@lythimynha: Tôi chỉ là một cô gái thoải mái với mọi thứ. Vì đời tui , tui quản 👍👍👍#xuhuonggggggggggggggggg

Lý Nhã
Lý Nhã
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 02 September 2026 09:56:15 GMT
2229
328
14
3

Music

Download

Comments

dungz5996
phi Dũng :
dáng đẹp
2026-09-03 00:13:31
1
vanchaunguyennguy
(Cà Chua 🍅 )@ :
💋Em
2026-09-03 02:51:30
1
mr..beo8
Cậu Hai 71 :
2026-09-02 10:55:01
1
thanh.tan1760
Tân nè :
khúc nào ra khúc đó hén 🤭🤭
2026-09-02 11:16:02
1
vudang2021
Vũ đăng :
😘
2026-09-02 10:19:46
1
toopam
Phước Huy :
🥰
2026-09-03 05:52:21
0
thanhthinh83869
Thành Thịnh :
🥰🥰🥰
2026-09-02 12:18:34
1
user3591826399323
tiktoker@h :
🥰
2026-09-02 10:02:23
1
107.nph
107 Nph :
🥰🥰🥰
2026-09-02 09:59:35
1
toopam
Phước Huy :
😁
2026-09-03 05:52:20
0
trn.quc637
Có người yêu đổi tên 1303 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-04 00:00:31
0
To see more videos from user @lythimynha, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tidak semua luka datang dari orang yang kita benci. Terkadang, justru orang yang pernah kita percaya meninggalkan luka yang paling sulit dijelaskan. Perlakuan buruk, pengkhianatan, penghinaan, atau kekecewaan bisa membuat kita mempertanyakan nilai diri sendiri. Kita mengingat perkataan mereka berulang kali, memikirkan mengapa mereka tega melakukannya, bahkan tanpa sadar menjadikan perlakuan buruk seseorang sebagai ukuran tentang siapa diri kita. Padahal apa yang seseorang lakukan kepada kita tidak pernah secara otomatis menentukan harga diri kita. Jangan biarkan keburukan orang lain mengubahmu menjadi seseorang yang tidak kamu kenali. Setelah disakiti, kita memang berhak kecewa, marah, dan mengambil jarak. Tetapi jangan sampai luka membuatmu kehilangan kelembutan, kehilangan kepercayaan kepada kehidupan, atau membuatmu membalas dunia dengan cara yang sama. Kamu tidak harus menjadi buruk hanya karena pernah diperlakukan buruk. Justru salah satu bentuk kemenangan terbesar adalah tetap menjadi manusia yang baik tanpa membiarkan kebaikanmu kembali dimanfaatkan. Hidupkan kembali dirimu dengan hal-hal yang sempat hilang karena luka itu. Rawat dirimu, kejar kembali impianmu, bangun hubungan yang sehat, tertawalah tanpa rasa bersalah, dan berikan dirimu kesempatan untuk mengalami kebahagiaan yang baru. Tidak semua energi harus digunakan untuk mencari penjelasan dari orang yang telah menyakitimu. Terkadang jawaban terbaik bukan datang dari permintaan maaf mereka, melainkan dari kehidupanmu yang perlahan menjadi jauh lebih baik tanpa kehadiran mereka. Pada suatu titik, kamu akan menyadari bahwa orang yang pernah menyakitimu tidak lagi memiliki ruang sebesar dulu di dalam pikiranmu. Namanya mungkin masih kamu ingat, tetapi tidak lagi membuat dadamu sesak. Ceritanya mungkin masih menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tidak lagi menentukan arah hidupmu. Kamu telah tumbuh melewati luka itu. Bukan karena apa yang terjadi menjadi benar, melainkan karena kamu memilih untuk tidak membiarkan satu pengalaman buruk menguasai seluruh kehidupanmu. Maka hiduplah dengan begitu baik, bukan untuk membuktikan bahwa kamu lebih hebat daripada mereka, tetapi untuk mengembalikan hidupmu kepada dirimu sendiri. Bangun hari-hari yang membuatmu bersyukur pernah bertahan. Ciptakan kebahagiaan yang tidak bergantung pada mereka yang pernah menyakitimu. Hingga suatu hari, ketika menoleh ke belakang, kamu mungkin tidak lagi bertanya mengapa mereka memperlakukanmu seburuk itu. Kamu hanya akan tersenyum dan menyadari: ternyata hidupku jauh lebih luas daripada luka yang pernah mereka tinggalkan.
Tidak semua luka datang dari orang yang kita benci. Terkadang, justru orang yang pernah kita percaya meninggalkan luka yang paling sulit dijelaskan. Perlakuan buruk, pengkhianatan, penghinaan, atau kekecewaan bisa membuat kita mempertanyakan nilai diri sendiri. Kita mengingat perkataan mereka berulang kali, memikirkan mengapa mereka tega melakukannya, bahkan tanpa sadar menjadikan perlakuan buruk seseorang sebagai ukuran tentang siapa diri kita. Padahal apa yang seseorang lakukan kepada kita tidak pernah secara otomatis menentukan harga diri kita. Jangan biarkan keburukan orang lain mengubahmu menjadi seseorang yang tidak kamu kenali. Setelah disakiti, kita memang berhak kecewa, marah, dan mengambil jarak. Tetapi jangan sampai luka membuatmu kehilangan kelembutan, kehilangan kepercayaan kepada kehidupan, atau membuatmu membalas dunia dengan cara yang sama. Kamu tidak harus menjadi buruk hanya karena pernah diperlakukan buruk. Justru salah satu bentuk kemenangan terbesar adalah tetap menjadi manusia yang baik tanpa membiarkan kebaikanmu kembali dimanfaatkan. Hidupkan kembali dirimu dengan hal-hal yang sempat hilang karena luka itu. Rawat dirimu, kejar kembali impianmu, bangun hubungan yang sehat, tertawalah tanpa rasa bersalah, dan berikan dirimu kesempatan untuk mengalami kebahagiaan yang baru. Tidak semua energi harus digunakan untuk mencari penjelasan dari orang yang telah menyakitimu. Terkadang jawaban terbaik bukan datang dari permintaan maaf mereka, melainkan dari kehidupanmu yang perlahan menjadi jauh lebih baik tanpa kehadiran mereka. Pada suatu titik, kamu akan menyadari bahwa orang yang pernah menyakitimu tidak lagi memiliki ruang sebesar dulu di dalam pikiranmu. Namanya mungkin masih kamu ingat, tetapi tidak lagi membuat dadamu sesak. Ceritanya mungkin masih menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tidak lagi menentukan arah hidupmu. Kamu telah tumbuh melewati luka itu. Bukan karena apa yang terjadi menjadi benar, melainkan karena kamu memilih untuk tidak membiarkan satu pengalaman buruk menguasai seluruh kehidupanmu. Maka hiduplah dengan begitu baik, bukan untuk membuktikan bahwa kamu lebih hebat daripada mereka, tetapi untuk mengembalikan hidupmu kepada dirimu sendiri. Bangun hari-hari yang membuatmu bersyukur pernah bertahan. Ciptakan kebahagiaan yang tidak bergantung pada mereka yang pernah menyakitimu. Hingga suatu hari, ketika menoleh ke belakang, kamu mungkin tidak lagi bertanya mengapa mereka memperlakukanmu seburuk itu. Kamu hanya akan tersenyum dan menyadari: ternyata hidupku jauh lebih luas daripada luka yang pernah mereka tinggalkan.

About