@user639583868: k ai giúp k ai thứ gì bao giờ🥴🥴🥴#xuhuongtiktok #

Nhienpham68🍀🍀🍀
Nhienpham68🍀🍀🍀
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 04 September 2026 14:15:48 GMT
84104
1802
174
771

Music

Download

Comments

n.dung1981
🌺🌺Dung lê 🌟🌟 :
Nghỉ đời 🤣🤣🤣 nên tôi muốn đứng vững bằng chính đôi chân của mình
2026-09-05 02:31:24
10
_username0014
😵‍💫 :
ơn cứu mạng , lấy thân báo đáp 😂
2026-09-05 00:06:49
10
khoadang686868
Khoa Đặng🏞️68GR :
😂😂😂 hết có biết
2026-09-05 04:40:51
2
dy3yanswksp2
Hiền :
phải chả công chứ 🤣
2026-09-05 04:02:06
1
minhhoa1196
Hoà Bé Củ Chi :
Đời k ai cho k ai thứ gì là có thật
2026-09-05 03:20:13
2
vnhin9537
vo ly :
Nhất buổi trưa nhì trời mưa moà ae🤣🤣
2026-09-05 05:22:52
1
thienngoc0813
haisancamau968 :
🤣🤣🤣🤣 sao quay đc cảnh này trời
2026-09-05 03:30:58
0
66n1dt2
Ni Đồng tháp 66💢💢 :
lợi dụng quá đáng 🤔😂😂😂😂😂
2026-09-05 01:52:30
1
cn.tnh.nh.th3
cạn tình như thế :
quá đúng đó bạn 🥺🥺🥺chẳng ai cho không ai thứ gì
2026-09-04 17:04:31
4
mr.m6520
Mr.ĐƯỢM :
cái gì cũng có cái giá của nó 😂
2026-09-05 02:45:47
1
tm.trng75174
tâm trạng :
cho đi sẽ nhận lại
2026-09-05 08:07:29
0
duyhatien68h1
Duy rượu đế 68 :
Cái đó kiểu tao chả ơn mày làm nhẹ nhẹ đang mệt 😁😁
2026-09-05 02:17:59
1
anh.n.em325
Buồn Thì Cười Thôi :
u là chời
2026-09-04 21:48:11
1
phuongtauhai1
Nhất còi long xuyên AG :
má đúng là tình thương mến thương thật cảm động 🥰🥰🥰 chuyển qua cảm lạnh luôn
2026-09-05 02:16:19
1
tincuteee68
tín Nguyễn 68 B1 :
Chanh thủ hơn cao thủ nửa chèn
2026-09-04 15:48:00
1
sonkylan1
Sơn Kỳ Lân :
k có bữa cơm nào gọi là bữa cơm miễn phí
2026-09-04 15:01:15
1
nhutu1211
Tú Như Quỳnh :
Làm thì phải có lương😂
2026-09-05 08:16:20
0
trai.x.bc8
chi Linh :
vải thật là bất ngờ 😁
2026-09-05 08:25:01
0
quoccuong150194
mai vàng 66 :
anh hùng cứu mỹ nhân 😳
2026-09-05 08:24:12
0
minh_tien68e1
minh tiền 68E1 AG :
tình iu vượt qua tất cả 😂😂😂😂😂😂😂😂
2026-09-05 06:47:21
1
sonkylan1
Sơn Kỳ Lân :
đúng đúng
2026-09-04 15:00:54
0
To see more videos from user @user639583868, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kamu pernah menanggung sesuatu yang berat dan tidak ada seorang pun yang tahu. Bukan karena tidak ada yang peduli. Tapi karena kamu memilih diam. Karena menjelaskan rasanya justru lebih melelahkan daripada menanggungnya sendiri. Aminah pernah merasakannya. Di malam yang tidak akan pernah terlupakan sejarah. Abdullah berdagang ke Madinah dan wafat dalam perjalanan. Aminah mengandung sendirian, berduka sendirian, menunggu sendirian. Dan malam itu, malam yang akan melahirkan manusia paling mulia yang pernah ada, ia merasa sendiri, paling lelah, paling sepi. Di dalam kesendiriannya, Aminah menangis. Tidak ada satu pun yang ia rasa bisa menemaninya. Tapi ternyata Allah tidak membiarkan ibunda Nabi sendirian malam itu. Sebagaimana dikisahkan empat perempuan hadir di sisi Aminah. Cantik, anggun, harum, diliputi cahaya yang memancar kemilauan. Bukan tetangga. Bukan kerabat Quraisy. Mereka adalah empat perempuan paling mulia yang pernah menginjakkan kaki di muka bumi.
