@tinotenda.mbasera.music: "GORE RICHANAKIDZA" 🎶🙏 This song was meant to greet us at the start of the year… but God's timing is never late, it's perfect. 🕊️ 2026 has not been an easy year for many of us. We've buried loved ones, watched doors close that we prayed would open, missed chances we thought were ours to take. Some of us are just tired, counting down the days until this year is finally behind us. But even in the tears, we choose faith over fear. We are releasing this song as a declaration , not because everything has been easy, but because we refuse to let sorrow have the final word. We are taking 2027 BY FORCE. We are proclaiming a year full of joy, breakthrough, and open doors. "Gore Richanakidza" a year that will be beautiful, a year of laughter replacing tears, a year where God moves on our behalf. To everyone who has lost, who has struggled, who is holding on by a thread, this one's for you. Your latter days will be greater than your past. Don't lose hope. 🙌 https://youtu.be/7RF4RG33uP0?si=5hWf7VuSMXM16ciD #GoreRichanakidza #2027IsOurs #FaithOverFear #GospelMusic #tinotendambasera

Tinotenda Mbasera Official
Tinotenda Mbasera Official
Open In TikTok:
Region: ZW
Wednesday 02 September 2026 16:16:26 GMT
601
74
3
3

Music

Download

Comments

sammy0340
samantha :
Waiting for the Rhumba part 🫢🔥🔥🔥
2026-09-02 16:36:37
0
jaquemusy
jaquemusy :
New sound alert🤭
2026-09-02 16:24:56
0
To see more videos from user @tinotenda.mbasera.music, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About