@eureka_2210: #nbaplayoffs #NBA #FYP #viral #NBAHighlights

𝙀𝙐𝙍𝙀𝙆𝘼 🏀
𝙀𝙐𝙍𝙀𝙆𝘼 🏀
Open In TikTok:
Region: PH
Thursday 03 September 2026 17:13:10 GMT
3315
41
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @eureka_2210, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Saat Pemerintah Kembali Datang ke Rumah Rena dan Rendi Langkah kaki para pejabat kembali berhenti di sebuah rumah sederhana di Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, Jumat, 22 Mei 2026. Untuk kedua kalinya dalam sepekan terakhir, Pemerintah Kabupaten Tanggamus datang memastikan bahwa kisah Rena dan Rendi tidak berhenti hanya sebagai berita yang ramai diperbincangkan. Di rumah itu, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kominfo Suhartono, bersama aparatur pekon kembali duduk bersama keluarga Ibu Erna alias Jumnah. Bukan sekadar membawa pertanyaan, tetapi mencoba menghadirkan jalan keluar bagi dua anak yang perlahan menjauh dari bangku sekolah. Beberapa hari sebelumnya, kisah Rena dan Rendi menjadi perhatian publik. Banyak yang menilai negara terlambat hadir. Namun sejak laporan itu mencuat, pemerintah daerah mulai bergerak dari satu pintu ke pintu lainnya untuk memastikan kondisi sebenarnya. Hasilnya, satu harapan mulai menemukan arah. Rena, anak pertama, akhirnya dipastikan akan difasilitasi melanjutkan pendidikan melalui jalur PKBM pada tahun ajaran 2026–2027. Perjalanan pendidikannya memang tidak berjalan biasa. Ia sempat belajar di pondok pesantren salafiyah di Tasikmalaya dengan sistem pendidikan berbasis kesetaraan. Karena itu, jalur pendidikan yang disiapkan pemerintah harus menyesuaikan riwayat sekolahnya. Sementara itu, cerita Rendi masih menyisakan tanda tanya panjang. Anak laki-laki itu belum sepenuhnya memastikan apakah dirinya siap kembali melanjutkan sekolah. Pemerintah memilih tidak memaksa. Pendekatan yang dilakukan kini lebih banyak melalui pendampingan dan motivasi dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Di tengah persoalan pendidikan itu, pemerintah juga memastikan keluarga Ibu Jumnah tidak sepenuhnya berjalan sendiri menghadapi tekanan ekonomi. Selama beberapa tahun terakhir, bantuan sosial masih terus diterima keluarga tersebut, mulai dari bantuan pangan, BPNT hingga BLT Dana Desa sebelum anggaran mengalami pengurangan pada tahun 2026. Bagi sebagian orang, kunjungan itu mungkin hanya rutinitas pemerintahan. Namun bagi keluarga kecil di Tanjung Jati, kedatangan itu menjadi tanda bahwa cerita mereka didengar. Karena terkadang, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan atau biaya sekolah, melainkan keyakinan bahwa masih ada pihak yang mau datang, duduk, mendengar, lalu membantu mencari jalan keluar bersama. Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus Jumat, 22 Mei 2026 #Tanggamus #PekonTanjungJati #KotaAgungTimur #RenaDanRendi #PendidikanUntukSemua           @KOMINFO TANGGAMUS @dinas sosial @Indonesian all star[RSS]⭐
Saat Pemerintah Kembali Datang ke Rumah Rena dan Rendi Langkah kaki para pejabat kembali berhenti di sebuah rumah sederhana di Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, Jumat, 22 Mei 2026. Untuk kedua kalinya dalam sepekan terakhir, Pemerintah Kabupaten Tanggamus datang memastikan bahwa kisah Rena dan Rendi tidak berhenti hanya sebagai berita yang ramai diperbincangkan. Di rumah itu, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kominfo Suhartono, bersama aparatur pekon kembali duduk bersama keluarga Ibu Erna alias Jumnah. Bukan sekadar membawa pertanyaan, tetapi mencoba menghadirkan jalan keluar bagi dua anak yang perlahan menjauh dari bangku sekolah. Beberapa hari sebelumnya, kisah Rena dan Rendi menjadi perhatian publik. Banyak yang menilai negara terlambat hadir. Namun sejak laporan itu mencuat, pemerintah daerah mulai bergerak dari satu pintu ke pintu lainnya untuk memastikan kondisi sebenarnya. Hasilnya, satu harapan mulai menemukan arah. Rena, anak pertama, akhirnya dipastikan akan difasilitasi melanjutkan pendidikan melalui jalur PKBM pada tahun ajaran 2026–2027. Perjalanan pendidikannya memang tidak berjalan biasa. Ia sempat belajar di pondok pesantren salafiyah di Tasikmalaya dengan sistem pendidikan berbasis kesetaraan. Karena itu, jalur pendidikan yang disiapkan pemerintah harus menyesuaikan riwayat sekolahnya. Sementara itu, cerita Rendi masih menyisakan tanda tanya panjang. Anak laki-laki itu belum sepenuhnya memastikan apakah dirinya siap kembali melanjutkan sekolah. Pemerintah memilih tidak memaksa. Pendekatan yang dilakukan kini lebih banyak melalui pendampingan dan motivasi dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Di tengah persoalan pendidikan itu, pemerintah juga memastikan keluarga Ibu Jumnah tidak sepenuhnya berjalan sendiri menghadapi tekanan ekonomi. Selama beberapa tahun terakhir, bantuan sosial masih terus diterima keluarga tersebut, mulai dari bantuan pangan, BPNT hingga BLT Dana Desa sebelum anggaran mengalami pengurangan pada tahun 2026. Bagi sebagian orang, kunjungan itu mungkin hanya rutinitas pemerintahan. Namun bagi keluarga kecil di Tanjung Jati, kedatangan itu menjadi tanda bahwa cerita mereka didengar. Karena terkadang, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan atau biaya sekolah, melainkan keyakinan bahwa masih ada pihak yang mau datang, duduk, mendengar, lalu membantu mencari jalan keluar bersama. Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus Jumat, 22 Mei 2026 #Tanggamus #PekonTanjungJati #KotaAgungTimur #RenaDanRendi #PendidikanUntukSemua @KOMINFO TANGGAMUS @dinas sosial @Indonesian all star[RSS]⭐

About