@secdmyself: PART 30 : Pulang, Lalu Diganggu Keonho Mobil sedan hitam milik Jungwon terparkir di bawah naungan pohon tua di sudut area parkir taman kota. Malam itu, setelah jadwal poli rawat jalannya usai dan ia memastikan laporan pemulihan Keonho stabil, Jungwon memutuskan untuk tidak langsung pulang ke apartemennya. Jam kerja yang padat dan beban emosional beberapa hari terakhir membuatnya butuh udara segar untuk menjernihkan pikiran. Taman tepi danau yang tenang dan hanya berjarak beberapa menit dari rumah sakit selalu menjadi tempat pelarian singkatnya. Jungwon melangkah keluar dari mobil, menenteng segelas kopi hitam dingin dari minimarket terdekat. Namun, baru beberapa langkah menyusuri jalan setapak berbatu di bawah deretan lampu taman temaram, langkah kakinya mendadak terhenti kaku. Sekitar dua puluh meter di depannya, di atas bangku kayu panjang tepi danau yang dinaungi rimbunnya pohon maple tua, dua sosok yang sangat ia kenali sedang duduk berdampingan. Di bawah bias cahaya keemasan lampu taman dan pendar bulan di atas permukaan air, Jungwon melihat bagaimana Ni-ki menangkup lembut wajah Y/N dengan kedua tangannya. Dan tepat di detik berikutnya, waktu seolah membeku. Manik mata jernih Jungwon menangkap jelas bagaimana Ni-ki memiringkan wajahnya, memejamkan mata, lalu mendaratkan ciuman yang begitu lembut dan dalam di bibir perawat mungil itu. Ia melihat bagaimana jemari tangan Y/N meremas kain jaket hitam di dada Ni-ki, pasrah dan membalas kehangatan tersebut tanpa sedikit pun keraguan. Deg. Seluruh persendian tubuh Jungwon mendadak kaku di tempatnya berdiri. Gelas kopi di genggaman tangannya mengerat perlahan. Angin malam yang berhembus menyapu dedaunan kering di sekitar sepatunya terasa jauh lebih dingin menembus kain kemejanya. Rasa nyeri yang samar dan getir sempat berdenyut di sudut hatinya—sebuah refleks manusiawi saat menyaksikan sendiri akhir dari perasaan yang pernah ia simpan. Namun, saat tatapannya terus terpaku pada siluet dua orang di bangku danau itu, Jungwon menyadari sesuatu yang lain. Ia melihat bagaimana rona bahagia dan rasa aman yang utuh terpancar di wajah Y/N—ekspresi lepas yang belum pernah ia lihat selama gadis itu bertugas di rumah sakit di bawah bayang-bayang ketakutan akan kondisi adiknya. Dan ia melihat bagaimana Ni-ki, sahabat karibnya yang dulu begitu hancur dan penuh amarah, kini merengkuh gadis itu dengan kelembutan yang teramat tulus. Mereka berdua saling melengkapi dan menyembuhkan luka masing-masing dengan cara yang tidak akan pernah bisa ia gantikan. Helaan napas panjang dan pelan akhirnya lolos dari bibir sang dokter muda. Rasa getir yang sempat hinggap perlahan meluruh, berganti menjadi sebuah keikhlasan yang lapang dan damai. Sudut bibir Jungwon terangkat sangat tipis, membentuk sebaris senyum samar di balik bayang-bayang pepohonan. Tanpa mengeluarkan suara, tanpa membiarkan kehadirannya mengusik momen berharga itu, Jungwon perlahan memundurkan langkahnya. Ia memutar tubuhnya, lalu melangkah tenang kembali menuju mobilnya di area parkir, membiarkan malam tepi danau itu sepenuhnya menjadi milik Ni-ki dan Y/N. Beberapa hari kemudian... Pagi itu, cahaya matahari perlahan menyelinap melalui celah tirai ruang rawat VIP lantai lima. Langit di luar tampak cerah dengan semburat jingga yang masih tersisa di ufuk timur. Berbeda dari hari-hari sebelumnya, suasana kamar pagi itu terasa jauh lebih ringan. Ada kesibukan kecil di sana-sini karena Keonho akhirnya bersiap untuk pulang. Y/N dengan telaten melipat selimut dan merapikan sisa barang-barang di atas nakas, sementara Keonho sudah duduk manis mengenakan jaket hoodie abu-abu kesayangannya di atas ranjang pasien. Wajah remaja itu tampak segar, jauh berbeda dari beberapa hari lalu saat ia pertama kali keluar dari ruang bedah. Pintu geser ruang rawat terbuka lebar. Ni-ki melangkah masuk dengan mengenakan mantel kasual panjang, membawa tas jinjing pakaian milik Keonho di tangan kanannya. lanjutan di komentar & sl 💌 #pov #au #niki #enhypen #fyp
𝑃𝑎𝑝𝑒𝑟 𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑠 ⋆˚✿˖°
Region: ID
Wednesday 02 September 2026 09:29:58 GMT
Music
Download
Comments
𝑃𝑎𝑝𝑒𝑟 𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑠 ⋆˚✿˖° :
lanjutan 👇
"Semua administrasi check-out udah beres," ujar Ni-ki dengan suara beratnya yang khas, tersenyum tipis ke arah Keonho. "Gimana, Kapten? Udah siap pulang ke rumah?"
