Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@kimnhung0471: #Tủ lạnh mini
kim nhung 07
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 01 September 2026 04:36:05 GMT
4849
50
19
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.84MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.26MB
)
Watermark .mp4 (
3.16MB
)
Music .mp3
Comments
Phong Trương :
giá tủ lạnh mini
2026-09-03 12:00:07
0
🆕 🆕 🆕 :
Giá
2026-09-02 17:32:31
0
thuy :
bán 1 cái
2026-09-03 13:06:05
0
Loan Kim :
giá bau nhiêu
2026-09-03 06:48:30
0
Kiều Nguyễn :
ở đâu vậy em chị ở bình dương có gần đây ko em
2026-09-03 04:16:04
0
user55292058362871Mình dây :
Cho cái nha e
2026-09-02 12:07:17
0
Trần Thị Lựu :
toi mua sao mua duoc
2026-09-02 04:38:41
0
Nhất phúc :
Còn k em ? Cho a địa chỉ ?
2026-09-02 01:48:00
0
💞van 💞nhi💞💞 :
co ko do
2026-09-01 23:34:40
0
Trần Hạo Nam ™ :
nhiu vay
2026-09-01 17:00:56
0
𝓠𝓤Å𝙉𝐆 𝓕𝓔𝐑𝚁𝐀𝚁𝕀 (36) :
Thật hả
2026-09-01 05:50:00
0
lan lương :
sao mua
2026-09-01 13:37:54
0
yêu gia đình :
có hg
2026-09-01 06:15:14
0
Quyen Huynh :
tủ lạnh my ny cái nhiêu vậy anh chị ơi
2026-09-01 04:44:23
0
Đức về đêm _85d1 :
giá
2026-09-01 04:48:58
0
Rit kít :
gja sao vậy shop
2026-09-01 11:11:24
0
Nguyen nguyet 123 :
mua ntn
2026-09-01 04:44:43
0
Vân Nguyễn :
Còn không a
2026-09-01 05:46:41
0
Huỳnh Công Tâm :
có không em
2026-09-01 05:00:33
1
To see more videos from user @kimnhung0471, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Pov | "Menikahlah dengan anak teman papa." Kalimat yang diucapkan Papamu tadi pagi saat sarapan masih terus terngiang-ngiang di kepalamu. Rasanya seperti petir di siang bolong. Kamu, Y/n, seorang mahasiswi yang sedang sibuk-sibuknya menyusun masa depan, tiba-tiba harus menghadapi kenyataan bahwa masa depanmu sudah diatur oleh orang tuamu. Sepanjang jalan menuju kampus, kamu tidak bisa fokus. Pikiranmu penuh dengan penolakan. "Hari gini masih zaman dijodohin? Memangnya dia pikir ini drama televisi apa?" batinmu kesal. Suasana hatimu makin memburuk karena siang ini cuaca sangat terik. Ditambah lagi, dosen baru saja memberikan tugas kelompok yang tenggat dan waktunya sangat mepet. Selesai kelas, kamu memutuskan untuk pergi ke kafe di dekat kampus. Kamu butuh sesuatu yang dingin untuk mendinginkan kepalamu yang rasanya mau pecah. Di kafe, kamu memesan segelas es jeruk. Setelah menerima minumanmu, kamu berjalan dengan langkah gontai sambil menunduk, sibuk merogoh tas kainmu untuk mencari ponsel yang bergetar. Kamu sama sekali tidak memperhatikan jalan di depanmu hingga akhirnya. BRUK! Kamu menabrak sesuatu yang keras—seperti dinding, tapi hangat. Tubuhmu terhuyung ke belakang, dan cengkeraman tanganmu pada gelas plastik itu terlepas. Es jeruk yang penuh dengan bulir-bulir oranye itu langsung tumpah ruah ke depan. "Yah, tumpah," ucapmu lemas secara spontan, sedetik sebelum matamu membelalak karena tersadar dengan apa yang baru saja terjadi. Cairan oranye terang itu sukses mendarat dengan sempurna di atas jas abu-abu gelap yang tampak sangat mahal dan rapi. Jas itu milik laki-laki yang baru saja kamu tabrak. "Astaga! Maaf, maaf banget! Aku benar-benar tidak sengaja!" serumu panik. Kamu langsung meletakkan tasmu di lantai kafe dan dengan gemetar mengambil beberapa lembar tisu dari meja terdekat. Laki-laki itu menghentikan langkahnya. Ia berdiri mematung, menunduk menatap noda basah dan lengket yang kini melebar di dadanya. Setelah beberapa detik yang terasa sangat menegangkan, ia menghela napas panjang lalu mendongak. Matanya yang tajam menatapmu dengan dingin. Wajahnya tampan, rahangnya tegas, dan rambutnya tertata sangat rapi. Penampilannya yang seperti eksekutif muda itu benar-benar kontras dengan dirimu yang memakai kaus oblong dan berantakan karena panik. "Lain kali jalan pakai mata," sahutnya pendek. Suaranya berat, datar, dan sama sekali tidak ramah. Kamu yang awalnya merasa bersalah, langsung merasa agak tersinggung karena ucapan ketusnya. "Aku tahu aku salah, tapi tidak usah sekasar itu juga! Aku kan sudah minta maaf," balasmu sambil menyodorkan tisu. "Ini... untuk membersihkan jasmu. Atau kalau perlu, aku ganti rugi biaya laundry-nya." Laki-laki itu melihat tisu di tanganmu dengan tatapan meremehkan, lalu kembali menatap wajahmu. Ada kilat aneh di matanya saat memperhatikan wajahmu lekat-lekat, namun ekspresi itu hilang dalam sekejap. "Tidak perlu. Dan simpan saja tisumu," jawabnya dingin. Ia mengibaskan sisa es batu di jasnya dengan tangannya sendiri, lalu berjalan melewatimu begitu saja tanpa menoleh lagi. Kamu mendengus sebal sambil menatap punggung tegap laki-laki itu yang menjauh keluar kafe. "Dasar cowok sombong. Tampan sih, tapi ketus banget. Awas aja kalau ketemu lagi, akan kupastiin dia yang menumpahkan minuman padaku!" gerutumu dalam hati. Kamu membuang napas kasar, mencoba menenangkan jantungmu yang masih berdegup kencang antara emosi dan sisa-sisa rasa terkejut. Kamu yakin kota ini sangat luas, dan kemungkinan untuk berpapasan lagi dengan cowok seketus itu adalah nol persen. Sayangnya, kamu salah besar. Kamu tidak pernah tahu, bahwa laki-laki berjas yang baru saja kamu buat kesal itu bernama Jake. Dan dia adalah orang yang sama dengan yang dibicarakan oleh Papamu tadi pagi. lanjut?? #jakeenhypen #jakeenhypenedit #povjake
Zaaozanzee😁🤣
nature🍃#xiaoting #kep1er
Clean and simple #phonecase #tiktokshop #sleek #aesthetic #simple
hea😅❤️🩹#foryou #Love #viral @𝐑𝐎𝐁𝐈𝐍 @EM ON @𝗔𝗗𝗜𝗟
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy