@bipolarcore_: #fyp #sister #relateable

bipolarcore_
bipolarcore_
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 02 September 2026 04:33:51 GMT
3040
296
0
19

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @bipolarcore_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PINJAMAN IMF? 🇮🇩🔴 Masih ingat krisis ekonomi 1997–1998? Ketika Indonesia berada dalam tekanan ekonomi yang luar biasa dan akhirnya masuk dalam program bantuan IMF. Mantan Menteri Keuangan RI 1998, Fuad Bawazier, mengaku sejak awal tidak sepakat dengan sejumlah kebijakan IMF. Ia menilai beberapa kebijakan justru memperburuk kondisi Indonesia—mulai dari pelepasan kurs rupiah, penghentian sejumlah proyek pemerintah, hingga kebijakan suku bunga tinggi yang menurutnya ikut memperparah tekanan ekonomi dan PHK. Ia bahkan mengaku sejak awal mencurigai adanya “niat jahat” IMF terhadap pemerintahan Soeharto. Namun, sejarah juga mencatat bahwa program IMF saat itu bukan sekadar soal pinjaman. Indonesia menandatangani berbagai Letter of Intent yang memuat paket kebijakan fiskal, moneter, restrukturisasi perbankan, dan reformasi struktural.  Lalu bagaimana dengan hari ini? Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyatakan bahwa Indonesia menolak tawaran pinjaman IMF. “Kita tolak. Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF.” Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin terlalu banyak bergantung pada pinjaman dan lebih memilih mendorong investasi. Jika memang harus berutang, ia mengatakan pemerintah menginginkan bunga yang serendah mungkin.  Jadi, apakah belajar dari 1998 berarti Indonesia harus selalu menjauhi IMF? Atau justru yang terpenting adalah memastikan setiap pinjaman tidak membuat kebijakan ekonomi nasional kehilangan ruang untuk menentukan arah sendiri? Karena pada akhirnya, utang bukan cuma soal berapa besar uang yang dipinjam—tetapi juga soal syarat, konsekuensi, dan siapa yang menentukan arah kebijakan. 🎙️ PINJAM IMF? Solusi ekonomi atau jebakan ketergantungan?  #PinjamIMF #IMF #Prabowo #tyoardianto
PINJAMAN IMF? 🇮🇩🔴 Masih ingat krisis ekonomi 1997–1998? Ketika Indonesia berada dalam tekanan ekonomi yang luar biasa dan akhirnya masuk dalam program bantuan IMF. Mantan Menteri Keuangan RI 1998, Fuad Bawazier, mengaku sejak awal tidak sepakat dengan sejumlah kebijakan IMF. Ia menilai beberapa kebijakan justru memperburuk kondisi Indonesia—mulai dari pelepasan kurs rupiah, penghentian sejumlah proyek pemerintah, hingga kebijakan suku bunga tinggi yang menurutnya ikut memperparah tekanan ekonomi dan PHK. Ia bahkan mengaku sejak awal mencurigai adanya “niat jahat” IMF terhadap pemerintahan Soeharto. Namun, sejarah juga mencatat bahwa program IMF saat itu bukan sekadar soal pinjaman. Indonesia menandatangani berbagai Letter of Intent yang memuat paket kebijakan fiskal, moneter, restrukturisasi perbankan, dan reformasi struktural. Lalu bagaimana dengan hari ini? Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyatakan bahwa Indonesia menolak tawaran pinjaman IMF. “Kita tolak. Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF.” Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin terlalu banyak bergantung pada pinjaman dan lebih memilih mendorong investasi. Jika memang harus berutang, ia mengatakan pemerintah menginginkan bunga yang serendah mungkin. Jadi, apakah belajar dari 1998 berarti Indonesia harus selalu menjauhi IMF? Atau justru yang terpenting adalah memastikan setiap pinjaman tidak membuat kebijakan ekonomi nasional kehilangan ruang untuk menentukan arah sendiri? Karena pada akhirnya, utang bukan cuma soal berapa besar uang yang dipinjam—tetapi juga soal syarat, konsekuensi, dan siapa yang menentukan arah kebijakan. 🎙️ PINJAM IMF? Solusi ekonomi atau jebakan ketergantungan? #PinjamIMF #IMF #Prabowo #tyoardianto

About