@ariessusanto535: Ketika Hanya Allah yang Ditakuti Takut kepada Allah bukanlah ketakutan yang membuat manusia mengecil. Justru ia membebaskan. Sebab ketika hanya Allah yang dibesarkan di dalam hati, dunia perlahan kehilangan kuasanya untuk menakut-nakuti. Banyak manusia sebenarnya tidak sedang diperbudak oleh kemiskinan, melainkan oleh ketakutan menjadi miskin. Belum miskin, tetapi sudah berani berbohong demi uang. Belum kehilangan jabatan, tetapi sudah menjilat agar tetap dipertahankan. Belum ditinggalkan manusia, tetapi sudah menggadaikan prinsip karena takut tidak mempunyai teman. Ada pula yang takut kehilangan pengikut. Maka kebenaran mulai dipilih-pilih: yang membuat orang senang disampaikan, yang membuat orang pergi disembunyikan. Ia akhirnya tidak lagi bertanya, “Apakah Allah ridha kepadaku?” tetapi diam-diam bertanya, “Apakah manusia masih menyukaiku?” Di situlah ketakutan kepada makhluk berubah menjadi berhala yang sangat halus. Padahal manusia yang kita takuti itu sama rapuhnya dengan kita. Orang yang kita harapkan pujiannya akan mati. Orang yang kita takutkan kemarahannya akan mati. Jabatan akan berpindah tangan, kekayaan akan ditinggalkan, pengikut akan mencari tokoh lain, dan keramaian suatu hari akan pulang meninggalkan kita sendirian. Lalu untuk apa merendahkan jiwa di hadapan sesuatu yang sama-sama fana? Seorang hamba yang mengenal Allah perlahan belajar berdiri tegak. Bukan karena merasa hebat, melainkan karena mengetahui kepada siapa ia harus bersujud. Ia tetap menghormati manusia, tetapi tidak menjilat. Ia tetap membutuhkan pekerjaan, tetapi tidak menjual kejujuran. Ia mencintai sahabat, tetapi tidak menggadaikan prinsip demi mempertahankan pertemanan. Ia bersyukur ketika banyak orang mengikutinya, tetapi tidak hancur ketika suatu hari mereka meninggalkannya. Sebab pusat kehidupannya bukan manusia. Pusatnya adalah Allah. Maka takutlah kehilangan ridha Allah, bukan kehilangan tepuk tangan manusia. Takutlah hati menjadi gelap, bukan sekadar dompet menjadi tipis. Takutlah jauh dari-Nya, bukan sekadar kehilangan kedudukan di hadapan makhluk. Sebab ketika hati benar-benar takut kepada Allah, ada kemerdekaan yang diam-diam tumbuh di dalam dada: kita tidak lagi perlu merendahkan diri di hadapan dunia, karena hati telah bersujud hanya kepada Pemilik dunia. #ngajibareng
Kang Aries
Region: ID
Wednesday 02 September 2026 05:57:49 GMT
Music
Download
Comments
Joko supriyanto :
semoga bukan hanya teori
2026-09-02 15:25:24
0
To see more videos from user @ariessusanto535, please go to the Tikwm
homepage.