Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@hinooki_: This might be one of the coolest miniature kits you’ve built. It has moving parts, warm lights, and even a music box inside. Definitely not just another shelf decoration. #diyproject #giftidea #hobby #homedecor #3dpuzzle
HiNooki
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 03 September 2026 17:29:09 GMT
3204
234
1
24
Music
Download
No Watermark .mp4 (
4.36MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.21MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Grise :
🥰🥰🥰
2026-09-03 18:07:16
0
To see more videos from user @hinooki_, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#faarfannaaafaanoromoo @Faaruu😍 @Jesuus Is Lord✝️ #vairal_video_tiktok #oromotiktok❤️💚❤️ethiopiantiktok #fffffffffffyyyyyyyyyyypppppppppppp #fyp
@Dra. Michelle Pioker #michellepiokercy #fofoca
#fy #fypdong #المغرب🇲🇦🇲🇦 #ixplore #اكسبلو
আমার দেখা সবচেয়ে সুন্দর একটি নাটক শেষ পর্যন্ত দেখবেন ভালো লাগবে #tiktok #viralvideo #foryou #capcut
Apriliani (20), istri Joni Iskandar yang tewas saat diamankan polisi terkait dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), menuntut pencopotan Kapolda Lampung beserta jajaran yang dinilai bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Pada Senin (8/6/2026), pihak keluarga secara resmi menunjuk sembilan orang penasihat hukum, yaitu Endang Drajat, S.H., Rustam Effendi, S.H., M.H., Sawaluyo, S.H., M.H., Annisa Mardiyana, S.H., dan lima advokat lainnya untuk mendampingi proses hukum. Tuntutan tersebut disampaikan bersama kelompok keluarga dan sejumlah tokoh masyarakat, menyusul perbedaan keterangan yang sangat tajam antara pihak kepolisian dengan kesaksian keluarga. Kejadian berlangsung pada Rabu (3/6/2026), ketika tim gabungan Polresta Bandar Lampung mendatangi rumah korban di Kecamatan Jabung untuk melakukan penangkapan. Pihak kepolisian menyatakan bahwa Joni Iskandar melakukan perlawanan keras, menyerang petugas, dan berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa ditembak sesuai standar operasional prosedur. Namun, hal ini dibantah tegas oleh Apriliani yang menyaksikan langsung peristiwa di dalam rumahnya. “Ketika melihat polisi datang, suami hanya diam tangan di belakang badan. Tidak ada perlawanan sama sekali. Ia langsung diborgol dan dibawa pergi dalam keadaan sehat. Namun saat dikembalikan ke rumah, ia sudah meninggal dunia dengan tubuh penuh luka dan tujuh lubang tembakan,” ungkap Apriliani di rumah duka Desa Negara Batin, Jabung, Lampung Timur. Ia menilai kepemimpinan Kapolda Lampung telah gagal mewujudkan penegakan hukum yang manusiawi, adil, dan transparan. Selain meminta pencopotan Kapolda, keluarga juga menuntut pertanggungjawaban Kapolresta Bandar Lampung dan Kepala Satuan Reserse Kriminal yang bertugas saat itu. Ketua tim hukum Endang Drajat, menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini secara maksimal dan profesional. Tim hukum berencana melaporkan dugaan pelanggaran berat aparat kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), serta Divisi Propam Mabes Polri. “Kami akan segera melaporkan dugaan penyiksaan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan aparat di Lampung ini. Tidak ada tempat bagi tindakan kekerasan di luar aturan hukum dalam upaya penegakan hukum negara,” tegas Endang Drajat. Apriliani menyatakan bertekad kuat untuk terus berjuang demi mendapatkan keadilan. Ia menegaskan tidak ingin kematian suaminya menjadi sia-sia. “Saya tidak ingin suami saya mati sia-sia. Jika ia memang bersalah, biarlah pengadilan yang memutuskan hukumannya, bukan di tangan aparat di luar jalur hukum yang berlaku,” pungkas Apriliani. Sumber berita: Radar24 ID #curanmor #dpo #lampungtimur #bravopolri
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy