@irynhindah: King Oyo’s off to Kyegegwa

Iryn Hindah
Iryn Hindah
Open In TikTok:
Region: UG
Friday 04 September 2026 10:27:35 GMT
8554
559
25
12

Music

Download

Comments

kbz518
CYRILAKIIKI💜💜 :
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 the pain is too much boojo God why us 😭😭🙏😭🙏😭
2026-09-04 11:24:11
0
userchristinetisha2
christinetisha🦋✨ :
nonono💔😭😭😭😭😭😭😭 Amooti why did you have to leave us
2026-09-04 11:08:06
3
lynder.256
Lee nder🦅✝️ :
God..Queen mother 🤲 A mother burying his only son is not something small😥 Strengthen her oh Lord😭🤲🙏
2026-09-04 12:14:21
0
bestshamie3
Shamie :
God comfort the queen mother and tooro kingdom 🙏🙏the pain is much 😭😭
2026-09-04 10:34:11
2
user5619617705609
Raniah nya :
Angels recieve u with mercy ma dear king
2026-09-04 11:10:28
0
mainukaelizabeth9
Favored Lizzy🕊️🥰 :
Oyo boojo nangwaa Mukama this is too much on us 🥺
2026-09-04 10:40:51
6
trixiett8
💫𝖙𝖗𝖎𝖝𝖎𝖊 🦋𝖒𝖎𝖈𝖍𝖎𝖊 :
Rip🥺
2026-09-04 10:38:46
1
karungidaphne4
karungidaphne542 :
our beloved king 😭😭😭
2026-09-04 11:06:42
0
sarah.kihuunde
Annette :
Rip our king
2026-09-04 10:59:07
0
amootibarbie0
Amooti barbie 💕 :
ooh god😭😭😭😭
2026-09-04 12:12:59
0
user145920824041
user145920824041 :
Ayi Yesu weeeeeee
2026-09-04 11:21:48
0
proudmusongatheart0
Naomi :
Bojoo😭😭😭
2026-09-04 11:20:19
0
user4885935943872
user Dorcus Atenyi :
mhsrip my King OYO
2026-09-04 10:35:36
0
katusabej3
KATUSABE JULIET :
🙏😭😭
2026-09-04 11:35:59
0
ayebale7
Naye fashionz🫶 :
RIP 😭
2026-09-04 10:32:22
0
phionahaine745
phionahaine745 :
Ogorobe mali😭
2026-09-04 11:45:52
0
king.deno.wise
King Deno :
😭😭😭💔💔💔
2026-09-04 10:52:36
0
meran.usherr
Meran Usherr :
😭😭😭
2026-09-04 10:37:08
0
nasasira786docus
Nasasira Docus :
🙏🙏😭😭😭😭
2026-09-04 10:32:39
0
esthernatamba
🌹🌹🌹 NATAMBA 🕊️🕊️🕊️💍💍 :
😭😭😭😭
2026-09-04 10:31:14
0
kingcandykutetsa
King Candy Kutetsa :
😭😭😭
2026-09-04 10:51:39
0
To see more videos from user @irynhindah, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KESULTANAN SAMBALIUNG  Kesultanan Sambaliung (sebelumnya dinamakan Kerajaan Tanjung) adalah salah satu kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar tahun 1810-an di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sebagai pilar penting dalam sejarah Dinasti Batiwakkal, kesultanan ini bertransformasi dari entitas politik berdaulat menjadi pilar adat pemersatu suku asli Banua di wilayah selatan Berau. Pada awal abad ke-19, terjadi ketegangan suksesi internal dalam keluarga Kesultanan Berau antara keturunan dua putra Raja Aji Dilayas, yaitu Pangeran Tua dan Pangeran Dipati. Akibat dinamika politik lokal dan campur tangan kolonial Belanda, wilayah Berau akhirnya dipecah menjadi dua kesultanan baru, yaitu: Kesultanan Sambaliung: Menguasai wilayah selatan Sungai Kelay. Kesultanan Gunung Tabur: Menguasai wilayah utara sungai. Sultan pertama yang memimpin adalah Sultan Alimuddin yang lebih tersohor dengan nama Raja Alam. Beliau adalah pejuang tangguh yang gigih menolak monopoli perdagangan VOC Belanda, sehingga sempat ditangkap dan diasingkan ke Makassar pada tahun 1834. Kata
KESULTANAN SAMBALIUNG Kesultanan Sambaliung (sebelumnya dinamakan Kerajaan Tanjung) adalah salah satu kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar tahun 1810-an di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sebagai pilar penting dalam sejarah Dinasti Batiwakkal, kesultanan ini bertransformasi dari entitas politik berdaulat menjadi pilar adat pemersatu suku asli Banua di wilayah selatan Berau. Pada awal abad ke-19, terjadi ketegangan suksesi internal dalam keluarga Kesultanan Berau antara keturunan dua putra Raja Aji Dilayas, yaitu Pangeran Tua dan Pangeran Dipati. Akibat dinamika politik lokal dan campur tangan kolonial Belanda, wilayah Berau akhirnya dipecah menjadi dua kesultanan baru, yaitu: Kesultanan Sambaliung: Menguasai wilayah selatan Sungai Kelay. Kesultanan Gunung Tabur: Menguasai wilayah utara sungai. Sultan pertama yang memimpin adalah Sultan Alimuddin yang lebih tersohor dengan nama Raja Alam. Beliau adalah pejuang tangguh yang gigih menolak monopoli perdagangan VOC Belanda, sehingga sempat ditangkap dan diasingkan ke Makassar pada tahun 1834. Kata "Sambaliung" sendiri lahir dari filosofi perjuangannya: Sembah (tunduk kepada Tuhan) dan Liung (tawadu/rendah hati). Pemerintahan formal kesultanan berakhir pada tahun 1960. Sultan terakhirnya menyatakan integrasi penuh mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kemudian mengabdi sebagai Kepala Daerah Istimewa Berau. Eksistensi adat kebudayaan saat ini berada di bawah naungan Sultan Raja Muda Perkasa Paduka Yang Mulia (PYM) Datu Amir MA yang terus aktif menjaga hak ulayat masyarakat, menjaga kondusivitas daerah, dan memimpin berbagai prosesi adat. Lambang resmi kesultanan yang diakui secara digital saat ini berlatar belakang hitam dengan ornamen kuning emas yang meliputi: Dua Ekor Macan Kuning Polos: Berada di kanan dan kiri untuk menggambarkan ketangkasan dan keberanian pahlawan lokal. Perisai Kuning: Wadah pertahanan adat yang di dalamnya berisi Tombak, Keris/Pedang, serta Payung Kuning Agong di tengah sebagai simbol perlindungan sultan kepada rakyatnya. Pita Emas: Memuat tulisan tegas identitas "KESULTANAN SAMBALIUNG". Pusat peninggalan sejarah kesultanan ini adalah Keraton Sambaliung yang berlokasi di Kecamatan Sambaliung, Berau. Bangunan istana yang didominasi warna kuning-hijau (simbol kejayaan dan surga dalam tradisi Melayu Islam) direkonstruksi ulang pada tahun 1900-an dengan arsitektur kayu ulin bergaya Tionghoa. Saat ini istana tersebut difungsikan sebagai Museum Sejarah yang menyimpan berbagai singgasana, tempat tidur sultan, foto dokumen lama, serta beragam persenjataan tradisional ulayat. #sambaliung #kesultanan #berau #zainal_edit #kalimantantimur

About