@greka7100: #legend

user96987290460
user96987290460
Open In TikTok:
Region: UA
Wednesday 02 September 2026 12:10:56 GMT
194642
1768
40
41

Music

Download

Comments

dmytrovitchbezsonov_88_
GenerationX88X :
И какая польза от них ?
2026-09-03 11:00:31
29
zylys66
вано :
самые почётные места для воров и убийц куда катимся
2026-09-03 05:12:32
44
user9288071451450
Валентина :
До чего мы дожили?😱😱😱😱
2026-09-02 16:23:04
14
user85370922945865
Слава Титенок :
Спите спокойно братья 🙏
2026-09-02 15:06:06
6
ozi32526
Александр :
В 90 элиты воевали меж собою,работяг не трогали.Щас элиты меж собою в мире,а работяг стравили,чтобы удержаться у власти.
2026-09-05 14:33:41
3
user2779175954461
сергей :
Деньги.
2026-09-02 19:17:02
4
igorshigunow
Igor Shigunow :
лихое время было
2026-09-04 10:57:38
4
victor.volosenco1
Victor Volosenco :
Жили красиво-но мало!Печальные-90ые!Смутные времена!
2026-09-03 13:09:00
7
user76277901113238
Наташка :
Мужики высокого полёта. Царство небесное
2026-09-11 11:31:49
1
user6339849063322
Нұрлыбек77 :
как говоритсья блатная жизнь отрава, погубить всех
2026-09-02 12:55:41
6
dimon0290
Dimón :
как поэты🤣
2026-09-05 17:42:30
0
perecvet5
perecvet5 :
О времена, о нравы...
2026-09-03 12:19:30
4
user46530730313704
Фатина :
Каждому своё
2026-09-05 04:27:55
1
dasha87951697696
Даша :
О у меня фамилия девичья Безгинова😄
2026-09-04 16:12:02
0
tarzan3010
тарзан :
можно было немного помедленнее?
2026-09-03 08:52:34
0
kolpak.druzkov
kolpak druzkov :
итог кто то сбежал кто то чидит кто то давно увы
2026-09-03 09:50:17
0
user2332331575334
user2332331575334 :
😁
2026-09-05 17:05:10
0
vasya_817
user3510695428857 Василий :
да и х.й на них.
2026-09-03 09:28:02
16
ilillliil3
IlIlIIIlllIl🇷🇺 :
не состоявшиеся единоросы
2026-09-03 10:05:07
7
mora45544
Veronige :
вот вам цена бандитских денег
2026-09-02 21:46:18
8
lex73986
Леший :
зато жили пастухами а не в овечьем загоне
2026-09-03 05:28:10
4
user53400438214184
Дмитрий Беларус :
У Бандитов Памятники ???😳 Позор 👎
2026-09-04 11:04:55
2
senators97
Заряд27 :
кому на Руси жить хорошо? на Руси нынче долго не живут..была такая горькая шутка про братков
2026-09-04 00:03:14
1
user4705970655182
Бакар Бакар :
Блатная жизнь красивая, только не долгая.
2026-09-05 13:24:06
1
user9381676935810
Чакнорicбля :
Герои страны😁
2026-09-05 07:39:12
1
To see more videos from user @greka7100, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ibnu Khaldun dalam *Al-Muqaddimah* mengajarkan satu kenyataan yang sering melukai kesombongan manusia: cara berpikir seseorang hampir selalu dibentuk oleh lingkungan tempat ia hidup. Apa yang tidak pernah ia lihat, akan ia anggap mustahil. Apa yang tidak pernah ia alami, akan ia sebut kebohongan. Dan apa yang melampaui batas pengalamannya, akan ia hina sebagai khayalan. Itulah sebabnya katak di dalam sumur bukan sekadar miskin pemandangan. Ia miskin kemungkinan. Ia mengira langit hanyalah lingkaran kecil di atas kepalanya. Ketika laut diceritakan kepadanya, ia tertawa. Bukan karena laut itu tidak ada, melainkan karena pikirannya terlalu sempit untuk menampung keluasan itu. Ironisnya, banyak manusia lebih buruk daripada katak. Mereka membaca satu buku, lalu merasa menjadi hakim bagi seluruh ilmu. Tinggal di satu kota, lalu merasa memahami dunia. Bergaul dengan satu kelompok, lalu menganggap selain kelompoknya sesat. Padahal yang sempit bukan dunia, melainkan kepalanya. Imam Al-Ghazali dalam *Ihya' Ulum al-Din* mengingatkan bahwa penyakit paling berbahaya bukanlah kebodohan, tetapi merasa sudah