@kumparan: Fenomena “war kursi” bimbingan belajar (bimbel) terjadi di Yogyakarta. Ratusan orang tua rela menginap dan datang sejak subuh demi mendapatkan antrean pendaftaran di bimbel Exist yang berada di sebuah gang di Jalan Gayam, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Para orang tua tersebut merasa perlu menambah bekal pendidikan anak agar mendapat nilai memuaskan dalam Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) DIY. Nilai tersebut dapat digunakan untuk masuk ke SMAN yang dituju melalui jalur Domisili Wilayah ataupun Prestasi. Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi mengatakan kondisi itu tidak bisa langsung disimpulkan sebagai bentuk ketimpangan kualitas antar-SMA negeri di Yogyakarta. "Setiap sekolah memang memiliki karakteristik, lingkungan belajar, program, budaya sekolah, dan keunggulan masing-masing. Masyarakat juga tentu memiliki preferensi berdasarkan pengalaman dan persepsi yang berkembang di masyarakat. Itu sesuatu yang wajar," kata Suci dikonfirmasi, Kamis (3/9). Pemda DIY tidak ingin membangun paradigma bahwa hanya sekolah tertentu yang baik. Suci ingin seluruh SMA di DIY memiliki kualitas yang semakin baik, dengan karakter dan keunggulan masing-masing. Ke depan, kata Suci, pemerintah tidak hanya perlu meningkatkan kualitas sekolah, tetapi juga memperkuat komunikasi dan informasi kepada masyarakat agar mereka mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai potensi dan keunggulan masing-masing sekolah. 📸: Dok. kumparan/Arfiansyah Panji. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | warbimbel | news | videonews | R158 | R091 | E164 | V165 #bicarafaktalewatberita #kumparan
kumparan
Region: ID
Thursday 03 September 2026 10:30:34 GMT
Music
Download
Comments
♡naaa_🐛 :
pertama 🥇
2026-09-03 10:39:17
0
To see more videos from user @kumparan, please go to the Tikwm
homepage.