@baby_dream_gros: #bebes #kidsoutfitideas #style #outfit #outfit ✅️ البيع بالجملة فقط ⛔️⛔️ ✅️ المحل متواجد في تاجنانت والتوصيل متوفر لكل الولايات 🚛 🚚 ✅️ لمعرفة الاسعار إنضم إلى قروب تيليغرام 👇👇 https://t.me/babydreamtadjenanet ✅️ قروب واتساب 👇👇 https://chat.whatsapp.com/HdFGxA6dN2VKYqC13HqHUJ?mode=gi_t ✅️ موقع المحل 👇👇 https://maps.app.goo.gl/vmLuiUG5rygwnDoQ9 لأي استفسار الرجاء الاتصال بالأرقام التالية 0778464809 0666205859 0774849881

Baby Dream gros
Baby Dream gros
Open In TikTok:
Region: DZ
Thursday 03 September 2026 18:23:50 GMT
3531
35
0
4

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @baby_dream_gros, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KMMB SUMUT GELAR AKSI JILID II, DESAK PENCOPOTAN OKNUM SECURITY KUSNADI, ASKEB RAYON A DAN RAYON B HINGGA SEVP OPERATION I PTPN REGIONAL II LANGKAT, SUMATERA UTARA – Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Sumatera Utara (KMMB SUMUT) kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid II sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal dugaan persoalan pengamanan perkebunan di lingkungan PTPN Regional II, khususnya terkait peristiwa penangkapan seseorang yang diduga melakukan pencurian oleh oknum security berinisial Kusnadi. Dalam aksi lanjutan tersebut, KMMB SUMUT secara tegas mendesak manajemen PTPN Regional II untuk melakukan evaluasi menyeluruh hingga ke tingkat pimpinan operasional. Desakan pencopotan tidak hanya ditujukan kepada oknum security Kusnadi, tetapi juga ASKEB Rayon A, ASKEB Rayon B, hingga SEVP Operation I PTPN Regional II. KMMB SUMUT menilai persoalan ini tidak boleh dipandang sebagai persoalan individual semata. Sebab, setiap tindakan petugas pengamanan di lingkungan perkebunan harus berada dalam kendali standar operasional prosedur (SOP), mekanisme pengawasan, serta pertanggungjawaban struktural perusahaan. PERTANYAKAN FUNGSI PENGAWASAN DAN TANGGUNG JAWAB BERJENJANG KMMB SUMUT mempertanyakan bagaimana fungsi pengawasan ASKEB Rayon A dan ASKEB Rayon B dijalankan dalam peristiwa tersebut. Organisasi ini juga meminta penjelasan mengenai sejauh mana tanggung jawab pimpinan operasional dalam memastikan seluruh petugas pengamanan bekerja sesuai aturan perusahaan dan ketentuan hukum. Tidak boleh ada pembiaran apabila ditemukan dugaan penyalahgunaan kewenangan, tindakan di luar SOP, ataupun kelalaian dalam menjalankan fungsi pengawasan. KMMB SUMUT menegaskan bahwa jabatan struktural bukan sekadar posisi administratif, melainkan melekat tanggung jawab pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di wilayah kerja masing-masing. SEVP OPERATION I PTPN REGIONAL II DIMINTA JANGAN TUTUP MATA KMMB SUMUT secara khusus mendesak SEVP Operation I PTPN Regional II agar tidak mengabaikan persoalan ini. Manajemen harus berani melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, transparan, dan objektif terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, KMMB SUMUT meminta perusahaan menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pencopotan jabatan maupun pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku. ENAM TUNTUTAN KMMB SUMUT DALAM AKSI JILID II: 1. Mendesak pencopotan dan pemberhentian oknum security Kusnadi apabila terbukti melakukan pelanggaran. 2. Mendesak pencopotan ASKEB Rayon A atas dugaan tidak optimalnya fungsi pengawasan. 3. Mendesak pencopotan ASKEB Rayon B atas dugaan kelalaian dalam pengawasan dan tanggung jawab operasional. 4. Mendesak pencopotan SEVP Operation I PTPN Regional II sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban manajerial atas persoalan tersebut. 5. Mendesak pemeriksaan internal secara menyeluruh, transparan, dan profesional terhadap seluruh pihak yang terkait. 6. Mendesak PTPN Regional II membuka hasil pemeriksaan dan memberikan kepastian tindak lanjut kepada publik. KMMB SUMUT: AKSI JILID II BUKAN SEKADAR SEREMONIAL KMMB SUMUT menegaskan bahwa aksi Jilid II merupakan bentuk konsistensi organisasi dalam mengawal persoalan yang dinilai membutuhkan pertanggungjawaban nyata dari manajemen perusahaan.