tahu. Sebab orang bodoh masih mungkin belajar, sedangkan orang yang merasa paling tahu telah mengunci pintu ilmunya sendiri. Sebagian orang tidak sedang mencari kebenaran. Mereka hanya mencari kalimat yang menguatkan keyakinannya. Mereka tidak berdialog untuk memahami, tetapi untuk menang. Mereka tidak mendengar agar mengerti, melainkan menunggu giliran membantah. Lalu mereka menyebut dirinya pencinta ilmu. Padahal ilmu tidak pernah tumbuh di tanah yang dipenuhi kesombongan. Dalam filsafat Islam, akal adalah amanah, bukan mahkota. Ia harus terus dibersihkan dari hawa nafsu, fanatisme, dan kebiasaan yang membelenggu pandangan. Ketika hawa nafsu menjadi guru, maka kenyataan akan dipaksa mengikuti keinginan. Ketika ego menjadi hakim, maka kebenaran akan selalu kalah oleh pendapat sendiri. Maka berhati-hatilah menjadi
Ibnu Khaldun dalam *Al-Muqaddimah* mengajarkan satu kenyataan yang sering melukai kesombongan manusia: cara berpikir seseorang hampir selalu dibentuk oleh lingkungan tempat ia hidup. Apa yang tidak pernah ia lihat, akan ia anggap mustahil. Apa yang tidak pernah ia alami, akan ia sebut kebohongan. Dan apa yang melampaui batas pengalamannya, akan ia hina sebagai khayalan. Itulah sebabnya katak di dalam sumur bukan sekadar miskin pemandangan. Ia miskin kemungkinan. Ia mengira langit hanyalah lingkaran kecil di atas kepalanya. Ketika laut diceritakan kepadanya, ia tertawa. Bukan karena laut itu tidak ada, melainkan karena pikirannya terlalu sempit untuk menampung keluasan itu. Ironisnya, banyak manusia lebih buruk daripada katak. Mereka membaca satu buku, lalu merasa menjadi hakim bagi seluruh ilmu. Tinggal di satu kota, lalu merasa memahami dunia. Bergaul dengan satu kelompok, lalu menganggap selain kelompoknya sesat. Padahal yang sempit bukan dunia, melainkan kepalanya. Imam Al-Ghazali dalam *Ihya' Ulum al-Din* mengingatkan bahwa penyakit paling berbahaya bukanlah kebodohan, tetapi merasa sudah tahu. Sebab orang bodoh masih mungkin belajar, sedangkan orang yang merasa paling tahu telah mengunci pintu ilmunya sendiri. Sebagian orang tidak sedang mencari kebenaran. Mereka hanya mencari kalimat yang menguatkan keyakinannya. Mereka tidak berdialog untuk memahami, tetapi untuk menang. Mereka tidak mendengar agar mengerti, melainkan menunggu giliran membantah. Lalu mereka menyebut dirinya pencinta ilmu. Padahal ilmu tidak pernah tumbuh di tanah yang dipenuhi kesombongan. Dalam filsafat Islam, akal adalah amanah, bukan mahkota. Ia harus terus dibersihkan dari hawa nafsu, fanatisme, dan kebiasaan yang membelenggu pandangan. Ketika hawa nafsu menjadi guru, maka kenyataan akan dipaksa mengikuti keinginan. Ketika ego menjadi hakim, maka kebenaran akan selalu kalah oleh pendapat sendiri. Maka berhati-hatilah menjadi "katak dalam sumur" versi modern. Sumurnya bukan lagi tanah yang berlubang, melainkan layar ponsel. Algoritma hanya menunjukkan apa yang ingin kau lihat. Lingkaran pertemanan hanya mengulang apa yang sudah kau yakini. Lama-kelamaan kau mengira itulah seluruh dunia. Padahal laut tetap luas meski sumurmu sempit. Kebenaran tidak mengecil hanya karena pikiranmu sempit. Laut tidak berubah menjadi kolam hanya karena kau belum pernah melihat ombak. Matahari tidak berhenti bersinar hanya karena jendelamu tertutup. Maka sebelum menertawakan lautan, keluarlah dulu dari sumurmu. Sebab sering kali yang membatasi hidup bukan sempitnya dunia, melainkan sempitnya cara berpikir. #LogikaJiwa #Filsafat #Edukasi #PengembanganDiri #BookTokIndonesia

About