@user253776755393: #horsebreeding #horsefacts #farriersoftiktok #horselife #horselife (283)

user253776755393
user253776755393
Open In TikTok:
Region: MX
Wednesday 02 September 2026 18:21:02 GMT
34342
107
5
20

Music

Download

Comments

zona.restaurante4
zona Restaurante JM :
51 anos
2026-09-15 23:26:14
1
yomaira.torres80
Yomaira Torres :
22
2026-09-10 19:42:18
1
paulinha0546
Paulinha :
Eu quero
2026-09-16 12:41:56
0
user8206104600381
Валерий Пидопрыгора :
🥰
2026-09-16 13:34:08
0
phan.c9154
Phan Đắc :
@@
2026-09-16 23:31:41
0
To see more videos from user @user253776755393, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kabut Asap Masih Tidak Sehat, Sebagian Wali Murid Minta Belajar Daring Saja, Ini Harapan DPRD Pekanbaru ke Disdik Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Jurnalis Video: SYAFRUDDIN MIROHI TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-- Kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru yang masih berada pada level tidak sehat, menimbulkan kekhawatiran di kalangan orangtua siswa. Bahkan sebagian wali murid meminta, agar kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk sementara, dilakukan secara daring demi menjaga kesehatan peserta didik. Pantauan Tribunpekanbaru.com Selasa pagi, 15 September 2026 hingga siang, kabut asap tipis masih bergelayut di langit Kota Pekanbaru. Yang agak parah, pada pagi hari tadi, di saat orangtua mengantar anak-anaknya ke sekolah, bau asap masih menyengat hidung.  Meski demikian, tampak orangtua tetap mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, meski sebagiannya tidak pakai masker. Lagi pula, waktu belajar dibatasi hingga pukul 11.30-12.00 WIB.
Kabut Asap Masih Tidak Sehat, Sebagian Wali Murid Minta Belajar Daring Saja, Ini Harapan DPRD Pekanbaru ke Disdik Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Jurnalis Video: SYAFRUDDIN MIROHI TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-- Kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru yang masih berada pada level tidak sehat, menimbulkan kekhawatiran di kalangan orangtua siswa. Bahkan sebagian wali murid meminta, agar kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk sementara, dilakukan secara daring demi menjaga kesehatan peserta didik. Pantauan Tribunpekanbaru.com Selasa pagi, 15 September 2026 hingga siang, kabut asap tipis masih bergelayut di langit Kota Pekanbaru. Yang agak parah, pada pagi hari tadi, di saat orangtua mengantar anak-anaknya ke sekolah, bau asap masih menyengat hidung. Meski demikian, tampak orangtua tetap mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, meski sebagiannya tidak pakai masker. Lagi pula, waktu belajar dibatasi hingga pukul 11.30-12.00 WIB. "Karena kondisi udara sangat tidak sehat, kami minta ke Disdik, anak-anak belajar daring saja. Kasihan jika banyak anak-anak nanti yang terpapar ISPA," kata Puji, wali murid yang tinggal di Jalan Delima, kepada Tribunpekanbaru.com. Hal yang sama juga disampaikan orangtua lainnya. Mereka melihat, kebijakan Pemko yang masih menetapkan anak sekolah belajar tatap muka terbatas, akan berisiko tinggi. "Walau pun namanya belajar tatap muka terbatas, tapi anak-anak keluar rumah juga. Di sekolah juga tak maksimal belajarnya. Mendingan belajar daring saja," harap orangtua lainnya. Karenanya, sejumlah orangtua berharap Disdik Pekanbaru dapat mempertimbangkan kondisi kualitas udara, sebelum mengambil keputusan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka untuk ke depannya. Ya, kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru mulai menempatkan sekolah pada posisi sulit, mempertahankan pembelajaran tatap muka atau mengurangi aktivitas demi melindungi kesehatan siswa dan guru. Ketua DPRD Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid meminta Disdik Pekanbaru, tidak berhenti pada pengaturan jam belajar. Tapi perlu memastikan kualitas udara di dalam ruang kelas benar-benar aman bagi siswa selama kabut asap. Bahwa, keputusan mempertahankan pembelajaran tatap muka harus diikuti juga dengan kesiapan fasilitas sekolah. Sebab, membatasi aktivitas siswa di luar ruangan tidak otomatis membuat mereka terbebas dari paparan asap jika kualitas udara di dalam kelas juga buruk. "Kita juga mendapatkan informasi, respons sekolah di Pekanbaru belum sepenuhnya seragam. Sebagian memilih memulangkan siswa lebih awal, pukul 12.00 WIB, bahkan jika memungkinkan mereka minta daring saja," sebut Isa Lahamid. Melihat indikator kualitas udara yang tidak sehat beberapa hari ini, harusnya menjadi satu dasar dalam menentukan apakah pembelajaran tatap muka tetap layak dilakukan, atau perlu dialihkan ke pola lain. "Pemko punya pilihan, mulai dari pengurangan jam belajar, meliburkan sekolah sementara, hingga menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," sarannya lagi.

About