@kumparan: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) terus memproses perusahaan-perusahaan yang diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Sedikitnya 19 perusahaan telah dimintai pertanggungjawaban akibat pelanggaran yang mereka lakukan. “Periode 2023 sampai 2025, perkara yang belum selesai total ada 32 perkara, dengan potensi kerugian lingkungan hidup sebesar Rp5,30 triliun,” ujar Deputi Penegakan Hukum KLH/BPLH Irjen Pol Rizal Irawan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8). Rizal mengatakan, penegakan hukum terhadap kasus karhutla dilakukan melalui tiga jalur, yakni sanksi administratif, sengketa lingkungan hidup atau gugatan perdata, dan pidana. “Perkara pidana akan ditangani oleh penyidik dari Polri, mulai dari tingkat Polda, Polres, maupun Mabes Polri,” ungkapnya. Dari 19 perusahaan tersebut, tujuh berada di Kalimantan Barat dengan total area terbakar mencapai 2.260,08 hektare. Selain itu, empat perusahaan berada di Sumatera Selatan dengan total area terbakar 772,72 hektare. Di Kalimantan Selatan, terdapat tiga perusahaan dengan total area terbakar mencapai 6.595,15 hektare, luasan terbesar dibandingkan wilayah lain yang disebutkan KLH/BPLH. Lalu dua perusahaan berada di Kalimantan Tengah dengan total area terbakar 99,40 hektare, salah satunya memiliki area terbakar sekitar lima hektare. Sementara itu, di Lampung terdapat satu perusahaan dengan area terbakar seluas 202,73 hektare, dan di Riau satu perusahaan tercatat memiliki area terbakar sekitar 7,10 hektare. Secara keseluruhan, 19 perusahaan tersebut tersebar di provinsi-provinsi di Sumatera dan Kalimantan dengan total area terbakar mencapai sekitar 11.046,69 hektare. 📸: Dok. Antara. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R053 | E023 | E169 #bicarafaktalewatberita #kumparan
kumparan
Region: ID
Tuesday 01 September 2026 08:15:00 GMT
Music
Download
Comments
Edimarco Aritonang :
bibit sawit udah ready wo
2026-09-01 09:04:49
16
Taufik Nasution SH MH MH.Kes :
HARUS DIPROSES HUKUM DONG ! HARUS DIPAKSA HIJAUKAN LAGI ! KALAU GA PERCUMA ADA SATGAS PKH !
2026-09-01 08:55:11
10
NAHAPHJL :
cape dapet beritanya doang tindakannya ga ada
2026-09-01 09:31:02
3
Winter ❄️ :
Kayak gak bisa dicegah aja. Soalnya ini dari dulu jg dah tau akar masalahnya. Kongkalingkong dengan pemerintah aja ini mah. Abis dibakar, baru cari tumbalnya. Tapi proyeknya tetep lanjut ditanami sawit.
2026-09-01 08:27:57
6
Arief_wijaya :
19 perusahaan punya pejabat semua itu pasti
2026-09-01 08:25:02
4
𓃠 :
yg beri izin dihukum
2026-09-01 09:29:20
3
dave-lexy :
yg punya hukum lg berkuasa
2026-09-01 09:08:03
1
Karmain Gono :
siapa...yang salah
2026-09-01 11:59:22
1
useraj :
first
2026-09-01 08:17:35
1
Diky :
ketika perusahaan yang masuk Kalimantan, hukuman adat pun sirna 😁
2026-09-01 10:39:48
0
syaahlalaaa :
seandainya sudah sah uu aset, bakalan dirampas perusahaan2 ini klo gak ya ga jera
2026-09-01 10:51:58
0
Bakul Panganan :
Hanya di era Megawati tak ada pembukaan lahan sawit, Ternyata yg dibenci alurnya benar
2026-09-01 08:46:39
1
abubu abu2 :
MUMPUNG UUD PERAMPASAN ASET BELUM DISAHKAN................
2026-09-01 11:34:14
0
ggak :
19jt ya
2026-09-01 08:21:19
2
muller_yp :
Proses doang, bentar lagi juga adem ayem. Mau heran? Inilah Negara Konoha
2026-09-01 10:28:08
0
Cicie chanie^.~ :
Jgn di ambang2 hukum ttp brjln donk, jgn mau kecipratan amplop dong, usut terus
2026-09-01 15:19:46
0
nahroc :
kedua
2026-09-01 08:19:46
0
Cicie chanie^.~ :
Merusak bumi dan kelestarian alam, nanti giliran musim penghujan banjir dll , siapa yg tanggung🥹 kasian sekali rakyat sekitar 😭
2026-09-01 15:23:07
0
m_one02 :
punya nyali ngak pemerintah menuntut perusahaan nya.
2026-09-01 09:26:49
0
Ir K4rLoz :
maling semwa penegak ea gmna mo hukum penjahat kelas kakap
2026-09-01 09:03:51
0
Prasetya :
emng berani nangkep?
2026-09-01 13:57:02
0
𝘿𝙔𝙇𝘼𝙉 𝙙𝙞𝙍𝙪𝙢𝙖𝙝 :
terserah, atur aja gw udh pusing
2026-09-01 09:38:45
0
Bagas :
tp Keuntungan 53T😁
2026-09-01 09:54:26
0
kerassss :
mana orang2 jawa yang menyalahkan petani lokal Kalimantan 🗿
2026-09-01 09:49:12
0
opet_D_campursari :
tu kan di bakar
2026-09-01 08:21:03
0
To see more videos from user @kumparan, please go to the Tikwm
homepage.