@voxpopulivd_77: Anggota DPRD Kota Bengkulu Fraksi Hanura Bambang Hermanto Diperiksa KPK RI, Kasus Suap Proyek Rejang Lebong Merambah Pemkot Bengkulu BENGKULU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperluas penyidikan perkara dugaan suap proyek pengadaan di Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang kini merambah sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu, termasuk Pemerintah Kota Bengkulu. Terbaru, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bambang Hermanto (BH), anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai Hanura, Jumat, 4 September 2026. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pemeriksaan tersebut. “Hari ini, Jumat (4/9), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi saudara BH selaku anggota DPRD Kota Bengkulu,” ujar Budi Prasetyo. Bambang telah hadir di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 08.03 WIB untuk diperiksa sebagai saksi. Sebelumnya, KPK juga memeriksa anggota DPRD Kota Bengkulu dari Partai PKB, Vinna Ledy Anggraheni. Penyidik menggeledah rumah Vinna dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tiga koper, serta menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara. Uang Noprisman Ikut Didalami Pengembangan penyidikan di Kota Bengkulu juga menyentuh Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman. Dalam penggeledahan di kediamannya, KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar. Uang tersebut menjadi bagian dari barang bukti yang didalami penyidik. Noprisman juga telah beberapa kali diperiksa KPK terkait temuan uang tersebut. Meski demikian, hingga kini Noprisman maupun Bambang Hermanto belum dinyatakan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Keduanya berada dalam konteks pemeriksaan saksi sesuai keterangan KPK. Berawal dari OTT Rejang Lebong Perkara ini merupakan pengembangan dari OTT KPK pada 9 Maret 2026 yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif Muhammad Fikri Thobari dan sejumlah pihak terkait dugaan suap proyek. KPK kemudian menetapkan lima tersangka, yakni Muhammad Fikri Thobari, Hary Eko Purnomo, Irsyad Satria Budiman, Edi Manggala, dan Youki Yusdiantoro. Kelima tersangka diduga terlibat praktik ijon proyek Tahun Anggaran 2025–2026. Dalam pengembangan perkara, KPK menelusuri dugaan aliran uang dan praktik serupa di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Sejumlah lokasi telah digeledah, aset disita, serta pejabat dan anggota legislatif diperiksa. KPK masih menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik penerima maupun pemberi suap, di luar para tersangka yang telah diumumkan. Vox Populi VD akan terus mengawal perkembangan penyidikan KPK terhadap dugaan korupsi proyek di Bengkulu. (Vox Populi VD)

Vox Populi VD (Totabuan.News)
Vox Populi VD (Totabuan.News)
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 04 September 2026 05:51:30 GMT
4520
55
4
17

Music

Download

Comments

oktarina.syafrian
oktarina syafriantien :
mantap biar terang benderang
2026-09-04 06:27:25
2
anggi.barbar5
Anggi Barbar :
jgn lupa UUD perampasan aset segera disahkan kmi menanti
2026-09-05 03:54:46
1
arafik7449
Anjay tejolor :
gass
2026-09-04 05:58:54
1
br4ntas_
8455 M4NT48 :
USUT TUNTAS ALIRAN UANGNYA
2026-09-23 04:49:47
0
To see more videos from user @voxpopulivd_77, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About