@modxray888: ทริคใช้ iPhone #พ่อมดtiktok #เทคนิคดีบอกต่อ #iphone #ทริคไอโฟน

พ่อมดติ๊กต๊อก
พ่อมดติ๊กต๊อก
Open In TikTok:
Region: TH
Friday 04 September 2026 10:44:45 GMT
1525545
90817
412
13190

Music

Download

Comments

o_o_omaio_o
🥳Mai💫 Davi 🌟 :
ไอโฟนขณะโทรบันทึกเสียงได้มั้ยคะ ทำอยากรัยค่ะ
2026-09-04 13:01:11
69
felicity_sky249
เพิ่มชื่อที่คุณต้องการ :
ทำเป็นแล้ว ขอบคุณนะคะ
2026-09-06 14:10:33
451
dylotldgp42t
Nong :
ไอโฟน ทำเสียงเรียกเข้าเพราะๆได้ไหมค่ะแบบไม่เสียตัง☺️
2026-09-10 23:15:19
0
user440306318
My jack ນຸ ຊາາາາາາາ :
ขอบคุณที่สอนครับ
2026-09-10 19:55:11
87
phatthadp16
สมถะ :
อยากแคปยาวๆ😌
2026-09-04 12:10:54
43
j.tv19
𝓝𝓻𝓪𝓾𝓰𝓵𝓪𝓸 :
ยังได้ไม่เท่าไหร่ครับพี่ คงต้องได้เรียนอีก😁
2026-09-07 07:37:24
28
tuinui295
トゥイヌイ🎏 :
ทำไมเราเขียน กดลูกศร มันไม่ตรง
2026-09-04 17:39:20
13
atomapivit
อะตอม อภิวิชญ์ :
โหผมใช้บ่อยด้วยครับพวกลูกศร กระจ่างเลยขอบคุณครับ
2026-09-04 14:57:34
19
uncel.ae
จิรวัฒน์ อินทรารุณ :
ไม่ได้ใช้ไอโฟนแต่ขอบคุณกับความรู้คับ
2026-09-04 13:17:39
2
lalareview34
Sunisalala(shop) :
ขอบคุณนะคะ😂😂
2026-09-08 02:47:05
3
saylon030
saylom :
ไอโพน15 ไม่มีแว่นขยาย
2026-09-06 00:39:49
0
___kitty___04
คิตตี้ดิว่ะ :
ทำได้แย้ว
2026-09-13 01:25:48
1
betta99suriyan
suriyan powan :
รึว่าเรายังไม่update
2026-09-04 23:26:14
6
useryp7g5y6iwn
แม่หญิงแดนสยาม🦀🐠🐬 :
ดูตรงหาเอกสารไม่ทันเร็วเกินไปอะ😂
2026-09-09 08:51:13
0
tuktaja6
Tukta Ja :
พึ่งรู้นะเนี่ย ขอบคุณค่ะ
2026-09-04 13:51:41
6
noseuhairsalonrachada3
NOSEU hair salon (รัชดา ซอย3) :
👍🏻👍🏻👍🏻ขอบคุณค่ะ
2026-09-04 14:27:17
1
ip88498
🦋แมวเป้า🦋 :
เรีด
2026-09-04 20:44:30
1
tangkongkwan
Tang Kongkwan :
ขอบคุณค่ะ
2026-09-04 22:44:04
2
neenatanee
Neena :
💓
2026-09-04 17:03:08
1
nncwk_
ออง ฟอง :
2026-09-04 14:41:35
1
ichwieich3
Karmen ❤️‍🩹 :
ไม่เห็นมีเลยค่ะแว่นขยาย
2026-09-05 11:06:28
0
pern_nissan
BLACK :
ทำเส้นไม่ได้ครับ ขีดอบบไหนมันเป็นแบบนั้นเลย
2026-09-05 08:58:51
0
nathasornn
Aew🖇️💭💗(ที่ชอบหมอลำ) :
ขอบคุณมากค่ะ
2026-09-04 13:43:32
1
ladawa19
แม่ลดา น้องต้นกล้า :
ขอบคุณคะ
2026-09-04 13:23:34
1
aor5646
อ้อเอง😊🌸🐝🌈 :
ขอบคุณมากๆค่ะ
2026-09-04 13:25:41
1
To see more videos from user @modxray888, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Malam itu, bulan purnama menggantung besar di langit, cahayanya menyinari bibir pantai yang sunyi. Ombak menghantam batu karang dengan suara berat, seolah ada sesuatu yang sedang mengetuk dari dalam laut. Di ujung tebing, tersembunyi di balik semak liar dan akar pohon tua, terdapat sebuah goa batu karang yang sudah lama ditinggalkan. Warga sekitar menyebutnya Goa Larangan. Konon, siapa pun yang masuk ke sana saat malam hari, terutama saat bulan purnama, tidak akan kembali dengan jiwa yang utuh. Bayu, seorang pemuda yang gemar mencari tempat angker untuk konten videonya, datang sendirian malam itu. Ia mendengar rumor tentang penampakan wanita berkebaya putih yang sering muncul di mulut goa. “Cuma cerita orang kampung…” gumamnya sambil menyalakan senter. Namun begitu