atqiarl :
Silent Pontinak
Aris menyandarkan kepalanya di jendela pesawat Boeing 737 yang membawanya pulang dari Jakarta. Pengumuman kapten beberapa menit lalu terdengar normal: pesawat bersiap turun di Bandara Internasional Supadio. Namun, saat menengok ke luar, Aris tidak melihat kerlip lampu Kota Pontianak.Di luar sana hanya ada kegelapan mutlak yang aneh.Pesawat tiba-tiba berguncang hebat akibat turbulensi hebat. Kapten kembali berbicara, kali ini suaranya bergetar tidak tenang, "Para penumpang, jarak pandang di Supadio menurun drastis di bawah batas aman karena kabut asap ekstrem. Kita akan melakukan prosedur Return to Base (RTB) kembali ke Jawa..."BZZZZT... STTT...Suara interkom mendadak mati, digantikan suara statis radio yang bising dan memekakkan telinga. Lampu kabin berkedip-kedip sebelum akhirnya padam total. Hanya menyisakan lampu darurat berwarna merah darah yang berpijar redup."Lho, kok putar balik?" bisik penumpang di sebelah Aris. Namun saat Aris menoleh, kursi di sebelahnya kosong. Bahkan seluruh kabin mendadak sunyi senyap. Ratusan penumpang lain lenyap tak berbekas, menyisakan pakaian kosong yang tergeletak di kursi-kursi mereka.Kreeek... Kreeek...Udara di dalam kabin berubah menjadi sangat dingin dan pengap. Asap pekat berwarna abu-abu kekuningan mulai merayap masuk melalui lubang ventilasi AC. Bau hangus gambut terbakar dan anyir besi berkarat menyengat hidung. Dari balik jendela, pemandangan awan malam berubah drastis: langit di luar sana kini dipenuhi hujan abu hitam pekat yang menghantam badan pesawat seperti ribuan kerikil tajam.Pesawat tidak lagi terbang kembali ke Jawa. Dimensi udara telah melintir, mengunci mereka di ruang hampa The Otherworld di atas langit Kalimantan.DUM! DUM! DUM!Suara hantaman keras terdengar dari atas atap badan pesawat. Sesuatu yang besar sedang merayap di luar sana, menembus kepungan asap jelaga. Dari balik kaca jendela yang mulai retak dan berkarat, Aris melihat siluet sepasang tangan berkuku hitam panjang mencengkeram sayap pesawat.Sesosok makhluk bergaun putih koyak melayang sejajar dengan jendelanya. Wajahnya yang hancur menempel di kaca, menatap Aris dengan mata bolong yang mengerikan.
2026-09-03 15:01:34