@jannatabeeha6:

funnycatFamily2067🇬🇧
funnycatFamily2067🇬🇧
Open In TikTok:
Region: PK
Monday 31 August 2026 21:15:06 GMT
36810
808
6
31

Music

Download

Comments

nassiru.malan
Nassiru Malan :
😂😂😂
2026-09-18 21:58:04
0
makuachsquare
Square 🇸🇸 :
😂😂😂
2026-09-18 18:44:21
0
koronumberone
koro younoussa :
🤣🤣🤣
2026-09-16 18:20:50
0
younasafridi609
Younas Afridi609 :
🥰🥰🥰
2026-09-16 07:28:09
0
fuhjib
fuhjib :
😁😁😁
2026-09-01 05:50:30
0
userrduukiz847
مہراللہ جان زہری 847 :
😂😂😂
2026-09-19 07:29:07
0
To see more videos from user @jannatabeeha6, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KAMU MENYIMPAN DENDAM BERTAHUN-TAHUN. BERHARAP WAKTU AKAN MENGHUKUM ORANG YANG SALAH. SUFI MENGAJARKAN:
KAMU MENYIMPAN DENDAM BERTAHUN-TAHUN. BERHARAP WAKTU AKAN MENGHUKUM ORANG YANG SALAH. SUFI MENGAJARKAN: "MEMAAFKAN BUKAN MEMBEBASKAN MEREKA, TETAPI MEMBEBASKAN DIRIMU." Kamu pikir dengan menyimpan dendam, kamu sedang menghukum dia. Padahal tidak. Dia mungkin sudah tidur nyenyak. Dia mungkin sudah lupa apa yang dia lakukan padamu 5 tahun lalu. Dia mungkin sudah melanjutkan hidupnya, tertawa, bahagia. Sementara kamu? Kamu yang setiap malam memutar ulang kejadian itu. Kamu yang dadanya sesak setiap kali namanya disebut. Kamu yang tidak bisa bahagia, karena hatimu masih kau jadikan penjara untuk orang lain. Sufi berkata: "Dendam itu seperti kamu meminum racun, tapi berharap orang lain yang mati." Kamu yang meminumnya setiap hari. Dengan ingatanmu. Dengan amarahmu. Tapi kamu berharap dia yang hancur. Logika yang menyedihkan, tapi itulah yang kita lakukan bertahun-tahun. Kita menunggu waktu menghukum dia. Padahal waktu justru sedang menghukum kita. Waktu kita habis untuk membenci, bukan untuk mencinta. Waktu kita habis untuk mengutuk masa lalu, bukan untuk membangun masa depan. Lalu apa arti memaafkan menurut Sufi? Memaafkan bukan berarti kamu berkata: "Apa yang kamu lakukan padaku tidak apa-apa." Tidak. Apa yang dia lakukan tetap salah. Tetap dzalim. Dan Allah Maha Melihat itu. Memaafkan artinya kamu berkata: "Cukup. Aku tidak mau lagi membawa kamu di dalam hatiku. Aku kembalikan urusanmu kepada Allah. Aku bebaskan hatiku untuk kembali pulang." Memaafkan bukan membebaskan dia dari tanggung jawabnya di hadapan Allah. Memaafkan adalah membebaskan dirimu dari tanggung jawab untuk terus membenci. Ada 2 kebebasan yang akan kamu dapatkan saat kamu memaafkan: 1. Kamu bebas dari menjadi korban selamanya. Selama kamu dendam, kamu masih hidup sebagai korban. Identitasmu adalah "orang yang disakiti". Saat memaafkan, kamu kembali menjadi hamba Allah yang merdeka. 2. Kamu bebas dari doa yang salah. Dulu doamu: "Ya Allah balas dia." Setelah memaafkan, doamu berubah: "Ya Allah sembuhkan aku, dan beri dia hidayah." Dan doa kedua jauh lebih tinggi derajatnya di langit. Jalaluddin Rumi menulis: "Maafkan dia. Bahkan jika dia tidak pernah meminta maaf. Karena hatimu lebih butuh kedamaian daripada dia butuh maafmu." Malam ini, coba latihan paling berat ini: Sebut namanya. Orang yang paling menyakitimu. Lalu ucapkan pelan: _"Ya Allah, hari ini aku melepaskan dia. Bukan karena dia layak, tapi karena aku layak untuk tenang. Aku serahkan keadilan kepada-Mu, karena keadilan-Mu jauh lebih sempurna daripada dendamku. Aku bebaskan diriku."_ Kamu akan menangis. Tidak apa-apa. Itu bukan air mata kalah. Itu adalah air hatimu yang akhirnya dibersihkan setelah bertahun-tahun kotor oleh dendam. #FilsufJiwa #MelepaskanDendam #JalanPulang #Ribath💫 #ustadzgaul

About