Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@dearheart.2004:
hello kitty
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 02 September 2026 09:27:53 GMT
2544
136
5
18
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.32MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.85MB
)
Watermark .mp4 (
1.21MB
)
Music .mp3
Comments
Nancy Muy :
😂😂😂
2026-09-02 16:13:18
1
irma martinez965 :
😂😂😂
2026-09-02 16:47:09
1
Lucisleia Ferreira :
😂
2026-09-07 00:49:10
1
Jenny :
😆😆😆
2026-09-27 21:59:05
1
user9454110436244 :
😂😂🤣🤣👍👍
2026-10-01 16:54:58
0
To see more videos from user @dearheart.2004, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#rust #rustexremake
#From simple panels to a luxurious black-and-gold backdrop 🖤✨ Watch every detail come together—from the gold frame and satin draping to the elegant flowers and final table styling. Would you use this design for a gala, birthday, or wedding? Follow for more step-by-step décor tutorials and save this idea for your next event! #BlackAndGoldDecor #BackdropTutorial #EventDecor #GalaDecor
#pov : Hari itu, kamu sedang sibuk memasak di dapur. Sesekali kamu mengaduk masakan sambil mengecek ponsel yang tergeletak di dekat kompor. Baru saja kamu hendak menambahkan garam, tiba-tiba ponselmu berdering. Nama Riri muncul di layar. Kamu langsung mengangkatnya. "Iya, Ri?" "Cowok lo berulah lagi." Tanganmu yang sedang memegang sendok langsung berhenti bergerak. Kamu memejamkan mata sebentar, lalu menghela napas panjang. Kamu sudah bisa menebak ke mana arah pembicaraan ini. Kalau bukan soal balapan, pasti soal James yang terlibat masalah setelah balapan. "Kalah lagi dia?" tanyamu santai, meskipun sebenarnya mulai khawatir. "Tadi hampir menang, cuma diakalin sama lawannya. Kayaknya ada yang licik. Alhasil, James jatuh dari motor." Kamu langsung menoleh ke arah kompor. "Jatuh?" "Iya. Terus malah baku hantam sama lawannya." Kamu menutup mata lagi, berusaha menahan kesal. "Astaga, James..." "Tenang, dia nggak kenapa-kenapa kok. Cuma—" "Ri, jangan bilang 'cuma' kalau ujung-ujungnya dia berdarah." Riri terkekeh kecil di seberang telepon. "Ya, ada luka sedikit." Kamu langsung mematikan kompor. Sendok yang tadi kamu pegang diletakkan begitu saja di atas meja dapur. "Di mana sekarang?" "Di tempat biasa. Tenda dekat bengkel." "Oke, titip James. Sekarang gua ke sana." "Lo mau ke sini?" "Ya iyalah. Bilangin dia jangan maju-maju lagi. Kalau masih mau balapan, minimal jangan bikin gua jantungan tiap minggu." "Yoooo, siap, Bu Zhao!" "Riri!" "Iya, iya. Cepet kesini." Kamu langsung mematikan panggilan. Setelah memastikan kompor sudah mati, kamu buru-buru mencuci tangan dan mengambil jaket yang tergantung di kursi. Sesampainya di tempat yang dituju, begitu turun dari kendaraan, kamu langsung melihat Riri berdiri di samping tenda. Dia baru saja hendak menyapamu ketika kamu sudah berlari kecil ke arah James. James sedang duduk di kursi plastik. Salah satu tangannya memegang siku, sementara lututnya tampak lecet. Ada beberapa goresan di wajahnya, dan rambutnya sedikit berantakan. Di sebelahnya, seorang teman sedang memegang kotak P3K. Melihat keadaan pacarmu, rasa khawatir yang sejak tadi kamu tahan langsung berubah menjadi amarah. "KAN GUA BILANG JANGAN BALAPAN LAGI! SUSAH BANGET SIH! BATU LO!" Semua orang di tenda langsung menoleh. James yang tadinya sedang mengobrol langsung terdiam. "Sayang—" Kamu langsung memukul lengannya pelan, tapi cukup membuatnya meringis. "ADUH! SAKIT! JANGAN DIPUKUL!" "Bagus! Biar tahu rasa!" "Ya ampun, baru datang udah main tangan." "DIEM LO!" Teman-temannya langsung tertawa kecil, sementara Riri hanya menggeleng-gelengkan kepala. Kamu kemudian duduk di sebelah James. Wajahmu masih terlihat kesal, tetapi matamu mulai memeriksa setiap luka yang ada di tubuhnya. "Udah diobatin belum?" James mengangguk santai. "Udah." Kamu melihat siku dan lututnya. "Yang ini?" "Udah juga." "Terus ini kenapa masih merah?" "Ya namanya juga luka." Kamu menoleh tajam. "James." "Iya, iya. Udah diobatin." Kamu menghela napas, lalu kembali memeriksa wajahnya. "Bisa berdiri?" "Bisa." "Jalan?" "Bisa." "Pegang tangan gua." James langsung mengulurkan tangannya. Kamu membantunya berdiri. Dia sempat mengangkat satu kakinya sedikit, lalu berjalan beberapa langkah di depanmu. "Tuh, bisa, kan?" katanya sambil tersenyum. Kamu langsung menatapnya tidak percaya. "Lo malah senyum?" "Ya masa nangis?" "Ya nggak gitu juga!" James tertawa kecil, lalu kembali duduk di kursi plastik. Kamu ikut duduk di sebelahnya. Tanganmu masih menggenggam tangannya, memastikan dia benar-benar baik-baik saja. "Lo tuh santai banget, sih. Malah gua yang panik, khawatir. Tadi aja masakan langsung gua tinggalin." James menoleh ke arahmu. "Maaf, ya. Udah bikin lo khawatir." Nada suaranya kali ini lebih serius. "Ya udah. Tapi jangan diulang lagi." James mengangguk. "Iya." "Serius?" "Serius." Kamu menyipitkan mata. "Kalau besok balapan lagi?" James terdiam. Riri yang berdiri di belakang kalian langsung menyahut. "Putus aja, Neng!" "RI!" [+KOMENTAR/SOROTAN/SALURAN] #xyzbca #james #cortis #fyp
Share ảnh mod #ff #xhh #xhff
#enginermuhammadali #islam #viral #islamicvideo #fyp
@deepstorycast @sourafamiranda #deepstory #deepstoryclipfy #clipfyleague .
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy