@notme00248: #shopeehaul #shopeecambodia

notme0024
notme0024
Open In TikTok:
Region: KH
Tuesday 01 September 2026 09:08:51 GMT
351
18
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @notme00248, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat (AD) mengklarifikasi video viral soal Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang disebut ambruk saat peresmian pada Minggu (30/8/2026).  Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan, jembatan tersebut tidak runtuh atau ambruk secara keseluruhan.  “Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kondisi tersebut disebut sebagai ‘ambruknya’ jembatan. Untuk meluruskan informasi tersebut, kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan,” kata Donny dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).  “Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” imbuh dia.  Ia menjelaskan, kondisi itu terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan. Jumlah tersebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan sehingga tali sling di sisi kiri terlepas dari pengikatnya.  Donny memastikan, sebelum jembatan diresmikan, Kodim 0625/Pangandaran telah menyosialisasikan kapasitas dan ketentuan penggunaannya kepada masyarakat.  Papan pemberitahuan mengenai kapasitas jembatan juga telah dipasang di sisi jembatan.  “Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran,” kata Donny.  Setelah kejadian, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan.  Jembatan saat ini belum dibuka untuk masyarakat dan masih dalam proses perbaikan serta evaluasi teknis.  Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jembatan aman dan layak digunakan kembali.  “Evaluasi meliputi pemeriksaan kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, serta kapasitas maksimal jembatan,” kata Donny.  Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk memastikan seluruh komponen konstruksi dalam kondisi aman dan memperbaiki pengaturan penggunaan jembatan.  Jembatan Gantung Pongpet dibangun Kodim 0625/Pangandaran untuk membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan sekitarnya.  TNI AD memastikan penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.  Klarifikasi tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi dan penyebab kejadian sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat (AD) mengklarifikasi video viral soal Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang disebut ambruk saat peresmian pada Minggu (30/8/2026). Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan, jembatan tersebut tidak runtuh atau ambruk secara keseluruhan. “Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kondisi tersebut disebut sebagai ‘ambruknya’ jembatan. Untuk meluruskan informasi tersebut, kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan,” kata Donny dalam keterangannya, Senin (31/8/2026). “Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” imbuh dia. Ia menjelaskan, kondisi itu terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan. Jumlah tersebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan sehingga tali sling di sisi kiri terlepas dari pengikatnya. Donny memastikan, sebelum jembatan diresmikan, Kodim 0625/Pangandaran telah menyosialisasikan kapasitas dan ketentuan penggunaannya kepada masyarakat. Papan pemberitahuan mengenai kapasitas jembatan juga telah dipasang di sisi jembatan. “Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran,” kata Donny. Setelah kejadian, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan. Jembatan saat ini belum dibuka untuk masyarakat dan masih dalam proses perbaikan serta evaluasi teknis. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jembatan aman dan layak digunakan kembali. “Evaluasi meliputi pemeriksaan kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, serta kapasitas maksimal jembatan,” kata Donny. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk memastikan seluruh komponen konstruksi dalam kondisi aman dan memperbaiki pengaturan penggunaan jembatan. Jembatan Gantung Pongpet dibangun Kodim 0625/Pangandaran untuk membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan sekitarnya. TNI AD memastikan penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi dan penyebab kejadian sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

About