Kamu pernah menanggung sesuatu yang berat dan tidak ada seorang pun yang tahu. Bukan karena tidak ada yang peduli. Tapi karena kamu memilih diam. Karena menjelaskan rasanya justru lebih melelahkan daripada menanggungnya sendiri. Aminah pernah merasakannya. Di malam yang tidak akan pernah terlupakan sejarah. Abdullah berdagang ke Madinah dan wafat dalam perjalanan. Aminah mengandung sendirian, berduka sendirian, menunggu sendirian. Dan malam itu, malam yang akan melahirkan manusia paling mulia yang pernah ada, ia merasa sendiri, paling lelah, paling sepi. Di dalam kesendiriannya, Aminah menangis. Tidak ada satu pun yang ia rasa bisa menemaninya. Tapi ternyata Allah tidak membiarkan ibunda Nabi sendirian malam itu. Sebagaimana dikisahkan empat perempuan hadir di sisi Aminah. Cantik, anggun, harum, diliputi cahaya yang memancar kemilauan. Bukan tetangga. Bukan kerabat Quraisy. Mereka adalah empat perempuan paling mulia yang pernah menginjakkan kaki di muka bumi. "Sungguh berbahagialah engkau, wahai Aminah," seakan ia berkata, "karena tidak ada perempuan di dunia ini yang mendapatkan kemuliaan sepertimu." la adalah Hawa. Perempuan pertama yang tahu artinya melahirkan di bumi, yang pertama mengenal air mata dan cinta seorang ibu. Yang kedua, Sarah istri Ibrahim. Perempuan yang menunggu anak puluhan tahun, yang tahu bahwa Allah tidak pernah terlambat. la hadir seolah ingin memastikan: kelahiran yang paling ditunggu langit itu, sampai dengan selamat. Yang ketiga, Asiyah binti Muzahim istri Firaun yang memilih iman. Perempuan yang hidup di istana paling mewah di dunia, tapi berdoa: "Ya Rabb, bangunkan untukku sebuah rumah di sisi-Mu di dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya." (QS. At-Tahrim: 11) la hadir seolah bersaksi: kemuliaan sejati tidak diukur dari istana yang kamu tinggali. Yang keempat, Maryam binti Imran ibunda Isa AS. Perempuan yang pernah melahirkan sendirian, di bawah pohon kurma. Seakan ia ingin berkata: "Aku tahu rasanya. Percayalah yang kamu lahirkan malam ini lebih besar dari yang bisa kamu bayangkan." Hawa yang pernah menanggung awal dari segalanya. Sarah yang pernah menunggu tanpa tahu kapan. Asiyah yang pernah beriman dalam kesendirian paling ekstrem. Maryam yang pernah melahirkan yang mulia sendirian, tanpa siapapun. Keempatnya tahu apa artinya menanggung sendiri. Keempatnya tahu apa artinya tetap tegak ketika tidak ada yang melihat. Dan keempatnya dipilih langit bukan untuk sekadar hadir, tapi untuk menemani dengan cara yang paling dimengerti. Kalau kamu sedang menanggung sesuatu yang berat hari ini dan merasa tidak ada yang tahu, tidak ada yang datang, Ingatlah Aminah. Perempuan yang menghadapi malam terbesar dalam sejarah, dalam kamar yang sederhana, tanpa suami, tanpa keluarga. Dan Allah tidak membiarkannya. Yang Allah kirimkan kirimkan adalah yang paling tahu rasanya menanggung beban sendirian. Allah tidak lupa perempuan yang menanggung sendiri. Allah mengirim bantuan dari arah yang tidak pernah kita bayangkan. #kisahislami #alhamdulillah #bersyukur #janganlupabahagia #semangat

About