@tribunpekanbaru: 1.399 Warga Pelalawan Terserang ISPA Selama Dua Pekan Terpapar Asap Karhutla, Ini Rinciannya Jurnalis Video: JOHANNES WOWOR TANJUNG TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Sebanyak 1.399 orang warga Kabupaten Pelalawan terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) selama dua pekan ini. Seribuan warga yang terkena ISPA karena terpapar kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Pelalawan dalam dua pekan ini. Jumlah itu berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan dari 14 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 12 kecamatan. Pasien yang datang berobat ke Puskesmas dengan keluhan yang masuk dalam kategori ISPA. "Terjadi penurunan pada hari Minggu. Mungkin karena banyak warga yang libur dan tidak datang berobat ke Puskesmas," ujar Kepala Dinkes Pelalawan, Asril M.Kes kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (1/9/2026). Data 1.399 warga yang terjangkit ISPA akibat paparan kabut asap Karhutla terhitung mulai tanggal 19 Agustus sampi 31 Agustus. Peningkatan pasien ISPA sangat signifikan selama asap kebakaran menguasai angkasa Pelalawan dibandingkan hari biasa sebelum Karhutla terjadi. Apalagi saat ini Pelalawan masih dalam masa tanggap darurat bencana Karhutla. Asril merincikan, sebanyak 1.399 orang penderita ISPA terdiri dari laki-laki 703 orang dan perempuan 696 orang. Mulai dari Puskesmas Pangkalan Kerinci I 137 pasien, Puskesmas Pangkalan Kerinci II 52 orang, Puskesmas Bandar Seikijang 89, Puskesmas Langgam 72, Puskesmas Pangkalan Kuras I 297, Puskesmas Pangkalan Kuras II 52. Kemudian Puskesmas Ukui 140 orang, Puskesmas Bandar Petalangan 82 pasien, Puskesmas Kerumutan 307, Puskesmas Pelalawan 50, Puskesmas Pangkalan Lesung 31, Puskesmas Bunut 40, Puskesmas Teluk Meranti 34, Puskesmas Kuala Kampar 7, dan rumah sakit maupun sumber lain masih nihil. "Kasus ISPA tertinggi di Kecamatan Kerumutan, karena menurut Laporan Karhutla di lokasi itu cukup pekan lalu dan asapnya cukup pekat," beber Asril. Dikatakannya, kualitas udara di Pelalawan masuk kategori tidak sehat sesuai dengan rilis dari instansi berwenang. Kondisi inilah yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, terutama pada bagian pernafasan. Asril menyebutkan, masyarakat yang terpapar asap Karhutla bisa terserang batuk dan flu serta demam, termasuk sakit pada bagian tenggorokan. Gangguan kesehatan ini masuk kategori ISPA. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi air putih yang banyak, vitamin, obat-obatan, serta beristirahat di rumah. Namun penanganannya berbeda pada kelompok masyarakat yang rentan seperti warga Lanjut Usia (Lansia). Termasuk warga yang memiliki penyakit bawaan seperti asma serta bagian paru-paru. "Untuk kelompok yang rentan, harus lebih menjaga kesehatan dampak dari asap. Jika kondisinya lebih parah, segera ke Puskesmas," katanya. (*)
Tribun Pekanbaru
Region: ID
Tuesday 01 September 2026 08:40:28 GMT
Music
Download
Comments
Damanikkk🧚🏻♀️ :
Min info dong bandara pekanbaru dah aman buat flight? Atau masih ditutup karna asap?
2026-09-01 10:03:10
0
To see more videos from user @tribunpekanbaru, please go to the Tikwm
homepage.