@johanjohanes553: beritalima.com — Kesaksian ibu mahasiswa Revanza Rasyadan Zulfan, mengungkap dampak panjang dugaan kekerasan yang menimpa anaknya. Bukan hanya luka fisik, Revanza disebut mengalami trauma hingga memilih meninggalkan bangku kuliah. Hal itu terungkap dalam sidang perkara dugaan kekerasan secara bersama-sama yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (1/9/2026). Lima terdakwa, M. Halis bin Jumadin, Toni Febria Pratama bin Amiriddin, Dimas Wahyudi bin Ahmad Ikbal Kibal, Mohammad Rio Ferdinand bin Ahmad Fauzi, dan Agus Kurniawan bin Moh. Sulaiman, sementara tersangka Leon Nur Ardhana berstatus DPO. Lina Syair Mahani, ibunda Revanza, di hadapan majelis hakim menceritakan kondisi anaknya setelah peristiwa yang terjadi di Wisma Bawean, Surabaya, pada 6 Oktober 2023. Dari cerita anaknya, disebut ada enam orang yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Lina mengaku terpukul melihat perubahan kondisi anaknya. Revanza disebut tidak lagi mau melanjutkan kuliah karena mengalami trauma ketika harus berhadapan dengan orang-orang yang diduga terlibat. "Dia tidak mau kuliah lagi karena ada trauma. Ketika saya tanya kenapa trauma, ternyata dia pada 6 Oktober itu dikeroyok enam orang," tuturnya. Yang membuat kondisi Revanza semakin berat, kata Lina, para terdakwa disebut merupakan teman satu kelas, satu jurusan, dan satu angkatan dengan anaknya. "Jadi setiap dia melihat itu, dia selalu menangis," katanya sambil berkaca-kaca. Lina mengatakan secara fisik anaknya memang masih dapat beraktivitas. Namun, kondisi psikologisnya justru menjadi persoalan serius. "Utuk badan tidak apa-apa. Tapi kalau untuk pemikiran saya, saya lihat dia sudah tidak kondusif pemikirannya. Setiap cerita dia nangis, dan dia tidak akan mau kuliah lagi. Dia minta keluar," ungkapnya. Selain trauma, Revanza juga mengeluhkan sakit pada bagian dada setelah kejadian. Lina menyebut anaknya mengalami batuk dan bahkan mengeluarkan darah. "Dia bilang sering sakit, batuk-batuk, keluar darah. Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui mengalami sakit dada karena ada bekas memar di dada," ujarnya. Dugaan kekerasan bermula ketika Revanza yang saat itu merupakan mahasiswa Hangtuah Surabaya semester pertama jurusan vokasi Pelayaran menolak ajakan terdakwa Mohammad Rio Ferdinand ke Mess Wisma Bawean, Surabaya. Terdakwa Dimas Wahyudi didakwa menepuk dada korban dua kali. Setelah itu, terdakwa Toni Febria Pratama disebut memukul perut bagian bawah korban dua kali sembari meminta korban membusungkan dada. Leona Nur Ardhana, yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO), didakwa memukul perut korban beberapa kali dan menyuruh terdakwa Rio Ferdinand melakukan pemukulan. Rio kemudian disebut memukul ulu hati korban dua kali. Aksi tersebut kembali berlanjut ketika terdakwa Dimas Wahyudi memerintahkan terdakwa M. Halis untuk memberikan "kasih", yang dalam konteks kejadian tersebut dimaknai sebagai perintah memukul korban. Terdaka Agus Kurniawan juga menampar pipi kiri dan kanan Revanza. Terdakwa M. Halis kemudian disebut kembali memukul perut bagian bawah korban sebanyak lima kali, setelah sebelumnya melakukan pemukulan dua kali. Korban juga disebut dipaksa melakukan squat jam sebanyak lima kali. Saat merasa tidak kuat, Revanza dikabarkan sempat mengatakan, "Saya sudah tidak kuat." Namun, kekerasan belum berhenti. Terdakwa Dimas Wahyudi disebut bahkan bertanya siapa lagi yang hendak memukul Revanza. Terdakwa Agus Kurniawan kemudian didakwa kembali berdiri dan menampar kedua pipi korban. Tak hanya kekerasan fisik, jaksa juga mendakwa korban mendapat ancaman agar tidak melaporkan peristiwa tersebut. Terdakwa Dimas Wahyudi disebut mengatakan kepada korban, "Apa kamu mau lapor? Awas kamu kalau mau lapor, habis kamu." Buntut penganiayaan. pada 16 Oktober 2023, Revanza berobat ke Rumah Sakit Premier Surabaya karena mengeluhkan sakit pada bagian dada. Pada 19 Desember 2023, Revanza mengajukan pengunduran diri dari perkuliahan dengan alasan kondisi fisik dan trauma psikologis.
johan553
Region: ID
Wednesday 02 September 2026 17:16:51 GMT
Music
Download
Comments
susinihbos :
pembullly hrs masuk penjara dan di DO dr kampusnya agar ada efek jera bg yg lainnya
2026-09-07 13:15:08
359
kulit :
jangan kayak tentara bos sekolah pelayaran saja .kalian itu g ketemu musuh kayak tentara jadi tidak perlu pukul.pukulan. disiplin saja cukup fisik biasa saja.pokoknya jangan niru tentara lah lain fungsinya.
