@mari.berliterasi: Postingan 157 || penjelasan👇 Pernah nggak, seseorang cuma mengucapkan satu kalimat, tapi kalimat itu terus terngiang bahkan bertahun-tahun? Padahal banyak percakapan lain yang sudah kita lupakan. Menurut psikologi, hal ini bisa terjadi karena otak lebih mudah memberikan perhatian pada pengalaman yang memiliki muatan emosional kuat. Ketika mendengar kata-kata yang merendahkan, mengecewakan, atau menyakiti, otak tidak hanya memprosesnya sebagai informasi biasa. Emosi yang muncul dapat membuat pengalaman tersebut terasa lebih penting. Akibatnya, ingatan tentang kejadian itu bisa menjadi lebih kuat dan mudah muncul kembali. Salah satu penyebabnya adalah rumination, yaitu kebiasaan memikirkan kejadian yang sama berulang-ulang. Kita mungkin terus bertanya, “Kenapa dia ngomong begitu?”, “Apa aku memang seburuk itu?”, atau “Harusnya waktu itu aku jawab apa?” Semakin sering dipikirkan, semakin sering ingatan tersebut diaktifkan. Kata-kata juga bisa terasa sangat menyakitkan ketika menyentuh bagian dari diri yang memang sensitif. Misalnya, seseorang yang sedang tidak percaya diri mendapat komentar tentang kemampuannya. Komentar tersebut bisa terasa jauh lebih berat dibandingkan bagi orang lain karena berhubungan dengan keyakinan dirinya. Namun, sulit melupakan bukan berarti kita lemah atau tidak bisa move on. Otak hanya sedang mempertahankan sesuatu yang dianggap penting secara emosional. Yang perlu dilakukan bukan memaksa diri untuk melupakan, tetapi belajar menerima bahwa kejadian itu memang pernah terjadi tanpa membiarkannya terus menentukan nilai diri kita. Pada akhirnya, kata-kata seseorang adalah bagian dari pengalaman kita, bukan definisi tentang siapa diri kita. Tidak semua ucapan orang layak dijadikan suara di dalam kepala sendiri. #Psikologi #KesehatanMental #SelfAwareness #BelajarDiri #IlmuSakupsikologi
IlmuSaku [ psikologi ]
Region: ID
Tuesday 01 September 2026 08:36:51 GMT
Music
Download
Comments
To see more videos from user @mari.berliterasi, please go to the Tikwm
homepage.