Mata Keonho langsung berbinar cerah. Remaja itu mengangguk antusias sambil merapikan tali hoodie-nya. "Siap banget, Kak Ni-ki! Udah bosen banget nyium bau obat di sini."
Y/N yang melihat semangat adiknya itu ikut tersenyum lega. Ia meletakkan tas terakhir di atas meja, lalu berjalan mendekat untuk merapikan kerah baju Keonho. "Ingat ya, pesan Dokter Jungwon tadi, kamu masih harus banyak istirahat dan belum boleh lari-lari dulu di luar rumah."
"Iya, Kak Y/N... bawel deh," gerutu Keonho setengah berkelakar, meski senyum di bibirnya tak kunjung pudar.
Tak lama berselang, Jungwon muncul di ambang pintu dengan membawa map rekam medis terakhir. Dokter muda itu tersenyum ramah melihat kebersamaan ketiganya.
"Wah, kelihatannya pasien kita sudah tidak sabar ingin pulang," sapa Jungwon ringan saat melangkah masuk mendekati ranjang.
"Dokter Jungwon!" sapa Keonho riang. "Makasih banyak ya, Dok, udah benerin jantung aku."
Jungwon menepuk pelan pundak remaja itu. "Sama-sama, Keonho. Tapi ingat, kontrol rutin minggu depan tetap harus ditepati. Jangan sampai bolos."
Setelah menyelesaikan beberapa instruksi medis terakhir dan serah terima rekam medis kepulangan, Jungwon mengantar mereka bertiga hingga ke lantai dasar lobi rumah sakit.
Di depan pintu utama, mobil sedan hitam milik Ni-ki sudah terparkir rapi di area penjemputan. Udara pagi yang segar langsung menyambut kulit begitu mereka melangkah keluar dari lobi. Keonho menarik napas dalam-dalam, menikmati kebebasan setelah hari-hari yang melelahkan di balik dinding rumah sakit.
"Hati-hati di jalan ya," pesan Jungwon seraya tersenyum tulus kepada Y/N dan Ni-ki. Tatapan dokter muda itu sempat beradu pandang sejenak dengan Ni-ki—sebuah kontak mata singkat penuh makna yang mengisyaratkan rasa saling mengerti dan kedamaian di antara kedua sahabat lama itu.
"Terima kasih banyak atas semuanya, Dokter Jungwon," ucap Y/N tulus.
"Sama-sama, Y/N. Kalau ada apa-apa, langsung kabari aku," balas Jungwon ramah.
2026-09-02 09:30:29
3
ウリ :
maaf baru komen, soalnya tadi angkat jemuran dulu
2026-09-02 10:01:54
1
zivv :
lucu banget😻
apalagi judulnya " pulang, lalu di gangguin keonho"💜
2026-09-02 10:09:30
1
jimine :
2026-09-02 09:58:31
1
achha_hh :
1
2026-09-02 09:32:09
1
To see more videos from user @secdmyself, please go to the Tikwm
homepage.