@ridwan12_91: dengekeun Tah Ujang🤣🤣🤣

"Story'kue"
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 04 September 2026 08:36:09 GMT
187815
2397
186
725

Music

Download

Comments

ilhamalfarisky0
bunda ilham :
bener tapi ini lagu😂😂😂
2026-09-25 08:45:18
0
user2612787391006
tukang ngopi :
2026-11-01 16:45:28
0
mamah.mudaaa.mmr
mamah mudaaa MMR :
lagu ya keren sukaa🤣🤣😆😁
2026-11-02 09:45:51
0
rustini020626
Siti Sukabumi :
2026-10-29 21:27:09
0
selp893
neng :
😭🤣
2026-10-28 12:39:06
0
nunungnurhayati834
Nunung Nurhayati :
reres pisan 👍👍
2026-09-05 04:42:23
1
prinxecc_yaa
cancer02 :
2026-10-03 17:33:55
1
teh.mimin12
♊Mimin'M*💙💙🔥🔥 :
alah genaheun 😅
2026-09-04 14:46:03
0
tiw573
tiw-94 :
hadeuh😂😂😂
2026-09-25 05:35:30
0
ani.widiani7
Ani Widiani :
2026-10-02 07:17:24
1
wiwinwiduri84
wiwin widuri :
🤭🤭
2026-10-02 15:30:08
1
fentykarisma
Fenty Karisma :
wkwkw 😂
2026-09-26 16:33:37
0
irawati.wati51
ica :
😂😂😂👍
2026-09-24 01:26:23
1
yatiisumiatii2
yatiisumiatii2 :
😁😁🥰🥰bner
2026-10-01 12:02:22
1
went435
Neng Jenong :
bener...pisan
2026-09-26 08:45:21
1
lkm9862
Rina30 :
tapi bener kn 😂😂🤭
2026-09-04 10:28:20
1
sifa2508
Sifa :
2026-10-02 12:16:31
1
user8083298676776
user8083298676776 :
muhun bener pisan
2026-09-28 04:52:36
1
xxxyzzmikhaila
kelaa :
komo mawa budak batur teh kudu di biyayaan teu cukup ku kanyaah meli beas kudu ku duit 😁
2026-10-02 00:59:35
2
user441297969005
gibran :
2026-10-30 06:43:06
0
raka_gaming073
😶‍🌫 :
2026-10-29 14:48:33
0
firdaqt
Firda Qt :
bnr pisan tuh
2026-11-01 05:23:20
0
myamamaabi2
mom Abymana🥰 :
😁😁
2026-09-21 10:49:55
0
teh_ucu
anisa :
bener pisan
2026-10-31 06:10:53
0
_rahmaira13
rahmaira :
haaa😂😂😂
2026-10-28 07:01:36
0
To see more videos from user @ridwan12_91, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: di usia yang baru menginjak 25 tahun, aku sudah resmi divonis sebagai penderita hipertensi kronis dan harus menelan pil pahit obat dari dokter seumur hidupku. Semua mimpi indah masa mudaku runtuh seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, masa iya anak umur 25 tahun sakitan? Paling cuma capek habis scrolling sosmed semalaman, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran tugas doang,  nanti juga hilang sendiri.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai jam 3-4 pagi demi maraton drakor dan scrolling TikTok,  menampung stres beban pikiran sendirian, ditambah pola makan anak muda jaman sekarang yang hancur lebur hobi banget makan makanan instan asin, seblak pedas gurih, makanan cepat saji berlebihan, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usiaku masih muda belia, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap gulita, dan sekujur tubuhku langsung lemas tak berdaya. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter digital dipasang di lengannya dan mesin selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: di usia yang baru menginjak 25 tahun, aku sudah resmi divonis sebagai penderita hipertensi kronis dan harus menelan pil pahit obat dari dokter seumur hidupku. Semua mimpi indah masa mudaku runtuh seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, masa iya anak umur 25 tahun sakitan? Paling cuma capek habis scrolling sosmed semalaman, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran tugas doang, nanti juga hilang sendiri.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai jam 3-4 pagi demi maraton drakor dan scrolling TikTok, menampung stres beban pikiran sendirian, ditambah pola makan anak muda jaman sekarang yang hancur lebur hobi banget makan makanan instan asin, seblak pedas gurih, makanan cepat saji berlebihan, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usiaku masih muda belia, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap gulita, dan sekujur tubuhku langsung lemas tak berdaya. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter digital dipasang di lengannya dan mesin selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak di angka krisis ekstrem 195/110! Anak muda umur 25 tahun bisa setinggi ini?!" seru perawat dengan nada panik menyuruhku tenang total. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Kamu mengalami Hipertensi Kritis di usia muda! Pembuluh darahmu sudah sangat tertekan dan hampir memicu stroke! Mulai hari ini, kamu tidak boleh lepas dari obat dokter dan harus minum obat seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku sebagai anak muda berubah jadi penjara penderitaan: setiap hari harus bergantung pada obat seumur hidup, dihantui rasa cemas takut kena stroke di usia muda, dan tabungan habis buat kontrol rutin. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia tidak kenal usia bahkan di umur 25 tahun yang harusnya lagi produktif, dia bisa menyelinap diam-diam, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, masa depan kita ikut dihancurkan tak bersisa.

About