@user76886754: back around🤗

Atu
Atu
Open In TikTok:
Region: NG
Monday 31 August 2026 19:27:13 GMT
773
290
29
14

Music

Download

Comments

daramfon.ao
Ms.D💋 :
You’re so beautiful 😍
2026-08-31 22:17:18
0
maryam_ikram
Ikhram🫶🏾 :
Too hot😍
2026-08-31 22:34:49
0
009.fatss
Fatss🌶️ :
Jesus Christ
2026-08-31 20:03:46
1
user411134740
user411134740 :
see my wife y’all😝😝💕
2026-08-31 19:34:54
1
khadijahsalter
cheese :
the light of my life🥹🥹🥹
2026-08-31 20:13:30
1
yazmeenbagudu
yaz :
2026-08-31 23:40:33
0
weekas
weekas :
First😊
2026-08-31 19:28:57
1
khadijahsalter
cheese :
2026-08-31 20:13:21
1
weekas
weekas :
Wow😍😍😍
2026-08-31 19:29:00
1
rahilaaa___
rahila🎋🐦‍🔥 :
nize nize
2026-08-31 19:33:50
0
notsemilore
notsemilore :
😍😍😍
2026-08-31 20:26:04
1
bajanprincess99
tharah :
😍😍😍
2026-08-31 19:35:08
1
khadijahsalter
cheese :
😍😍😍😍😍
2026-08-31 20:13:37
1
l0vereiina
️R🫧 :
😍!
2026-08-31 22:23:29
0
To see more videos from user @user76886754, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada hal yang aneh dari pikiran kita. Sesuatu belum terjadi, tapi kita sudah merasa lelah seolah-olah semuanya benar-benar terjadi. Belum mendapat kabar, kita sudah membayangkan kabar buruk. Belum kehilangan seseorang, kita sudah takut ditinggalkan. Belum gagal, kita sudah membayangkan bagaimana rasanya kecewa. Padahal saat ini, semuanya masih baik-baik saja. Kita hanya sedang berada di hari ini, tetapi pikiran sudah berlari terlalu jauh ke hari esok. Seperti membawa payung setiap hari karena takut suatu saat akan hujan. Memang tidak salah bersiap. Tapi kalau setiap hari hanya sibuk memikirkan kemungkinan hujan, kita bisa lupa menikmati hari ketika matahari sedang bersinar. Begitu juga dengan hidup. Ada hal yang memang perlu dipersiapkan. Ada masalah yang perlu dipikirkan. Ada kemungkinan buruk yang memang harus diantisipasi. Tapi ada batas antara bersiap dan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi. Bersiap membuat kita lebih tenang menghadapi kemungkinan. Sedangkan terlalu banyak berpikir tentang kemungkinan hanya membuat kita menderita sebelum waktunya. Dan sering kali, hal yang kita takutkan bahkan tidak pernah terjadi. Kita sudah menghabiskan berjam-jam memikirkan percakapan yang belum terjadi. Membayangkan seseorang akan pergi. Membayangkan usaha kita gagal. Membayangkan sesuatu yang buruk akan terjadi. Lalu tanpa sadar, kita kehilangan satu-satunya waktu yang benar-benar kita miliki: hari ini. Padahal kalau sesuatu itu benar-benar terjadi nanti, kamu akan menghadapinya nanti. Bukan sekarang. Kamu tidak perlu merasakan kesedihan hari esok hari ini. Kamu juga tidak perlu menyelesaikan masalah yang belum datang. Kalau nanti hujan turun, kamu bisa mencari tempat berteduh. Kalau sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, kamu akan mencari jalan lain. Kalau seseorang pergi, kamu akan belajar menjalani hari tanpa mereka. Mungkin tidak mudah. Tapi kamu akan menghadapinya ketika waktunya tiba. Jadi untuk sekarang, tarik napas. Lihat apa yang benar-benar sedang terjadi di depanmu. Kalau hari ini masih baik, nikmati. Kalau hari ini sedang berat, jalani perlahan. Jangan biarkan sesuatu yang mungkin terjadi mengambil ketenangan dari sesuatu yang sedang terjadi. Karena hidupmu sedang berlangsung sekarang. Bukan di semua kemungkinan buruk yang dibuat oleh pikiranmu. Kamu tidak harus berhenti memikirkan masa depan. Kamu hanya perlu berhenti tinggal di sana.
Ada hal yang aneh dari pikiran kita. Sesuatu belum terjadi, tapi kita sudah merasa lelah seolah-olah semuanya benar-benar terjadi. Belum mendapat kabar, kita sudah membayangkan kabar buruk. Belum kehilangan seseorang, kita sudah takut ditinggalkan. Belum gagal, kita sudah membayangkan bagaimana rasanya kecewa. Padahal saat ini, semuanya masih baik-baik saja. Kita hanya sedang berada di hari ini, tetapi pikiran sudah berlari terlalu jauh ke hari esok. Seperti membawa payung setiap hari karena takut suatu saat akan hujan. Memang tidak salah bersiap. Tapi kalau setiap hari hanya sibuk memikirkan kemungkinan hujan, kita bisa lupa menikmati hari ketika matahari sedang bersinar. Begitu juga dengan hidup. Ada hal yang memang perlu dipersiapkan. Ada masalah yang perlu dipikirkan. Ada kemungkinan buruk yang memang harus diantisipasi. Tapi ada batas antara bersiap dan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi. Bersiap membuat kita lebih tenang menghadapi kemungkinan. Sedangkan terlalu banyak berpikir tentang kemungkinan hanya membuat kita menderita sebelum waktunya. Dan sering kali, hal yang kita takutkan bahkan tidak pernah terjadi. Kita sudah menghabiskan berjam-jam memikirkan percakapan yang belum terjadi. Membayangkan seseorang akan pergi. Membayangkan usaha kita gagal. Membayangkan sesuatu yang buruk akan terjadi. Lalu tanpa sadar, kita kehilangan satu-satunya waktu yang benar-benar kita miliki: hari ini. Padahal kalau sesuatu itu benar-benar terjadi nanti, kamu akan menghadapinya nanti. Bukan sekarang. Kamu tidak perlu merasakan kesedihan hari esok hari ini. Kamu juga tidak perlu menyelesaikan masalah yang belum datang. Kalau nanti hujan turun, kamu bisa mencari tempat berteduh. Kalau sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, kamu akan mencari jalan lain. Kalau seseorang pergi, kamu akan belajar menjalani hari tanpa mereka. Mungkin tidak mudah. Tapi kamu akan menghadapinya ketika waktunya tiba. Jadi untuk sekarang, tarik napas. Lihat apa yang benar-benar sedang terjadi di depanmu. Kalau hari ini masih baik, nikmati. Kalau hari ini sedang berat, jalani perlahan. Jangan biarkan sesuatu yang mungkin terjadi mengambil ketenangan dari sesuatu yang sedang terjadi. Karena hidupmu sedang berlangsung sekarang. Bukan di semua kemungkinan buruk yang dibuat oleh pikiranmu. Kamu tidak harus berhenti memikirkan masa depan. Kamu hanya perlu berhenti tinggal di sana.

About