@noisetalks: Sebuah video dari Desa Tonggoi, Kecamatan Kayan Hulu, Kalimantan Barat, memperlihatkan warga bersama sejumlah anggota polisi berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Yang kemudian mencuri perhatian adalah peralatan yang digunakan. Di tengah kobaran api yang terlihat cukup besar, salah satu polisi tampak hanya mengandalkan selang air rumahan untuk memadamkan api. Momen ini pun memunculkan sorotan soal bagaimana fasilitas dan perlengkapan digunakan ketika menghadapi situasi darurat seperti karhutla. Apalagi publik kerap melihat water cannon milik kepolisian digunakan ketika menghadapi massa dalam aksi demonstrasi. Bukan soal membandingkan api dengan manusia, tetapi soal prioritas: ketika hutan terbakar dan warga ikut berjibaku memadamkan api, apakah perlengkapan yang memadai juga tidak seharusnya tersedia? Karena kalau untuk menghadapi rakyat ada water cannon, kenapa saat menghadapi karhutla justru harus mengandalkan selang rumahan? 📹: Mora Purba/Facebook #noisetalks #fortheloudtothethoughtful