@bologna569:

Bologna
Bologna
Open In TikTok:
Region: NG
Thursday 03 September 2026 17:23:36 GMT
160155
6855
67
263

Music

Download

Comments

kaonegonz
Speedy Gonz :
The burj Khalifa has an owner?😳
2026-09-09 18:00:13
0
drunkenmaster500
anime'90s :
1.5 billion dollars? what year? what was the worth of it today?
2026-09-10 11:22:46
0
iamyourinnersoul
#9 :
However, the workers receive a salary of only 1,000–1,200 Dirhams.
2026-09-09 18:27:15
4
alie.safea.momori
Alie :
you forgot something how many labourer died there? and there salary was just $300
2026-09-09 18:36:31
2
chriselliman37
Chris 💫 :
What’s the purpose of the steel at the top
2026-09-09 10:27:30
0
togafrancis
togafrancis :
Over coming the salt underground water from the ocean
2026-09-10 10:45:13
0
big_venj
Big_Venj :
how many workers died in the process
2026-09-08 20:31:43
16
deguzmandjulio
De Guzman D Julio :
4 people give their life to build that skyscraper due to accident
2026-09-09 06:41:14
3
luckyman8888
Luckyman888 :
So just adding hollow pipes at the top to increase height makes it the world's tallest building in the world ?
2026-09-09 06:38:49
4
kenkembs
KenKembs :
how did they Solve the problem of Sea Salty water that could lead to corrosion to the steel piles deep inside the foundation?
2026-09-09 05:01:17
1
christophervenancio3
Christopher venancio :
made by samsung😁
2026-09-09 09:37:09
1
ntsika8802
ntsika :
it's empty now ☺️too expensive ☺️
2026-09-09 12:09:08
1
legenddayrotune
JALL :
let me ask , what is ot purpose
2026-09-08 22:20:34
1
levitando4
Tan :
but how are the steel pipe installed in such heights even with the pieces
2026-09-04 17:19:06
3
rwofuta
Wofuta R :
they were solving the unforeseen problems?
2026-09-08 09:15:44
0
khalidunten
KAYTEN :
the foundation
2026-09-03 21:22:09
1
user5070536299547
user5070536299547 :
Nice
2026-09-10 18:30:17
0
ussrtowar00
ussr timo :
de tu160
2026-09-06 22:03:19
1
user43800699849143
Haruna Gaji :
nice one
2026-09-06 11:06:57
1
hitman2026
hitman :
friends, friends, friends 😂
2026-09-10 05:26:37
0
symonchikapa
Symon Chikapa 🇲🇼❤🤓🇦🇪 :
Where man was challenged and man derivered 😎
2026-09-10 17:40:47
0
rianne.junior
Rianne Junior :
glasses
2026-09-11 07:46:28
0
conardfrimpong
CAFTAN ANIMES :
sumsung made so anything us possible 😎
2026-09-10 14:58:13
0
daviscommissioner
Daviscommissioner :
how was it weighed?
2026-09-09 15:38:18
1
terryganesh
Terry Ganesh :
purpose of the steel pipe
2026-09-10 03:25:57
0
To see more videos from user @bologna569, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ancaman kabut asap di Kota Samarinda tak hanya menjadi persoalan bagi warga yang beraktivitas di luar rumah. Anak-anak sekolah turut menghadapi risiko paparan asap dan debu saat harus berangkat, belajar, hingga pulang ke rumah. Kondisi itu mendorong kepedulian sejumlah pihak. Info Taruna Samarinda (ITS) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur turun langsung ke sekolah untuk membagikan masker kepada pelajar. Salah satu lokasi yang disasar yakni SDN 007 Samarinda Ulu, Senin (7/9/2026). Aksi sosial tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama jajaran Pemerintah Kota Samarinda. Kehadiran rombongan menjadi perhatian siswa yang menerima masker secara langsung. Ketua ITS Joko Iswanto alias Jokis mengatakan, pembagian masker merupakan respons atas kondisi lingkungan Samarinda yang dalam beberapa hari terakhir terdampak asap dari kebakaran lahan di sejumlah titik. Ia menyebut kawasan Sambutan dan Samarinda Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena aktivitas karhutla masih terjadi. Asap yang terbawa angin kemudian berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah lain. “Kami bekerja sama dengan teman-teman dari PWI Kalimantan Timur membagikan masker. Ini salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kondisi kabut asap yang masih terjadi di Kota Samarinda,” ujar Jokis. Menurutnya, pelajar menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan karena aktivitas mereka tidak sepenuhnya dapat dilakukan di dalam ruangan. Karena itu, masker diharapkan menjadi perlindungan sederhana yang bisa digunakan ketika kualitas udara memburuk. Pada tahap awal, sekitar 1.000 masker telah disiapkan. ITS dan PWI Kaltim selanjutnya akan memperluas pembagian ke sejumlah sekolah lain. Sedikitnya empat sekolah ditargetkan menjadi sasaran, dengan perkiraan total mencapai 2.400 masker. “Kami berharap masker ini bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” katanya. Selengkapnya baca di website kaltimetam
Ancaman kabut asap di Kota Samarinda tak hanya menjadi persoalan bagi warga yang beraktivitas di luar rumah. Anak-anak sekolah turut menghadapi risiko paparan asap dan debu saat harus berangkat, belajar, hingga pulang ke rumah. Kondisi itu mendorong kepedulian sejumlah pihak. Info Taruna Samarinda (ITS) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur turun langsung ke sekolah untuk membagikan masker kepada pelajar. Salah satu lokasi yang disasar yakni SDN 007 Samarinda Ulu, Senin (7/9/2026). Aksi sosial tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama jajaran Pemerintah Kota Samarinda. Kehadiran rombongan menjadi perhatian siswa yang menerima masker secara langsung. Ketua ITS Joko Iswanto alias Jokis mengatakan, pembagian masker merupakan respons atas kondisi lingkungan Samarinda yang dalam beberapa hari terakhir terdampak asap dari kebakaran lahan di sejumlah titik. Ia menyebut kawasan Sambutan dan Samarinda Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena aktivitas karhutla masih terjadi. Asap yang terbawa angin kemudian berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah lain. “Kami bekerja sama dengan teman-teman dari PWI Kalimantan Timur membagikan masker. Ini salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kondisi kabut asap yang masih terjadi di Kota Samarinda,” ujar Jokis. Menurutnya, pelajar menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan karena aktivitas mereka tidak sepenuhnya dapat dilakukan di dalam ruangan. Karena itu, masker diharapkan menjadi perlindungan sederhana yang bisa digunakan ketika kualitas udara memburuk. Pada tahap awal, sekitar 1.000 masker telah disiapkan. ITS dan PWI Kaltim selanjutnya akan memperluas pembagian ke sejumlah sekolah lain. Sedikitnya empat sekolah ditargetkan menjadi sasaran, dengan perkiraan total mencapai 2.400 masker. “Kami berharap masker ini bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” katanya. Selengkapnya baca di website kaltimetam

About