@rey.inspire: SEPTEMBER ENDS — Ketika Kata-kata Menyembuhkanmu Ada alasan kenapa aku memilih kata-kata sebagai tempat pulang. Sebab tidak semua hal dalam hidup bisa kita ceritakan kepada manusia. Ada luka yang terlalu rumit untuk dijelaskan. Ada kecewa yang terlalu panjang untuk dirangkum dalam satu percakapan. Ada seseorang yang sudah pergi, tetapi namanya masih tinggal di kepala. Dan ada malam-malam ketika kita terlihat baik-baik saja di hadapan dunia, padahal di dalam diri, ada begitu banyak hal yang sedang berantakan. Pada saat seperti itulah, aku menulis. Bukan selalu karena aku ingin menciptakan kalimat yang indah. Aku menulis karena terkadang, menulis adalah satu-satunya cara agar isi kepala tidak berubah menjadi tempat yang terlalu bising. Dan entah kenapa, setiap kata yang berhasil kutulis selalu membuat dadaku sedikit lebih lega. Maybe that is the beauty of writing. Sometimes, we don't write because we have all the answers. Sometimes, we write because we are still trying to understand the questions. Dunia menulis mengajarkanku bahwa sebuah luka tidak selalu harus disembunyikan. Ada kalanya luka perlu dipahami. Kita harus berani menatap kembali apa yang pernah membuat kita hancur, bukan untuk tinggal di sana, tetapi agar kita tahu sejauh apa kita sudah berjalan. September pun mengingatkanku tentang itu. Waktu tidak pernah berhenti hanya karena kita belum siap. September akan berakhir. Begitu juga beberapa hal dalam hidup kita. Sebuah hubungan bisa selesai. Sebuah penantian bisa berakhir. Harapan yang kita genggam terlalu lama mungkin akhirnya harus kita lepaskan. Dan versi diri kita yang dulu mungkin sudah tidak bisa ikut berjalan menuju masa depan. Tetapi akhir bukan berarti semuanya sia-sia. Every ending leaves a lesson, and every lesson leaves a different version of us. Tetapi kita masih memiliki halaman berikutnya. Kita masih bisa menulisnya. Aku tidak selalu tahu apakah tulisanku akan menyembuhkan orang lain. Tetapi aku tahu, setiap cerita yang kutulis lahir dari usaha untuk memahami manusia, luka, harapan, dan alasan seseorang tetap bertahan. Kata-kata memang tidak selalu bisa menghilangkan rasa sakit. Tetapi kata-kata bisa menemani seseorang ketika rasa sakit itu datang. Sebuah tulisan mungkin tidak mampu menyelesaikan masalahmu. Namun mungkin, satu kalimat sederhana bisa membuatmu merasa, “Ternyata aku tidak sendirian.” Dan bagi seorang penulis, itu adalah sesuatu yang sangat berharga. Because sometimes, the words we release are the burdens we no longer have to carry alone. September Ends. Mungkin bulan ini ada sesuatu yang harus kamu relakan. Mungkin ada harapan yang harus selesai. Mungkin ada seseorang yang harus kamu lepaskan. Apa pun itu, jangan takut pada akhir. Sebab setelah satu halaman selesai, selalu ada halaman baru yang menunggu untuk ditulis. Dan aku akan tetap berada di duniaku: bersama naskah, malam yang panjang, dan secangkir kopi pahit. Karena dari situlah aku belajar bahwa kata-kata bukan hanya rangkaian huruf. Kadang, kata-kata adalah tempat seseorang bernapas kembali. Dan kalau kamu ingin berjalan lebih jauh ke dalam dunia cerita yang kutulis, aku mengajak kalian untuk membaca novelku di KBM App yang berjudul: 📚 “Oh Mama, Oh Papa - Ketika Penyesalan Datang Setelah Kehilangan”, ✍️Penulis: Rey Inspire Siapa tahu, di antara halaman-halaman cerita itu, kamu tidak hanya menemukan sebuah kisah. Siapa tahu, kamu juga menemukan sedikit bagian dari dirimu sendiri. — Rey Inspire, si-penikmat kopi pahit. Reflective Writer #kbmapp #september #refleksidiri #noveldrama

Rey Affirmative Writer
Rey Affirmative Writer
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 02 September 2026 02:49:29 GMT
108
31
5
0

Music

Download

Comments

dinastarhoki88
D.I.NA :
aku udah baca ya @Rey Affirmative Writer . sampai bab 8.. pastikan temen2 top up dulu
2026-09-02 03:06:51
3
ana728525
Ana :
Rey said : " Menulis adalah satu-satunya cara agar isi kepala tidak berùbah menjadi tempat yang paling bising " * dan setiap kata yang tumpah jadi bentuk tulisan mmbuat dada mnjadi sedikit LEGA * aku setuju banget...karena sejatinya menulis sama saja mengeluarkan uneg²/pikiran pun begitu ketika kita curhat ke seseorang,wlo tnpa dibarengi kasih solusi rasa LEGA itu pasti ada... # btw...Oh Mama oh Papa dulu pernah viral di majalah bulanan KARTINI apa FEMINA ya...ada yang udah lahir disini...?😅penulis mungkin juga belum lahir😅🙏 @Aku usahakan baca novel Oh Mama Oh Papa ini... * jujur...judul novel ini yang paling mengglitik saya untuk baca✌️🤟☺️
2026-09-02 05:05:55
0
To see more videos from user @rey.inspire, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About