@faktamediss: Bunda, screen time berlebihan bukan cuma bikin anak “betah” di depan HP. Yang sering luput justru waktu yang diam-diam tergantikan oleh layar. Waktu untuk bermain, bergerak, membaca, mengeksplorasi lingkungan, dan berinteraksi langsung dengan orang tua punya peran penting dalam proses belajar dan perkembangan anak. WHO menekankan bahwa anak usia dini membutuhkan keseimbangan antara aktivitas fisik, tidur, dan waktu sedentari yang berkualitas. Aktivitas tanpa layar seperti membaca, bercerita, bernyanyi, dan bermain juga penting untuk perkembangan sosial dan kognitif. (World Health Organization) Jadi persoalannya bukan sekadar “anak main HP berapa jam?” Tapi coba lihat juga: - Apakah waktu bermainnya jadi berkurang? - Apakah anak makin jarang berinteraksi dengan orang tua? - Apakah waktu tidur mulai terganggu? - Apakah HP sudah menjadi pengalih perhatian hampir setiap saat? AAP juga menyarankan keluarga membuat waktu dan tempat bebas layar serta memastikan layar tidak sampai “menggeser” aktivitas penting seperti tidur, bermain, membaca, belajar, dan waktu bersama keluarga. (HealthyChildren.org) Anak memang bisa terlihat lebih anteng saat pegang HP. Tapi jangan sampai ketenangan itu dibayar dengan berkurangnya waktu anak untuk bermain dan belajar. Bunda, kalau screen time anak dikurangi mulai hari ini, aktivitas apa yang paling ingin Bunda kembalikan? Sumber - WHO — Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years - American Academy of Pediatrics — How to Make a Family Media Plan - American Academy of Pediatrics — Helping Kids Thrive in a Digital World #masukberanda #explore #foryou #viral #fyppppppppppppppppppppppp
Faktamedis
Region: ID
Friday 04 September 2026 03:39:41 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @faktamediss, please go to the Tikwm
homepage.