@h.h.assagaf: . Syeikh Muhammad Said Al-Buthi Turunnya Nabi Isa Jelang Kiamat, Bukan sebagai Nabi (Penjelasan Akidah) Rangkaian kenabian dimulai dengan Nabi Adam a.s. sampai kepada Nabi saw - dan diakhiri dengan Sayyidina Muhammad saw. Mungkin ada yang berkata: "Sesungguhnya Rasulullah saw telah memberitakan kepada kami banyak hadits yang sampai tingkat mutawatir tentang turunnya Sayyidina Isa a.s. dalam keadaan hidup ke bumi, karena beliau diangkat ke langit dalam keadaan hidup. Demikian pula Kitab Allah Yang Maha Perkasa telah memberitakan bahwa beliau akan turun dalam keadaan hidup." Baiklah - Sayyidina Isa a.s. adalah seorang nabi. Maka apakah berarti ada nabi setelah Sayyidina Muhammad saw? Mungkin ada yang meragukan hal ini. Lalu apa jawabannya? Ketika Sayyidina Isa a.s. turun, beliau tidak turun dengan sifat kenabian yang baru - maksudnya, tidak akan ada wahyu yang diturunkan kepadanya seperti wahyu yang diterimanya sebelum diangkat ke langit. Sebaliknya, beliau turun sebagai pelaksana syariat Sayyidina Muhammad saw, Penutup Para Nabi. Maka turunnya beliau bukan berarti munculnya kenabian baru yang mengejutkan manusia — tidak demikian. Turunnya beliau adalah bentuk dukungan dan penerapan syariat yang dibawa oleh Penutup Para Nabi, Muhammad saw. Hal ini telah disebutkan dalam kitab-kitab akidah dan karya-karya lainnya. Kesimpulan: Keyakinan terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Di antara tanda-tanda besar kiamat yang akan terjadi adalah turunnya Nabi Isa a.s ke bumi. Peristiwa ini bukan sekadar kisah masa depan, tetapi merupakan bagian dari akidah yang ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi saw. Turunnya Nabi Isa bukanlah tanpa tujuan. Ia akan datang sebagai penegak kebenaran, penghancur kebatilan, serta pemimpin yang membawa keadilan di tengah dunia yang telah dipenuhi fitnah dan kerusakan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi umat manusia bahwa kekuasaan Allah adalah mutlak, dan segala sesuatu berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Turunnya Nabi Isa di akhir zaman tidak menandakan adanya kenabian baru. Dalam ajaran Islam, Nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi (Khatamun Nabiyyin), sehingga tidak ada lagi nabi atau rasul setelah beliau. Nabi Isa tidak datang untuk membawa wahyu atau syariat baru. Beliau berposisi sebagai pengikut dan hakim yang adil yang menerapkan syariat Nabi Muhammad saw. Nabi Isa akan memutuskan perkara dan beribadah berdasarkan petunjuk Al-Qur'an serta Hadits, bukan lagi membawa risalah Injil yang dulu diturunkan kepadanya. Saat kedatangannya, Nabi Isa bahkan akan menunaikan shalat di belakang pemimpin umat Islam saat itu (Imam Mahdi atau pemimpin kaum muslimin), yang menunjukkan ketundukan beliau pada tatanan Islam masa itu. Wallahu'alam

Hasan.Husen.Assagaf
Hasan.Husen.Assagaf
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 31 August 2026 22:40:54 GMT
457
80
2
3

Music

Download

Comments

xwanko
🤲jx ☝️ ko :
🤲🤲🤲
2026-09-01 10:18:37
0
erje527
Erje :
🥰🥰🥰
2026-09-01 10:20:06
0
To see more videos from user @h.h.assagaf, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About