mendekat, bulu kuduknya langsung berdiri. Di depan pintu goa, tersusun rapi sesajen. Anyaman bambu berisi bunga kamboja, pisang, dupa yang masih menyala, dan lilin kecil yang apinya bergoyang meski tak ada angin. Aroma melati bercampur bau tanah basah memenuhi udara. Bayu menelan ludah. “Masih ada yang datang ke sini…” Ia mengangkat kamera dan mulai merekam. Bagian dalam goa gelap pekat, seperti mulut raksasa yang siap menelan siapa saja. Dinding batu karangnya basah, dipenuhi lumut hitam, dan dari dalam terdengar suara tetesan air… tok… tok… tok… Tiba-tiba. Suara perempuan tertawa lirih terdengar dari dalam. “Hehehe…” Bayu membeku. Ia menyorotkan senter ke arah suara. Kosong. Hanya gelap. Namun saat ia menurunkan cahaya— seorang wanita sudah berdiri tepat di mulut goa. Kebaya putihnya basah, menempel di tubuh pucatnya. Rambut hitam panjang terurai kusut. Di telinganya terselip bunga kamboja putih yang sudah layu. Matanya putih seluruhnya. Tak ada pupil. Tak ada kehidupan. Di dahinya terdapat butiran beras seperti bekas ritual. Mulutnya perlahan terbuka… lebih lebar… lebih lebar… hingga rahangnya seperti hampir robek. Lidahnya menjulur panjang, basah, menjuntai sampai dada. Bayu mundur gemetar. Wanita itu merangkak perlahan keluar dari goa, jemarinya menggesek batu karang dengan suara mengerikan. Krek… krek… Setiap gerakannya membuat dupa di sesajen padam satu per satu. “Hehehe… kau… datang…” suaranya serak, seperti berasal dari dasar sumur tua. Bayu berbalik dan lari sekuat tenaga. Namun suara langkah merangkak itu terus mengikuti di belakangnya. Cepat. Semakin cepat. Aroma melati berubah menjadi bau busuk seperti bangkai laut. Saat hampir mencapai motornya, ia merasa sesuatu menarik kakinya. Ia jatuh tersungkur. Dengan tangan gemetar, Bayu menoleh ke belakang. Wanita itu sudah berada tepat di atas tubuhnya. Matanya menatap kosong. Lidah panjangnya menjuntai hampir menyentuh wajahnya. Dan dengan senyum yang terlalu lebar, ia berbisik— “Temani aku… di dalam goa…” Keesokan paginya, motor Bayu ditemukan masih terparkir di dekat tebing. Kameranya tergeletak di depan sesajen. Namun Bayu… hilang tanpa jejak. Di rekaman terakhir kameranya, hanya terlihat gambar goa gelap… dan sosok wanita berkebaya putih berdiri diam sambil tersenyum. Sejak malam itu, warga tak pernah lagi berani mendekati Goa Larangan. Karena mereka percaya— jika dupa di depan goa masih menyala… berarti penunggunya masih menunggu korban berikutnya. #horrormedia #horrortiktok #ghost #paranormal #pengayah
