sejatinya adalah "karpet merah" bagi kita untuk meraup Dollar. Mari kita bedah pakai data perbandingan cuan nyata (Kurs Rp15.000 vs Rp17.800): 📦 1. Briket Arang Batok Kelapa (Pasar Timur Tengah & Eropa) Harga jual di mata bule tetap $1.30/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp6.500/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih meroket jadi Rp10.140/kg! Poin Mind-Blowing: Sekali kirim 1 kontainer mini (18 ton), kalian dapat bonus cuan gratis Rp65,5 Juta murni karena selisih kurs! 📦 2. Minyak Nilam (Bahan Baku Parfum Eropa) Harga jual tetap $60/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp200.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih melonjak ke Rp368.000/kg! Poin Mind-Blowing: Jual barang yang sama ke orang yang sama. Kirim 100 kg saja, otomatis kantongin tambahan bonus Rp16,8 Juta tanpa perlu capek nego harga. 📦 3. Vanili Kering Premium (Pasar Global) Harga jual tetap $160/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp600.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih tembus Rp1.048.000/kg! Poin Mind-Blowing: Margin keuntungan bersih tembus di atas Rp1 Juta per kilogram! Ada bonus gratis Rp448 ribu per kilo yang langsung masuk ke rekening kalian. Secara diplomatis, ini adalah realita yang harus kita hadapi. Negara sudah memberikan visi, membukakan jalan makroekonomi, dan meretas peluang agar kita bisa mandiri. Sangat disayangkan jika karpet merah sudah digelar lebar-lebar, namun energi anak mudanya malah habis untuk mengeluhkan keranjang checkout barang impor. Tinggalkan posisi sebagai kon

About