@risnawati.munthe:

Na🦋
Na🦋
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 03 September 2026 06:58:44 GMT
3080
151
6
1

Music

Download

Comments

angelinatumanggor20
Angeline :
Idia on dek
2026-09-03 12:08:55
0
lia_saragih11
Lia saragih :
ada kilatnya baah😅
2026-09-03 07:25:28
0
prilisinaga
Prili sinaga :
spill vg nya dong kak
2026-09-03 10:01:26
0
To see more videos from user @risnawati.munthe, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pembaruan terkait pantauan titik panas (hotspot) serta kondisi kualitas udara dan potensi hujan di wilayah Riau, pada Kamis (3/9/2026). Berdasarkan pemantauan BMKG, jumlah hotspot di Riau hari ini tercatat sebanyak 114 titik, mengalami peningkatan dari hari sebelumnya yang sempat berada di angka 67 titik. Tingkat keandalan hotspot bervariasi mulai dari kategori rendah, sedang, hingga sangat tinggi, di mana indikasi titik panas tinggi terdeteksi di wilayah Pelalawan. Selain peningkatan hotspot, asap juga mulai terasa masuk di wilayah Riau pada pagi hari. BMKG menjelaskan bahwa asap tersebut bukan berasal dari wilayah Riau sendiri, melainkan merupakan asap kiriman yang terbawa angin dari wilayah bagian selatan Sumatra, seperti Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung. Pada musim kemarau, pola angin dominan bertiup dari arah tenggara dan selatan menuju ke utara, sehingga membawa asap melintasi wilayah Riau. BMKG juga mencatat adanya peningkatan signifikan hotspot di Sumatra Selatan yang mencapai 700 hingga 1.000 titik. Dampak dari masuknya asap ini berpengaruh pada kualitas udara dan jarak pandang. Berdasarkan data konsentrasi PM2.5 di BMKG, kualitas udara pada pagi hari awalnya berada pada kategori sedang, namun mulai meningkat hingga kategori tidak sehat sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Sementara itu, jarak pandang (visibility) di area bandara dilaporkan telah menurun hingga di bawah 5.000 meter. Mengenai potensi cuaca, BMKG memperkirakan potensi hujan di wilayah Riau dalam tiga hari ke depan masih relatif kurang. Kondisi ini bersifat sementara dan sangat bergantung pada pola angin. Jika terdapat tekanan rendah di wilayah utara yang menarik massa udara, maka potensi hujan di Riau akan berkurang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pembaruan terkait pantauan titik panas (hotspot) serta kondisi kualitas udara dan potensi hujan di wilayah Riau, pada Kamis (3/9/2026). Berdasarkan pemantauan BMKG, jumlah hotspot di Riau hari ini tercatat sebanyak 114 titik, mengalami peningkatan dari hari sebelumnya yang sempat berada di angka 67 titik. Tingkat keandalan hotspot bervariasi mulai dari kategori rendah, sedang, hingga sangat tinggi, di mana indikasi titik panas tinggi terdeteksi di wilayah Pelalawan. Selain peningkatan hotspot, asap juga mulai terasa masuk di wilayah Riau pada pagi hari. BMKG menjelaskan bahwa asap tersebut bukan berasal dari wilayah Riau sendiri, melainkan merupakan asap kiriman yang terbawa angin dari wilayah bagian selatan Sumatra, seperti Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung. Pada musim kemarau, pola angin dominan bertiup dari arah tenggara dan selatan menuju ke utara, sehingga membawa asap melintasi wilayah Riau. BMKG juga mencatat adanya peningkatan signifikan hotspot di Sumatra Selatan yang mencapai 700 hingga 1.000 titik. Dampak dari masuknya asap ini berpengaruh pada kualitas udara dan jarak pandang. Berdasarkan data konsentrasi PM2.5 di BMKG, kualitas udara pada pagi hari awalnya berada pada kategori sedang, namun mulai meningkat hingga kategori tidak sehat sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Sementara itu, jarak pandang (visibility) di area bandara dilaporkan telah menurun hingga di bawah 5.000 meter. Mengenai potensi cuaca, BMKG memperkirakan potensi hujan di wilayah Riau dalam tiga hari ke depan masih relatif kurang. Kondisi ini bersifat sementara dan sangat bergantung pada pola angin. Jika terdapat tekanan rendah di wilayah utara yang menarik massa udara, maka potensi hujan di Riau akan berkurang.

About