2026-09-07 22:37:30
99
RRN :
pihak management Univ Hangtuah wajib tau ini
2026-09-07 12:50:41
46
Hariyanto Yanto :
Bu,setelah anaknya pulih sebaiknya dikuliahkan di Universitas Terbuka saja. Sehat dan lancar.
2026-09-07 08:44:16
65
Paimo Lucky :
jadi orang kok kejam banget....
nanti klo kena karma tanya salah saya apa.
jadilah orang baik hidup hanya sekali
2026-09-07 03:35:47
46
🌺mom oyek🌺 :
g ikut biayain kuliah merasa sok jadi senior. senior baik itu bukan bgtu!! ajari yunior mu ilmu yg baik, attitude yg baik. jadilah kalian sesama taruna yg baik. bukan sok sok an. udh g jaman!!!!
2026-09-07 11:28:45
72
damiyanti63 :
Mohon pemerintah dan pihak kampus memberi edukasi ttg larangan² dan sanksi pidana sebelum proses perkuliahan dimulai, spy anak² mikir 2x sebelum melakukan hal spt itu
2026-09-07 04:12:13
28
grapy :
lho kok msh ada ya kasus kek gini, sdh lah ga usah lagi pakai acara kek gitu ,sdh ga jaman lebih bahaya lagi klo sampe ada korban jiwa.
2026-09-05 08:27:01
18
ysssmine_ :
itu satu letting dgn putri sy anak trok
2026-09-07 03:30:44
7
mollycat :
suruh berhenti anak yg aniaya keluarkan dari kampus ..
2026-09-07 07:15:10
37
ana_andriadhi :
anaku juga korban bully... entah mau smpai kapan tidak mau sekolah.. sudah hampir setahun.. anak saya jadi suka marah, nangis dan ketawa sendiri😭
2026-09-08 03:15:33
5
yena :
mahasisws yg melakukan tindak kekerasan hrs di pecat n diproses hukum, enak saja menganiaya anak orang, untung saja korban tdk smp tewas, hal ini terjadi juga krn kurang nya pengawasan dan tindak tegas dr kampus shg pelaku tdk merasa jera
2026-09-07 08:54:39
41
Teguh Cahyadi :
pecat/DO mahasiswa yg melakukan pemukulan
2026-09-05 04:20:46
44
AUBREY ARFA :
kok baru di ketahuan padahal kejadian 2023 hrs di usut tuntas hrs diproses hukum biar nggak sebarangan mukul org yg menimbulkan ter roma
2026-09-07 04:33:26
7
Indra :
DO kan dan kasusnya dipolisikan ini ngak bisa dibiarkan preman terselubung dikampus ...... gmn ini pengawasan keamanan kampusnya kok bisa terjadi harus tuntas hukumnya ngak bisa dibiarkan begitu saja😭😭😭😭😭😭😭
2026-09-03 09:23:55
22
Riyana Santi :
kok jahat banget ya, motifnya kok penyiksaan, kawal terus bu kasusnya, semangat membela kebenaran💪💪
2026-09-07 09:33:46
5
tinaeko247 :
Jgan kasih peluang bebas bagi para pelaku. Heran, masih mahasiswa kelakuan preman liar... klo sdh lulus trus kerja kelakuan nya makin menjadi brutal.
2026-09-03 21:09:25
10
anudick :
pecat dan tuntut hukuman maksimal
2026-09-04 01:18:32
9
my dar :
tuntut pecat semua yg terlibat
2026-09-04 05:10:12
8
Eagusta 15 :
masih mahasiswa sdh kejam.... pidanakan dan segera rektor DO kan semua yg terlibat
2026-09-04 05:57:12
5
Tokoomurcee :
Bingung judul sama kronologi kok beda ? judul mengatakan dianiaya senior , tapi kronologi dianiaya teman seangkatan sejurusan. Intinya STOP bullying
2026-09-07 00:54:54
9
eny :
anak saya jg sama di buli di UHT dan saya pindah di FK univ yg lain
2026-09-08 08:24:09
6
Pus_Meonk69 :
wajib Penjara seumur hidup,,
2026-09-04 10:47:08
6
Elis :
Proses HUKUM saja bu, utk pembelajaran 👍👍👍👍
2026-09-07 06:46:35
3
Maria Lena031 :
miris... kok masih ada yang seperti ini
2026-09-04 17:34:19
2
To see more videos from user @johanjohanes553, please go to the Tikwm
homepage.