Malam itu, bulan purnama menggantung besar di langit, cahayanya menyinari bibir pantai yang sunyi. Ombak menghantam batu karang dengan suara berat, seolah ada sesuatu yang sedang mengetuk dari dalam laut. Di ujung tebing, tersembunyi di balik semak liar dan akar pohon tua, terdapat sebuah goa batu karang yang sudah lama ditinggalkan. Warga sekitar menyebutnya Goa Larangan. Konon, siapa pun yang masuk ke sana saat malam hari, terutama saat bulan purnama, tidak akan kembali dengan jiwa yang utuh. Bayu, seorang pemuda yang gemar mencari tempat angker untuk konten videonya, datang sendirian malam itu. Ia mendengar rumor tentang penampakan wanita berkebaya putih yang sering muncul di mulut goa. “Cuma cerita orang kampung…” gumamnya sambil menyalakan senter. Namun begitu mendekat, bulu kuduknya langsung berdiri. Di depan pintu goa, tersusun rapi sesajen. Anyaman bambu berisi bunga kamboja, pisang, dupa yang masih menyala, dan lilin kecil yang apinya bergoyang meski tak ada angin. Aroma melati bercampur bau tanah basah memenuhi udara. Bayu menelan ludah. “Masih ada yang datang ke sini…” Ia mengangkat kamera dan mulai merekam. Bagian dalam goa gelap pekat, seperti mulut raksasa yang siap menelan siapa saja. Dinding batu karangnya basah, dipenuhi lumut hitam, dan dari dalam terdengar suara tetesan air… tok… tok… tok… Tiba-tiba. Suara perempuan tertawa lirih terdengar dari dalam. “Hehehe…” Bayu membeku. Ia menyorotkan senter ke arah suara. Kosong. Hanya gelap. Namun saat ia menurunkan cahaya— seorang wanita sudah berdiri tepat di mulut goa. Kebaya putihnya basah, menempel di tubuh pucatnya. Rambut hitam panjang terurai kusut. Di telinganya terselip bunga kamboja putih yang sudah layu. Matanya putih seluruhnya. Tak ada pupil. Tak ada kehidupan. Di dahinya terdapat butiran beras seperti bekas ritual. Mulutnya perlahan terbuka… lebih lebar… lebih lebar… hingga rahangnya seperti hampir robek. Lidahnya menjulur panjang, basah, menjuntai sampai dada. Bayu mundur gemetar. Wanita itu merangkak perlahan keluar dari goa, jemarinya menggesek batu karang dengan suara mengerikan. Krek… krek… Setiap gerakannya membuat dupa di sesajen padam satu per satu. “Hehehe… kau… datang…” suaranya serak, seperti berasal dari dasar sumur tua. Bayu berbalik dan lari sekuat tenaga. Namun suara langkah merangkak itu terus mengikuti di belakangnya. Cepat. Semakin cepat. Aroma melati berubah menjadi bau busuk seperti bangkai laut. Saat hampir mencapai motornya, ia merasa sesuatu menarik kakinya. Ia jatuh tersungkur. Dengan tangan gemetar, Bayu menoleh ke belakang. Wanita itu sudah berada tepat di atas tubuhnya. Matanya menatap kosong. Lidah panjangnya menjuntai hampir menyentuh wajahnya. Dan dengan senyum yang terlalu lebar, ia berbisik— “Temani aku… di dalam goa…” Keesokan paginya, motor Bayu ditemukan masih terparkir di dekat tebing. Kameranya tergeletak di depan sesajen. Namun Bayu… hilang tanpa jejak. Di rekaman terakhir kameranya, hanya terlihat gambar goa gelap… dan sosok wanita berkebaya putih berdiri diam sambil tersenyum. Sejak malam itu, warga tak pernah lagi berani mendekati Goa Larangan. Karena mereka percaya— jika dupa di depan goa masih menyala… berarti penunggunya masih menunggu korban berikutnya. #horrormedia #horrortiktok #ghost #paranormal #pengayah

About