KMMB SUMUT GELAR AKSI JILID II, DESAK PENCOPOTAN OKNUM SECURITY KUSNADI, ASKEB RAYON A DAN RAYON B HINGGA SEVP OPERATION I PTPN REGIONAL II LANGKAT, SUMATERA UTARA – Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Sumatera Utara (KMMB SUMUT) kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid II sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal dugaan persoalan pengamanan perkebunan di lingkungan PTPN Regional II, khususnya terkait peristiwa penangkapan seseorang yang diduga melakukan pencurian oleh oknum security berinisial Kusnadi. Dalam aksi lanjutan tersebut, KMMB SUMUT secara tegas mendesak manajemen PTPN Regional II untuk melakukan evaluasi menyeluruh hingga ke tingkat pimpinan operasional. Desakan pencopotan tidak hanya ditujukan kepada oknum security Kusnadi, tetapi juga ASKEB Rayon A, ASKEB Rayon B, hingga SEVP Operation I PTPN Regional II. KMMB SUMUT menilai persoalan ini tidak boleh dipandang sebagai persoalan individual semata. Sebab, setiap tindakan petugas pengamanan di lingkungan perkebunan harus berada dalam kendali standar operasional prosedur (SOP), mekanisme pengawasan, serta pertanggungjawaban struktural perusahaan. PERTANYAKAN FUNGSI PENGAWASAN DAN TANGGUNG JAWAB BERJENJANG KMMB SUMUT mempertanyakan bagaimana fungsi pengawasan ASKEB Rayon A dan ASKEB Rayon B dijalankan dalam peristiwa tersebut. Organisasi ini juga meminta penjelasan mengenai sejauh mana tanggung jawab pimpinan operasional dalam memastikan seluruh petugas pengamanan bekerja sesuai aturan perusahaan dan ketentuan hukum. Tidak boleh ada pembiaran apabila ditemukan dugaan penyalahgunaan kewenangan, tindakan di luar SOP, ataupun kelalaian dalam menjalankan fungsi pengawasan. KMMB SUMUT menegaskan bahwa jabatan struktural bukan sekadar posisi administratif, melainkan melekat tanggung jawab pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di wilayah kerja masing-masing. SEVP OPERATION I PTPN REGIONAL II DIMINTA JANGAN TUTUP MATA KMMB SUMUT secara khusus mendesak SEVP Operation I PTPN Regional II agar tidak mengabaikan persoalan ini. Manajemen harus berani melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, transparan, dan objektif terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, KMMB SUMUT meminta perusahaan menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pencopotan jabatan maupun pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku. ENAM TUNTUTAN KMMB SUMUT DALAM AKSI JILID II: 1. Mendesak pencopotan dan pemberhentian oknum security Kusnadi apabila terbukti melakukan pelanggaran. 2. Mendesak pencopotan ASKEB Rayon A atas dugaan tidak optimalnya fungsi pengawasan. 3. Mendesak pencopotan ASKEB Rayon B atas dugaan kelalaian dalam pengawasan dan tanggung jawab operasional. 4. Mendesak pencopotan SEVP Operation I PTPN Regional II sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban manajerial atas persoalan tersebut. 5. Mendesak pemeriksaan internal secara menyeluruh, transparan, dan profesional terhadap seluruh pihak yang terkait. 6. Mendesak PTPN Regional II membuka hasil pemeriksaan dan memberikan kepastian tindak lanjut kepada publik. KMMB SUMUT: AKSI JILID II BUKAN SEKADAR SEREMONIAL KMMB SUMUT menegaskan bahwa aksi Jilid II merupakan bentuk konsistensi organisasi dalam mengawal persoalan yang dinilai membutuhkan pertanggungjawaban nyata dari manajemen perusahaan. "Kami tidak ingin persoalan ini berhenti pada klarifikasi normatif ataupun janji evaluasi tanpa hasil. Kami meminta manajemen PTPN Regional II menunjukkan keberanian mengambil keputusan. Jika ada pelanggaran, tindak tegas. Jika ada kelalaian, evaluasi. Jangan sampai jabatan menjadi tameng untuk menghindari pertanggungjawaban." KMMB SUMUT juga menegaskan bahwa tuntutan pencopotan merupakan sikap dan desakan organisasi, sedangkan penetapan ada atau tidaknya pelanggaran harus didasarkan pada pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. @humas_poldasumut @Divisi Humas Mabes Polri @Badan Pengaturan BUMN

About