@chineseembassymanila: The 26th Meeting of the Council of Heads of State of the Shanghai Cooperation Organization (#SCO) held in Bishkek, capital of Kyrgyzstan, on September 1, 2026. Over 500 local and foreign media representatives are here covering the summit. What’s their views of China’s role in the SCO? Global Times interviewed two foreign journalists on the sidelines of the summit. Credit to Global Times

Chinese Embassy Manila
Chinese Embassy Manila
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 02 September 2026 13:29:29 GMT
98
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @chineseembassymanila, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sering kali kemarau dan terik matahari dituduh sebagai biang kerok kebakaran hutan, padahal sains membuktikan suhu ekstrem hanya berfungsi mengeringkan lahan. Fakta forensik justru mengungkap bahwa 99,9% kebakaran dipicu murni oleh tangan manusia, sementara hanya 0,1% akibat fenomena alam swabakar di perut bumi. Video dokumenter ini membongkar mitos tersebut, sekaligus menjadi pengingat ironis bahwa hutan indonesia tidak musnah oleh iklim, melainkan hangus oleh hilangnya nurani dan lambannya keadilan. #karhutla #kebakaranhutan #kalimantan #hutan #indonesia  ( DISCLAIMER ) :  Konten ini dibuat berdasarkan referensi ilmiah yang telah terverifikasi secara akademik, yang kemudian divisualisasikan menggunakan bantuan teknologi Artificial Intelligence dan Pengeditan secara manual untuk tujuan edukasi, informasi dan hiburan. Beberapa elemen visual seperti skala, bentuk, dan tata letak geografis, bersifat ilustratif dan tidak sepenuhnya akurat. Video ini tidak dimaksudkan sebagai acuan ilmiah atau pemetaan presisi, melainkan hanya sebagai gambaran umum. ( REFRENSI ) : å Yuan, H., Restuccia, F., & Rein, G.
Sering kali kemarau dan terik matahari dituduh sebagai biang kerok kebakaran hutan, padahal sains membuktikan suhu ekstrem hanya berfungsi mengeringkan lahan. Fakta forensik justru mengungkap bahwa 99,9% kebakaran dipicu murni oleh tangan manusia, sementara hanya 0,1% akibat fenomena alam swabakar di perut bumi. Video dokumenter ini membongkar mitos tersebut, sekaligus menjadi pengingat ironis bahwa hutan indonesia tidak musnah oleh iklim, melainkan hangus oleh hilangnya nurani dan lambannya keadilan. #karhutla #kebakaranhutan #kalimantan #hutan #indonesia ( DISCLAIMER ) : Konten ini dibuat berdasarkan referensi ilmiah yang telah terverifikasi secara akademik, yang kemudian divisualisasikan menggunakan bantuan teknologi Artificial Intelligence dan Pengeditan secara manual untuk tujuan edukasi, informasi dan hiburan. Beberapa elemen visual seperti skala, bentuk, dan tata letak geografis, bersifat ilustratif dan tidak sepenuhnya akurat. Video ini tidak dimaksudkan sebagai acuan ilmiah atau pemetaan presisi, melainkan hanya sebagai gambaran umum. ( REFRENSI ) : √• Yuan, H., Restuccia, F., & Rein, G. " Spontaneous ignition of soils: a multi-step reaction scheme to simulate self-heating ignition of smouldering peat fires". (2021) Halaman: 440–453 √• Page, S. E., Siegert, F., Rieley, J. O., Boehm, H.-D. V., Jaya, A., & Limin, S. H. "The amount of carbon released from peat and forest fires in Indonesia during 1997". (2002). Halaman: 61–65 √• Saharjo, B. H., & Hasanah, U. "Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah". (2023). Halaman: 25–29 √• Lestari, A. (Mengutip hasil pembuktian forensik pengadilan dari Guru Besar Kehutanan IPB, Prof. Bambang Hero Saharjo). "Bambang Hero: 99,9% Kebakaran Lahan Gambut Disebabkan Oleh Manusia". (2025) √• Fredriksson, G. "Extinguishing the 1998 forest fires and subsequent coal fires in the Sungai Wain Protection Forest, East Kalimantan, Indonesia". (1999 / Laporan Arsip FAO) Halaman: Tersedia dalam arsip publikasi FAO dan disertasi University of Amsterdam [cite: 7, 8]

About